Menulis Harus Ada Isinya



Menulis memang menyenangkan. Dengan menulis kita bisa menembus zona waktu. Kembali ke masa lalu, berselancar di masa kini bahkan memprediksi sesuatu di masa depan. Saat ini sedang demam literasi. Perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi mengondisikan pengguna alat komunikasi lebih banyak menuliskan maksud dan tujuan daripada bertelepon secara langsung.

Banyak tulisan tersebar di grup-grup pertemanan seperti Whatsapp dan Telegram. Namun sayang masih sedikit yang percaya diri menyebarkan tulisan orisinil buatannya sendiri ke grup-grup demikian. Orang lebih suka membagikan kembali tulisan orang lain daripada menuliskannya sendiri.

Mungkin ada rasa malu memosting hasil goresan pena sendiri daripada mengunggah video-video lucu. Hal ini didukung pula dengan respons rekan-rekannya yang lebih senang  mengapresiasi postingan orang lain atau meme lucu ketimbang tulisan rekan sendiri.

Sebenarnya minimnya apresiasi bisa dimaklumi dan tidak menjadi suatu persoalan. Di zaman serbasibuk seperti sekarang ini orang fokus ke pekerjaannya masing-masing, hal yang dianggap membuang-buang waktu mengomentari tulisan teman. Di samping alasan sibuk, satu lagi alasan pragmatis, memangnya dapat apa sih, tidak dibayar juga, hehe.

Sebaiknya tetap produktif menghasilkan tulisan demi tulisan. Tak peduli seberapa banyak orang akan membaca karyamu atau tidak juga naik cetak menjadi buku. Yang penting diperhatikan adalah menulis harus ada isinya. Mengawali niat menulis sebanyak-banyaknya untuk menebar kebaikan sesering-seringnya.

Beberapa hal yang ada baiknya dipertimbangkan agar tulisan ada isinya. Yang pertama, cari sumber referensi yang tepercaya. Sehingga pembaca merasa tidak membaca bualan penulis semata, tetapi jelas sumbernya. Yang kedua, buatlah dengan kata yang populer, mudah dipahami pembaca pada umumnya.

Tulisan yang menarik namun penuh 'bahasa-bahasa planet', akan mengurangi minat pembaca menuntaskan membacanya. Yang terakhir, menulislah dengan segenap hati. Sebagaimana lirik nasyid Raihan di tahun 2000-an silam, sesuatu yang berasal dari hati maka akan sampai ke hati pula. Well, selamat menikmati proses membiasakan menulis.

Salam literasi

Sumber foto: Google

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Menulis Harus Ada Isinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel