Anak Dan Fitrah Seksualitasnya



Memandangi foto tahun lalu ini hati saya gerimis. Betapa berbahagianya Rara putri sulung kami waktu itu, bisa berjumpa dengan kakeknya. 

Saat adik-adiknya masih rebutan berjalan duluan di bandara SSK II Pekanbaru waktu itu, dan belum sampai meraih Atok, Rara yang terdepan menghambur, menyalami dan memeluk. 

Keakraban di momen ini tak pelak langsung saja saya abadikan meski sedang menggendong si kecil Rausyan yang saat itu baru hitungan bulan. Senangnya Rara tidak bisa ditumpahkan semua dengan kata-kata. 

Ketika saya memperlihatkan foto, spontan bibirnya mengulas senyum. Meski sosok ayah saya ini tak akan pernah dilihatnya lagi di dunia, ia sangat hapal tiap potong kenangan yang pernah dilaluinya bersama Atok.

Rara and her bodyguards, Atok dan Ayahnya, di samping kiri dan kanan. Dua lelaki penting dalam hidup saya. Dalam hidup Rara juga tentunya. Mereka memiliki kesamaan, penyayang anak, pecinta bocah. Meski memang seharusnya demikian, tapi bagi beliau berdua ini permintaan anak bagaikan titah atasan. Walaupun ada syarat dan ketentuan berlaku-nya.

Mereka ini pengawal putra-putrinya, the bodyguard, pelindung keluarganya, penanggungjawab pendidikan anak-anaknya, dan sederet fatherhood yang melekat pada dirinya. Jadi teringat nyanyian Rara saat masih duduk di bangku TK:

"Pahlawan keluargaku
Dengan bismillah ayahku bekerja
Tetes keringatnya bagai mutiara
Bagi keluargaku..."

Rara, senandung kita sama, Nak. Ayahku, pahlawanku. 😥😥

#Day3
#FitrahSeksualitas
#Gamelevel11
#KuliahBunsayIIP
#Day197
#SehariSatuTulisan
#KLIP





Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Anak Dan Fitrah Seksualitasnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel