Reviu Lima Warung Favorit Kami Sekeluarga



Sumber Gambar: magazinesjoblike

Sejak resmi menanggalkan status LDR atau LDM per Agustus 2018 lalu, kami sekeluarga lebih banyak makan bersama di rumah. Saya berbelanja ke pasar untuk stok pangan beberapa hari ke depan, memasaknya setiap hari dan menghidangkannya di meja makan.

Kantor suami yang tidak begitu jauh dari rumah memungkinkannya pulang untuk makan siang. Melihatnya melahap masakan saya merupakan kepuasan batin tersendiri yang memotivasi saya untuk terus memberikan yang terbaik bagi suami dan anak-anak.

Namun ada kalanya kami makan di luar untuk berganti suasana. Terutama anak nomor dua yang sukanya makan non nasi. Berikut lima warung makan favorit kami sekeluarga di Medan beserta reviunya:

1. Sate Padang Family Baru.
Sepertinya hampir di setiap malam minggu kami nongkrong di warung sate kesayangan ini. Lokasinya di simpang Jl. Amaliun dan Jl. Laksana. Harga per porsinya murmer Rp. 16.000, bisa memesan setengah porsi Rp.8.000 untuk anak-anak kalau kebanyakan, khawatir mubazir tidak habis. Tapi kalau sate padang anak-anak kami jarang menyisakannya. Biasanya tinggal daun dan piring, hehe.

2. Lontong Sidney
Nah, ini tempat favorit kami kalau habis berolahraga di CFD Lapangan Merdeka. Sidney? Aussie? Simpang Denai, maksudnya, hehe. Meski tidak dekat dari pusat kota tempat Hari Bebas Kendaraan Bermotor itu, kami bela-belain ke Sidney untuk menikmati sepiring lontong Medan yang terkenal maknyuss se-Indonesia itu. Kuahnya tidak terlalu kental, ada tauco cabe hijaunya, serundeng dan kerupuk merah. Hmm...Alhamdulillah lezat.

3. Warung Bakso Masran
Kalau ini selalu dikunjungi saat hari mendung hujan mellow gitu, hehe... berlokasi di Jalan Utama, malah bisa jalan kaki dari rumah saking dekatnya. Cuma kalau seperti kami yang bawa anak-anak kecil terpaksa menggunakan roda empat juga. Kata orang dulunya warung ini gerobak bakso yang keliling ke sana kemari. Karena banyaknya pelanggan tetap, akhirnya mengambil tempat di dekat BTN Utama Medan. Kalau mau beli siap-siap antre ya, soalnya laris manis.

4. Warung Makan Kak War
War? Perang? Tidak ya, hehe... mungkin nama panjangnya Warsih atau Warni. Belum pernah nanya ke orangnya langsung sih. Berlokasi di Jalan Merauke atau Tangguk Bongkar 1, Mandala By Pass, Medan. Lima tahun tinggal di PMI zaman doeloe, saya dan suami sering makan di sana atau beli sayur matang terus dibawa pulang kalau tidak sempat masak. Kabarnya di sana juga tempatnya suami saya dan teman-temannya makan waktu masih jomlo. Hehe... soalnya harganya bersahabat di kantong dan khas masakan rumah.

5. TST Wak Haji Jalan Puri
Kalau badan sudah terasa pegal linu, suami selalu minum Teh Susu Telur (TST) di warung TSR Wak Haji di Jalan Puri, Kota Matsum, Medan. Tak hanya menyediakan TST, menu lainnya pun lengkap di sana. Ada aneka jus buah, nasi goreng, ifu mie, martabak telor, dan ind*mie rebus yang pedesnya puoll. Harga bervariasi, tapi rerata lima belas ribuan satu porsinya.

Itulah lima warung makan langganan kami sekeluarga. Jadi tempat alternatif saja kalau sedang jalan-jalan di weekend, atau sedang tidak masak. Tapi seringnya ya masak, makan bersama di rumah. Itu nikmatnya tiada tara dibanding makan di mana pun. Karena rasanya adalah rasa keluarga. Ada rasa sayang dalam setiap hidangannya, ada cinta dalam setiap suapnya.

Salam literasi

#BPN30dayblogchallenge2018
#bloggerperempuan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

3 Komentar untuk "Reviu Lima Warung Favorit Kami Sekeluarga"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel