Dongeng 14: Kisah Boba Si Pekerja Keras

Sumber gambar: Dongeng Cerita Rakyat


Dahulu kala hiduplah seorang ayah yang tua renta bersama ketiga putranya. Bambo, Babo dan Boba. Si ayah sudah sakit-sakitan dan sepertinya akan menemui ajalnya. Dipanggilnyalah ketiga anak laki-laki kesayangannya, ia akan memberikan petuah perpisahan sebagai petunjuk jalan bagi hidup anak-anaknya.

"Anakku.. huk huk... ingatlah pesan ayah ini, katanya dengan suara yang lemah sembari terbatuk-batuk. Jangan pergi bekerja di bawah sinar matahari dan makanlah ikan seribu mata. Dua hal itu akan membawamu kepada kesuksesan dan kekayaan.. huk..hukkkk" Sang ayah menghentikan kalimatnya, dan... menghembuskan napas terakhirnya dengan tenang. "Ayaahhhh....!!!" seru ketiganya dengan sedih.

Selepas wafatnya ayah mereka, ketiga abang beradik ini pun memulai hidup masing-masing dengan bagian harta warisan yang telah dipersiapkan almarhum ayahnya semasa hidup. Adapun Bambo si anak sulung memfoya-foyakan harta peninggalan ayahnya. Ia tak mau pergi bekerja karena ia memahami pesan ayahnya untuk tidak bekerja di bawah sinar mentari.

Anak kedua, Babo sakit-sakitan karena kurus kering. Ia memaknai pesan ayahnya harus memakan ikan seribu mata. Ia telah menjelajah ke seluruh pelosok negeri untuk mendapatkan ikan yang dimaksud sang ayah, tetapi hasilnya nihil. Harta ayahnya pun perlahan habis demi untuk membiayai pengobatan Babo.

Anak ketiga, Boba, sukses menjadi orang yang kaya raya. Mengapa Boba bisa mencapai keinginan dan harapan ayahnya sementara Bambo dan Babo tidak? Kuncinya ternyata pada interpretasi terhadap petuah sang ayah.

Janganlah pergi bekerja di bawah sinar matahari, Boba mengartikannya berangkat kerja pada subuh hari, yaitu saat matahari belum terbit. Sehingga ia bisa mengelola ladangnya, mengurus peternakan dengan waktu yang lebih dahulu ketimbang orang lain. Ia pun pulang setelah matahari tenggelam. Tampak ia sangat giat dalam bekerja.

Kemudian, makanlah ikan bermata seribu. Boba menerjemahkannya dengan makan dengan lauk ikan teri. Bukankah teri nasi jika dikumpulkan menjadi ikan bermata banyak. Dengan makan ikan teri ia bisa menghemat biaya konsumsi dan menjadi lebih kuat untuk bekerja. Karena khasiat teri nasi mengandung kalsium yang dapat memperkuat tulang dan gigi.

Demikianlah kunci kesuksesan si Boba si pekerja keras hingga ia dapat menjadi pengusaha yang kaya raya dan sehat sentosa.

***

Ririn menyimak dongeng dengan saksama. Sesekali ia tertawa sebab Bambo, Babo dan Boba sebenarnya adalah nama panggilan kesayangan yang selalu kami ganti-ganti (saking gemasnya), untuk si adik bungsu Faid Ahmad Rausyan. Kadang kami memanggilnya Faid, kadang Rausyan, Ocean, Ousyan, Osyan, Osan, Gedambo, Gedumbing, Bambo, Babo, Abo dan yang terkini, Boba.

Sumber gambar: dokumentasi pribadi

#Day14
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#MembangunKarakterAnakLewatDongeng
#GrabYourImagination
#Day186
#SehariSatuTulisan
#KLIP

Berlangganan update artikel terbaru via email:

25 Komentar untuk "Dongeng 14: Kisah Boba Si Pekerja Keras"

  1. Yes kak, udah pernah baca cerita ini.
    Tapi selalu suka dengan pengajaran di dalamnya..
    anak-anak mmemang suka sekali dongeng ya kak..
    kadang awak suka juga ngarang cerita biar gampang ngasih nasehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. kl versi aslinya cerita dr Tiongkok kl gak salah. Trus ada satu lg pesan ayahnya tp apa yaa tetiba kok lupa tadi. Mknya seingatnya aja nih

      Hapus
  2. Byk kali ya nama panggilannya kak haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaa saking geramnyalah tu, Elsa... Sama si Boba kamii... Geram³...

      Hapus
  3. Aku simpan ah ini untuk anakku,kadang kehabisan cerita sih, nanti malam langsung coba praktikkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyepp, anak yg srg didongengin insyaallah makin pinterrrr

      Hapus
  4. Boba itu bukannya bulir2 hitam di minuman chatime hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahaha... Betul juga yaa.. bubble, boba² gituu bulet kecil² .. kyaa udah mirip si boba kami. Buldep mgkin udah berubah lg namanya kami buat, wkwk (keluarga yg anehπŸ˜…)

      Hapus
  5. Banyak kali nama lain anak kakak πŸ˜‚ tapi dongengnya penuh hikmah πŸ’•

    BalasHapus
    Balasan
    1. tp saking gemesnyaa sama si Ocean ituhh, Buk Zee

      Hapus
  6. Kok sama ya judulnya sama cerita yang ditulis anak kakak. Tapi beda isi nya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. oya? tlg copas kan link nya lah Kak kl ada, jd pingin baca juga eikeh hehe

      Hapus
  7. Untuk dogeng begini, kalau kau ditutup dengan sesi pengambilan hikmah. Karena anak-anak sering masih kesulitan menemukan bahasa-bahasa kiasan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kau= kami. xixiix..maafkan typo kk

      Hapus
    2. iyepp lesson learned nya memang wajib ada agar gak cuma cerita numpang lewat

      Hapus
  8. Salam buat Boba ya kak πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boba mau ganti nama lagi bulan Agustus, ada usulan? wkwk

      Hapus
  9. Kak, teri nasi mahal lho harganya. Hehehe

    Ilmu yang sangat bagus deh.

    Panggilan Ocean untuk Faid Ahmad Rausyan, keren deh kak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. emberr, teri nasi 150k/kg nya huhuu. Iya memang Bg Alfie... nama yg tetap konsisten ya Ocean ituhh hehe yg lain kan pelengkap penderitahhh hehe

      Hapus
  10. Kak, teri nasi mahal lho harganya. Hehehe

    Ilmu yang sangat bagus deh.

    Panggilan Ocean untuk Faid Ahmad Rausyan, keren deh kak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks afirmasinya ya, jd keukeh Ocean ajadeh nickname yh paling pas

      Hapus
  11. Asik. Ada bahan buat dongeng hari ini. Makasih kaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah kl ada faedahnya yaa... soalnya nama anakku faid so ya mesti ada faidah nya dong yaa ceritanya (apasih)

      Hapus
  12. Setuju ama bg alfi, teri mahal lho.. wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaa kl di pajak ikan teri kan ada macam-macamnya loh, Mak... yg 150k/kg ada, biasanya tuh utk oleh2 org Medan kl ke Jekardah. Trus yg murah meriah muntah pun ada, wkwk jd kek ada kelas2nya juga teri nasi nehh

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel