Dongeng 7: Harimau E*k

Satu lagi dongeng yang legend bagi buah hati kami adalah dongeng Harimau E*k (BAB). Yang punya dongeng ini adalah ayahnya anak-anak alias suami tercinta saya.

Kalau sudah time to sleep dan giliran ayah yang mendongeng, mulailah anak-anak mengambil tempat ternyaman sambil ketawa-ketiwi. Karena ayah mereka biasanya cuma punya stok tiga buah dongeng. Kisah Nabi Nuh AS (versi ayah), Semut Angkrang (mungkin maksudnya Rangrang ya, hihi), dan tentu saja Harimau E*k ini.

Penggemar berat dongeng ini adalah si sulung Rara. Bahkan dulu biar gampang, selalu mengatakan, "Yah, Harimau E*k ya..." atau "Yah, Semut Angkrang..."


Sumber gambar: Clipart-Library

Ceritanya begini,

Zaman dahulu hiduplah seekor harimau yang sangat ditakuti seisi hutan. Aumannya yang kuat dan cakarnya yang setajam pisau membuat semua hewan bergeming karena takut dimangsa. Larinya sangat kencang. Target buruan seakan sudah terkunci dan pasti tak akan terlewat dari cengkeramannya.

Mendengar suaranya saja para binatang sudah gemetaran. "AUUMMMMM...!!!" sebisa mungkin hewan-hewan bersembunyi di tempat terdekat.

Suatu hari rimba belantara dihebohkan dengan jeritan sang macan. Kali ini aumannya terdengar berbeda. Hmm, kenapa ya si jagoan itu? Demikian sebagian pikiran binatang lain menduga-duga.

Ooh...ternyata si harimau sedang sakit perut. Tampak ia sangat kesakitan dan memegangi perutnya. Harimau sampai berguling-guling meringis menahan perih. Pasti ia salah memakan mangsa. Gak mungkin, kan harimau jajan sembarangn. Di tengah hutan tak ada yang menjual bakso kojek dengan saus sambal kiloan, hehe.

Harimau yang terkenal perkasa pada akhirnya menyerah pada sakit perut. Tidak ada yang perlu disombongkan. Bahkan harimau yang hebat saja bisa mengalami rasa sakit. Hanya karena tidak bisa buang air besar, urusannya jadi menyakitkan.

Apa karena harimau jarang mengonsumsi makanan berserat ya... makannya daging melulu sih, hehe. Tapi kan makanan harimau memang begitu Allah ciptakan. So, tidak ada yang salah kan, sebenarnya.


***


Diceritakan kembali untuk Ririn tetapi Ririn maunya yang versi ayah. Katanya lebih lucu karena ada peraga mimik wajah harimau yang lagi ngeden, haha. Pelajaran moralnya, sekuat apapun diri kita, pastilah memiliki titik lemah.

Maka banyak-banyaklah berbuat baik kepada orang lain. Dan, harus mau makan sayur dan buah ya, agar tidak sembelit seperti si harimau, hehe.


#Day7
#Level10
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination
#MembangunKarakterAnakLewatDongeng

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Dongeng 7: Harimau E*k"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel