Godok-Godok Pisang

Sumber foto: dok. pribadi
Pisang barangan atau pisang Medan yang saya beli hari Jumat lalu, tersisa satu sisir. Melihatnya tergeletak dengan sepi peminat, saya pun berpikir mencari cara agar makanan ini tidak terbuang sia-sia. Sementara ART beraktivitas di dapur, si bayi tertidur tenang, saya memanfaatkan waktu mengerjakan BKD semester ganjil dahulu.

Setelah sebagian data saya input dan mengeklik tombol "close", terlintas di pikiran bagaimana kalau pisang yang sudah sangat matang itu diubah menjadi Godok-godok saja. Makanan tradisional yang sejak saya kecil selalu dibikinkan ibu buat kami. Bahan-bahannya mudah didapat, membuatnya praktis pula. Saya pun pergi ke warung dekat rumah membeli sebelah kelapa kukur dan seperempat kilo tepung roti.

Pisang dilumatkan dengan bagian alas gelas belimbing, lalu dicampur dengan kelapa dan tepung roti. Dibubuhi garam secukupnya agar ada rasa gurih. Kebetulan rasa pisangnya sendiri sudah manis. Jadilah Godok-godoknya terasa manis-manis gurih. Digoreng dengan minyak panas, dibolak-balik agar matangnya merata.

Dan tadaaa... jadilah Godok-godok pisang, hasil transformasi dari pisang barangan yang sudah tak dilirik lagi di meja makan. Anak-anak tidak bisa cuma makan sebuah, ambil lagi dan lagi sampai tidak tersisa satu pun. Hmm, tadinya buat cemilan di sore hari, siang-siang sudah habis. Alhamdulillah, say no to mubazzir.

Salam literasi

Tantangan #SatuHariSatuKaryaIIDN
Hari pertama
Tema yang dipilih: Makanan tradisional

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Godok-Godok Pisang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel