Dongeng 13: Nabi Nuh Dan Kapal Raksasanya

Nabi Nuh 'Alaihisalam bersedih karena umatnya tak percaya dengan kabar yang ia bawa. Mereka menertawakan, mengata-ngatai bahkan ada yang melemparnya dengan batu. Nabi Nuh AS berusaha sabar.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Nabi Nuh pun mulai membuat kapal. Rangkanya saja sangat besar. Seolah-olah Nabi Nuh akan mengangkut seluruh penduduk kota.

Kembali ia diejek, disangka tidak waras, dan malah dilontarkan kotoran ke atas kapal bikinan dia dan beberapa pengikut setianya. 

"Mengapa kau tidak marah, Wahai Nabi?" Kata salah seorang pembantu setianya 

"Mengapa aku marah, mereka berbuat demikian karena mereka tidak tahu bahwa firman Allah SWT itu benar adanya. Seandainya mereka percaya bahwa akan datang banjir besar, pasti mereka pun akan bergabung bersama kita."

Nabi Nuh dan sebagian kecil umatnya yang beriman meneruskan pendirian kapal raksasa dengan tekun. Bekerja keras siang dan malam tanpa kenal menyerah. Tujuannya mereka satu, agar kapal besar ini selesai sebelum bencana tiba.

Sumber gambar: Islamico


Benar saja, tak lama kemudian kapan raksasa pun jadi. Hujan turun secara terus menerus. Awalnya para pembangkang yang sering mencaci maki Nabi Nuh merasa tidak akan ada apa-apa yang terjadi. Namun lama-lama genangan air meninggi bahkan sudah menjadi banjir yang menenggelamkan rumah, ladang dan hewan ternak.

Sampai akhirnya semuanya benar-benar tertutup air. Orang-orang yang tersisa menggapai-gapaikan tangannya mencari pertolongan. Termasuk istri dan putra Nabi Nuh, si Kan'an. 

"Sinilah istri dan anakku, mari kita berkumpul di kapal ini" seru Nabi Nuh sambil berusaha menggapai tangan istri dan anaknya. 

"Tidak, kami tidak mau. Kami akan menyelamatkan diri ke bukit itu." Tolak Kan'an dengan angkuhnya. Gelombang besar seketika menelan Kan'an dan ibunya. Nabi Nuh selamat beserta semua yang bersedia naik ke atas kapan dan beriman ke Allah SWT dab Nabi Nuh AS.

***

Ririn: "Kenapa anaknya Nabi Nuh kok gak ikut naik ke atas kapal ya Mi... Kan enak ketemu ayahnya lagi dan bisa bersama-sama"

Umi: "Itulah uniknya hidayah, Rin. Hanya Allah yang kasih. Anak nabi sekalipun bisa luput dari kasih sayang Allah"

Ririn: "Hidayah itu apa, Mi?

Umi: "Petunjuk dari Allah yang diberikan ke dalam hati manusia, agar ia beriman dan berbuat baik di jalan Allah"

Ririn: "Hmm, semoga kita semua selalu dapat hidayah ya Mi"

Umi: "Aamiin yaa robbal 'aalamiin"

#Day13
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#MembangunKarakterAnakLewatDongeng
#GrabYourImagination
#Day185
#SehariSatuTulisan
#KLIP

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Dongeng 13: Nabi Nuh Dan Kapal Raksasanya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel