Ketika Proposal Penelitian Telah Diserahkan

Hari Kamis kemarin saya berencana mengumpulkan usulan penelitian Teaching Grant untuk semester ganjil. Di siang yang terik saya bela-belain mengendarai sepeda motor matic kesayangan agar tak terkena macet. Padahal Si Silver yang cantik stand by dengan setia di carport rumah saya siap menemani kemana saja. Apa boleh buat demi mengejar waktu saya putuskan ber-mio ria hari itu. Pertimbangannya print out proposal ini harus saya antarkan dulu ke percetakan dekat kampus tempat saya bekerja. Tak semua toko tempat usaha foto copy dan penjilidan yang tersebar di dekat kampus bisa mengerjakan jilid senyawa seperti buku. Btw, di Medan namanya jilid senyawa untuk buku, kalau istilah Bahasa Indonesianya secara umum apa ya? Jilid melekat seperti yang sering dijumpai pada buku, jurnal atau diktat. Bukan jilid biasa ala makalah mahasiswa. 

Okay, fixed. Jilid selesai walaupun saya disuruh kembali keesokan harinya. Ck, harusnya ada dong jilid senyawa yang bisa ditunggui. Kenapa saya bersikeras harus selesai sebelum Hari Sabtu, karena tiap Malam Sabtu suami saya pulang dan sesuai kesepakatan kami bahwa tidak ada urusan pekerjaan di kampus yang mengharuskan saya meninggalkan rumah di Hari Sabtu kecuali memang benar-benar sangat mendesak. Jadi saya maksimalkan semua urusan kampus selesai di Hari Jumat. Sabtu dan Minggu full buat keluarga. Dalam 2 tahun ini suami ditugaskan keluar kota karena naik jabatan sementara saya tidak mungkin ikut pindah mengingat anak-anak bersekolah di kota ini. Tak hanya soal mengurus kepindahan tetapi juga psikis anak-anak yang harus beradaptasi lagi di lingkungan pendidikan yang baru, kami khawatir akan menjadi beban tersendiri bagi anak-anak.

Saya bawa 6 rangkap jilidan ber-cover kertas jeruk warna putih itu ke Ruang Dekan. Empat buah sesuai persyaratan yang diminta P3M, 2 buah lagi buat pertinggal saya pribadi dan seorang rekan pengusul penelitian ini. Alhamdulillah untuk kepentingan mengisi BKD (Beban Kinerja Dosen) saya tak susah-susah lagi di Bidang B (Penelitian) karena di tiap semester lembaga penelitian kampus kami selalu mengadakan hibah internal selain hibah dari Dikti sehingga para dosen termotivasi untuk terus meneliti. 

Ups, mana 2 buah keping CD-nya ya? Batin saya. Selain diserahkan dalam bentuk hard copy, P3M juga mensyaratkan penyerahan file dalam bentuk soft copy. Hmmh, ini bukanlah pertamakalinya saya mengusulkan proposal. Koq jadi pelupa gini ya. Saya beristighfar, merenungi kembali betapa lemahnya seorang manusia tanpa pertolongan Allah. Padahal sebelum berangkat dari rumah tadi saya serapi mungkin membereskan apa-apa saja yang harus dibawa. Ketika Allah berkehendak keping CD itu tertinggal  maka tak secuilpun daya ingat saya bisa mericek keberadaan benda itu. Saya duduk di ruang tunggu di depan Ruang Dekan. "Bu Dekan sedang rapat dengan Rektor, Bu Mia...", Kata Staf Biro Akademik. "Kira-kira jam berapa selesainya tuh ya?", tanyaku berharap mudah-mudahan tak menunggu lama di sini. "Baru saja beliau keluar ruangan", jawabnya. Saya melirik jam tangan, pukul 10.00 WIB. Biasanya selesai rapat pk. 12.00 WIB. Masih ada waktu 2 jam lagi untuk pulang ke rumah mengambil soft copy-nya dan semoga setelah saya balik lagi ke fakultas, Dekan pun selesai rapat. 

Hufh, panas menyengat sekali. Jarak tempuh kampus ke rumah saya kira-kira 20 menit mengendarai mobil dan kalau tak kena macet. Tapi kalau sudah siang begini jangan harap bisa 20 menit, bisa hampir 1 jam! Untungnya saya naik sepeda motor jadi dengan gesit bisa menghindari macet. Alhamdulillah prediksi saya tadi pagi tak meleset. Untuk menghindari hal tak terduga seperti ini. Sambil berdoa juga di dalam hati agar hujan jangan dulu datang. Beberapa tahun terakhir ini cuaca ekstrim melanda nusantara ini. Setengah hari panas terik eh tiba-tiba bisa mendung dan hujan deras sekali. Lalu panas lagi. Butuh kesabaran dan stamina yang fit menjalani hari-hari demikian. Saya selalu wanti-wanti ke anak-anak agar banyak minum air putih, makan teratur dan istirahat yang cukup. Sebisa mungkin saya sediakan makanan yang bergizi dan buah-buahan untuk konsumsi keluarga.

Singkat cerita semua rangkap proposal saya telah ditandatangani Dekan dan berstempel fakultas. Dengan langkah ringan saya menuju ke Kantor P3M yang terletak di belakang kampus utama. Sampai di sana hanya seorang staf yang menerima saya. Berhubung hari itu Hari Jumat dan sudah menjelang waktu shalat Jumat maka kantor pun sudah mulai sepi. Hampir saja kantor tutup, pikir saya. Setelah membuatkan tanda terima proposal staf tersebut memeriksa lembar pengesahan dan menemukan bahwa setelah tandatangan saya sebagai peneliti dan Dekan sebagai pimpinan, masih ada kekurangan satu lagi yaitu tandatangan Ketua LPKP (Lembaga Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Ya Rabb jadi saya harus balik lagi ke Kantor LPKP yang jaraknya lumayan jauh ditempuh dengan jalan kaki karena masih satu area dengan kampus utama. Mana waktu Shalat Jumat makin mendekat. Saya khawatir Pak Ketuanya sudah meninggalkan tempat. Ya Allah yassirli amri, permudahlah urusanku. Dengan langkah terburu saya setengah berlari menuju Kantor LPKP dan Alhamdulillah beliau masih ada dan tampak bersiap-siap akan keluar ruangan. Setelah diteken dan distempel oleh Sekretarisnya saya langsung kembali lagi ke Kantor P3M serta menyerahkan proposal Teaching Grant yang sudah komplit bertandatangan. 

Rasanya lega ketika proposal telah diserahkan. Malamnya suami saya pulang ke rumah dan pikiran saya tak lagi terbagi memikirkan soal proposal seperti dua minggu terakhir sebelum deadline ini. Alhamdulillah 'ala kulli hal. Hikmahnya, kedepannya hal-hal yang tampak sepele seringkali merepotkan bila tak direncanakan dengan sebaik-baiknya. Semoga tak terulang lagi menjelang deadline semuanya menumpuk. Rintangan demi rintangan baik kecil maupun besar tak menyurutkan langkah untuk melakukan tugas. Jadi semakin semangat untuk meneliti. Insyaa Allah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Ketika Proposal Penelitian Telah Diserahkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel