Ririn Anak Salehah


Ririn turun tergopoh-gopoh dari becak antar-jemputnya. Langsung menghambur memeluk umi. "Hmm, Was anything happen?", tebak saya dalam hati.

"Mi... adek minta maaf ya, udah bilang ah lebih dari tiga kali sama umi. Sebagai gantinya ini ada nilai 100 ulangan PKN." Seru my princess ini sembari mengulurkan sehelai kertas bertanda angka sempurna.

Saya jongkok memendekkan badan agar mata bersejajar dengan binar indera penglihatnya yang berselaput ragu. Sambil tersenyum saya merengkuh gadis cilik ini ke dalam pelukan.

"Alhamdulillahirabbil 'aalamiin. Umi bahagiaaa kali Kak Adek berusaha jadi anak saleh. Makasih ya Nak."

Saya tak ingin mengorek info darinya tentang dari mana ia "tersadar" pentingnya berkata yang mulia pada ibu. Saya sendiri juga pernah menjelaskan hal tersebut saat mendongeng sebelum anak-anak terlelap.

Biarlah suasana syahdu yang tercipta antara saya dan Ririn seperti ini kami nikmati dahulu.

Jalan panjang mendidik anak, meningkatkan kecerdasan yang tak hanya dari segi intelektualnya, namun juga emosi dan spiritualnya, akan terus berlanjut. Agar kelak ia sukses menjalani kehidupannya di masa depan.

Salam buprof

#harike9
#gamelevel3
#kuliahbundasayang
#familyproject
#myfamilymyproject

Keterangan:

1. Sholeh, shalih, saleh, yang sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia, saleh. Meski kadang saya bandel juga, tetap lebih suka yang sesuai dengan pelafalannya, sholeh.

2. Ririn menyematkan kata adek untuk dirinya sebab ia hampir 7 tahun menyandang status anak bungsu.

Maka tak begitu saja melepaskan sapaan adek untuk dirinya. Karena ia sudah punya adik, jadilah panggilannya kak adek, si kakak yang sudah beradik.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Ririn Anak Salehah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel