Saya Perempuan Dan Dia Lelaki


Kelas Bunsay Aceh Sumut Batam
Dini hari sehabis shalat tahajjud begini saya baru memiliki waktu luang menuliskan resume topik hari pertama Gamelevel 11 Kelas Bunsay. Tadi sore saat diskusi Kelompok I digelar, saya hanya menyimak saja. Pikiran masih dipenuhi hal-hal terkait rutinitas harian, tidak fokus. 

Pemahaman perbedaan gender ini penting untuk diperoleh. Karena membahas tentang seksualitas bertitik tolak dari jenis kelamin. Ibu perempuan dan ayah lelaki.




Slide by Kelompok 1




 Resume:

1. Gender berbeda dengan jenis kelamin. Perbedaannya: 

- gender itu terkait perbedaan peran, fungsi dan tanggung jawab, sedangkan jenis kelamin terkait dengan perbedaan organ biologis, khususnya reproduksi. 
- gender itu bersifat nonkodrati, jadi dapat berubah dan dapat ditukar, tergantung budaya, tempat dan waktu. Sementara jenis kelamin itu given, tidak dapat diubah, tidak dapat ditukar dan berlaku selamanya.

2. Secara fisik dapat dibedakan bahwa laki-laki itu bisa menghasilkan sperma, memiliki penis, jakun, jenggot dan kumis, berbadan tegap, dan bersuara bariton. Sedangkan pada perempuan, memiliki vagina, rahim, dapat menghasilkan sel telur, haid, hamil, melahirkan dan menyusui.

3. Mengenai sifat, perempuan dikenal lemah lembut, mengedepankan emosional, dan keibuan. Sementara laki-laki dianggap kuat, berani, lebih rasional dan sederet maskulinitas lainnya. 

4. Sifat-sifat umum laki-laki dan perempuan nonkodrati, dapat berubah. Tak jarang ditemui ada laki-laki yang emosional dan lembut, sebaliknya ada pula perempuan yang rasional dan kuat seperti lelaki. Hal ini tergantung pola asuh keluarga, pendidikan dan lingkungan.

5. Manfaat memahamkan perbedaan gender pada anak adalah:
a. anak menyadari identitas dirinya sejak dini, saya perempuan dan adiknya lelaki.
b. agar anak kelak berperan sesuai fitrahnya di kancah masyarakat luas.
c. sarana mengenalkan dan melatih tanggung jawab
d. bersikap dan bertindak dengan tepat tanpa mencederai fitrah dan norma yang berlaku.

6. Pemahaman yang ditanamkan dalam keluarga:
a. saling menghargai peran dan identitas masing-masing, misalnya perbedaan toilet.
b. berkarya sesuai passion tanpa merendahkan yang lain berdasarkan jenis kelamin (laki-laki boleh menjadi koki, perempuan menjadi polisi.
c. beribadah sesuai jenis kelamin masing-masing. Laki-laki pakai peci, perempuan memakai mukena.
6. Allah SWT telah menciptakan alam semesta dan segala isinya dengan keserasian dan kesempurnaan.

 #Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP
#Day195
#SehariSatuTulisan
#KLIP

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Saya Perempuan Dan Dia Lelaki"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel