Samudera Kesabaran

Subhanallah, beruntun sekali dalam bulan ini keluarga kami dihampiri musibah sakit. Dimulai dari saya tiga minggu lalu, Alhamdulillah setelah bed rest di rumah selama tiga hari, saya sembuh dan beraktivitas seperti biasanya.

Qadarullah, minggu lalu, suami mengeluhkan bagian perut sebelah kiri. Wajahnya pucat pasi menahankan perih, saya langsung membawa beliau ke IGD RS terdekat dari rumah.

Dokter yang memeriksa menyarankan suami opname selama dua hari. Alhamdulillah suami sudah sehat, Jumat kemarin bisa ngantor lagi sebagaimana biasanya.

Ahad sore Rausyan muntah-muntah. Tak lazim ia menolak makanannya. Biasanya Rausyan selalu bersemangat menghabiskan suap demi suap yang disodorkan kepadanya. Sampai tadi malam badannya panas. Rausyan demam tinggi.

Saya tak lagi memikirkan jadwal mengajar sebanyak tiga kelas di hari Senin ini. Deadline upload proposal pengabdian masyarakat pukul 24 nanti malam. Serta tanggung jawab saya menggelar sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang untuk mahasiswa baru, di Fakultas Hukum dalam pekan ini. Setelah menghubungi pihak kampus, saya fokus merawat si kecil.

Yang bisa saya lakukan adalah bersabar. Menahan diri dari mengeluh atas semua yang terjadi belakangan ini. Dari saya yang sakit, suami, dan sekarang anak. Saya yakin Allah SWT senantiasa membersamai jika saya mampu meraih sabar. Dalam Al Quran Surah Al Anfal ayat 8, "Bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar."

Tak berlebihan kiranya jika saya menganalogikan sabar bagaikan samudera. Idealnya demikian, sebab jika sabar ada batasnya, alangkah lekas manusia mengeluhkan ujian dan cobaan yang menimpa dirinya. Layaknya sabar itu seluas samudera, tak akan habis meski diterpa angin badai sekalipun.

Ya, ia memang bergolak dan bergoncang. Namun airnya tetap mengalir deras, eksis, sebab ia samudera. Tak mudah surut oleh apapun. Mudah-mudahan sabar kami laksana samudera, dan semua penyakit yang menimpa ini cepat berlalu.








Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Samudera Kesabaran"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel