Pemutaran Dan Diskusi Film Hasil Restorasi "Bintang Ketjil"

2 September 2019 lalu saya diminta mengonfirmasi kehadiran untuk turut menghadiri pemutaran dan diskusi film hasil restorasi Bintang Ketjil. Wah, senang sekali bisa terpilih dan menonton gratis perdana film legendaris Bintang Ketjil. Mungkin zamannya ayah dan ibu saya yang familiar dengan film besutan Wim Umboh dan Misbach Jusa Biran ini. Film bertemakan keluarga ini dirilis pada tahun 1963.




Film untuk semua usia ini direstorasi oleh anak bangsa sendiri. Restorasi berarti memulihkan, menyelamatkan dari kemusnahan. Merestorasi film, mengubah gulungan seluloid film menjadi digital sehingga selamat dari kerusakan. Butuh biaya hingga Rp. 1,7 Milyar dan waktu sekitar lima puluh hari untuk merestorasi film berkualitas ini.


Film Bintang Ketjil / dokpri


Pemutaran film di CGV Cinema, lantai 3, Focal Point Medan. Semua seat terisi penuh, mayoritas siswa SD, SMP dan SMA. Ada juga para mahasiswa dan dosen FIB USU, pengamat film, komunitas film medan, berbagai komunitas termasuk Komunitas Emak Blogger Medan.


Acara ini diselenggarakan Pusbangfilm (Pusat Pengembangan perfilman) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Yayasan Manuprojectpro Indonesia. Digelar di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Medan. Film ini merupakan hasil restorasi ketiga setelah film Darah dan Doa, Pagar Kawat Berduri. Kita patut bersyukur anak bangsa telah mampu merestorasi film di negeri sendiri mengingat film-film sebelumnya direstorasi di Singapura.



Bintang Ketjil bercerita tentang dua anak perempuan bertetangga yang ingin sekali pergi ke kebun binatang. Namun karena kesibukan orang tua mereka, sehingga tidak bisa memenuhi janji. Akhirnya kedua anak ini mencari cara sendiri untuk sampai ke kebun binatang. Dalam perjalanannya berjumpa dengan seorang anak laki-laki penyemir sepatu yang baik. Sayangnya, informasi yang sampai di telinga orang tua mereka, anak-anak manis ini diculik.

Bagaimana cerita selanjutnya, silakan menonton trailer-nya dahulu dan filmnya sendiri bisa disaksikan mulai tahun depan di seluruh Indonesia.



Saya pribadi cukup terpukau dengan film ini. Dari segi plot, watak tokoh, akting, sense of humor, sinematografi dan yang paling penting adalah pesan moralnya, film lawas ini cukup relevan meski disaksikan di abad milenial zaman now. Apalagi para sutradaranya idealis, keukeuh mengikuti pakem pembuatan film yang baik. Bahkan almarhum Misbach Jusa Biran rela undur diri dari jagad penyutradaraan film saat genre-genre film pada masa itu berubah ke arah yang berkonten pornografi.

Saya terharu mengetahui hal ini. Semoga kedepannya tumbuh Wim Umboh dan Misbach baru di perfilman nasional. Agar film-film ramah anak, sarat edukasi dan pencerahan seperti Bintang Ketjil ini dapat hadir memperkaya wawasan anak bangsa. Semoga.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

45 Komentar untuk "Pemutaran Dan Diskusi Film Hasil Restorasi "Bintang Ketjil""

  1. Wuih, mantap. Aku baru dengar film Bintang Ketjil. tapi bisa nonton filmnya hasil restorasinya jadi kualitas filmnya enak buat ditonton. Kalau aku nonton film jadul suka, senyum2 sendiri, apalagi kalau berhubungan dengan fashionnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nonton deh Mas, lucu dialognya. Trus bs jalan² keliling Jakarta tempo doeloe jg lohh... Saya kayaknya pingin nonton skali lg deh.

      Hapus
  2. Bagus kayaknya nih ceritanya film Bintang Ketjil ini, sederhana tapi mengena banget.

    Jadi pengen nonton deh :)
    Ini rekomendasi buat anak juga ya :)

    Secara buat mamak-mamak berbayi dan beranak kayak saya, bahkan mau nonton film pun kudu nyesuaikan anak hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Filmnya SU, Mbak Rey, Semua Umur. Dari scene yang satu ke scene yg lain suka ada adegan atau dialog yg menggelitik gitu, lucu deh 😊😊

      Hapus
  3. Haha, Jujur kak mia.. Awak belum pernah dengar film ini. Tapi kalo sutradara nya sudah pasti tau.
    Suaminya nani wijaya, artis senior. ♥

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kkpun kl gak nonton gak tau jugaklah, hihi... Tp ada yg perlu didiskusikan ttg isi film ini. Nantila kl pas kita kopdaran.

      Hapus
    2. Awak juga ndak tau film ini versi lamanya.
      Padahal dulu awak penggemar film pas anak2.

      Ndak pernah ya film jadulnya tiputer di televisi?

      Hapus
    3. Katanya pernah di TVRI. Tapi filmnya tetap sama kok walaupun direstorasi.

      Hapus
  4. Ini termasuk lterasi digital ya kk, dan memang seharusnya semakin banyak film mendidik seperti ini untuk anak-anak. Bukan malah tentang cinta-cintaan saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak tau nih film yg bagus bisa hoki apa gak.

      Hapus
  5. Wow, nominal yang enggak main-main ya untuk restorasi film. Wajar, ini salah satu harta perfilman Indonesia juga ya, semua generasi wajib nonton.
    Uhh baru tau saya, dan jadi pengen nonton jugaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena cermin budaya bangsa di masa itu juga Mbak. Jadinya sayang kalau lenyap begitu saja

      Hapus
  6. Luar biasa!
    Harus kita apresiasi nih upaya untuk merestorasi film.
    MAJU TERUS perfilman Indonesiaaaaaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah ada pilihan film yang ramah anak lagi. Dengan adanya restorasi film ini, berarti dulu banyak yang suka. Jadi pengen nonton juga kak.

    BalasHapus
  8. Restorasi berbeda dg remake. Tp memang karena merestorasi itu biayanya selangit, jadinya hanya film² berkualitas yg diselamatkan. Termasuk Bintang Ketjil ini

    BalasHapus
  9. Bagus juga ya kalau bikin restorasi gini, tapi kalau ngeliat biaya begitu besar itu kok jadi tanda tanya, apa kira2 tetap menarik ya filmnya itu setelah direstorasi mengingat sekarang udah nggak jamannya lagi? Tapi ... gimanapun hasilnya patut diacungi jempol buat Pusbangfilm, semoga sesuai dengan yang diharapkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menariknya, pembuatan film ini taat dg standar film yg berkualitas. Gak asal jadi aja apalagi demi tembus berapa juta penonton atau pesanan pihak tertentu.

      Hapus
  10. Aku baru tahu nih kak...biasanya cuma lagu saja...ternyata udah lama juga ya 1963

    BalasHapus
  11. Saya baru tau ada film Bintang Ketjil, Mbak. Mungkin pernah di putar di TVRI, hanya saya tidak sempat nontonnya. Apalagi film pas untuk anak-anak, jadi bisa saya pelajari juga. Dan harapannya, semoga semakin banyak film yang pas buat anak-anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pernah gak ya.. diputar di TVRI... Gak tau juga sih, hehe

      Hapus
  12. Saya baru tahu kalau ada film bintang ketjil. Dan sepertinya film ini bagus untuk anak-anak, banyak nilai moralnya untuk anak. Baik lah weekend saya ajak anak-anak untuk nonton film bintang ketjil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tahun ini belum ada kayaknya Mbak... Insyaallah tahun depan br bisa masuk bioskop² tanah air. #CMIIW

      Hapus
  13. Bangga saya saat tahu film Bintang Ketjil biaya restorasinya hingga Rp. 1,7 Milyar dan duperlukan waktu sekitar lima puluh hari untuk merestorasi film berkualitas ini yang dilakukan di dalam negeri.
    Enggak sabar nunggu tahun depan tayang . Pengin nonton ajak anak-anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Dian, filmnya lucu, tiap dialog atau gerak-gerik menggemaskan

      Hapus
  14. Film lawas tapi aku belum pernah denger dan tau sih, tapi salut juga ya bisa merawat karya lama hingga bisa dinikmati sampai saat ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemeran utamanya ikut nonton tuh, Mbak. Pak Nana Awaluddin sebagai Nana, si anak penyemir sepatu. Sekarang udah kakek²

      Hapus
  15. Baru tau klo pusbangfilm yg juga perhatiin film, klo bintang ketjil ini udah ada di theater ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut info pas diskusinya sih tahun depan, Mbak

      Hapus
  16. Semoga kehadiran film bintang ketjil bisa memperkaya wawasan anak bangsa. Mahal juga ya biaya restorasinya btw.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Demi sebuah aset bangsa, saya kira worth it-lah

      Hapus
  17. Wah, enak banget mba, aku ga tahu ada info film ini, andai tahu aku pasti daftar nonton

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak... Karena tempat terbatas jadi cepet²an ngisi form kemaren itu

      Hapus
  18. ini yang kemarin ramai trailernya itu kan, menarik banget filmnya karena beberapa potongan trailernya muncul di explore igeh waktu itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak sabar juga mau membahas film Hayya ya, Mas. Pasti lebih bagus lagi kayaknya.

      Hapus
  19. Kayanya waktu itu ada juga deh pemutaran di CGV Jakarta tapi aku gak sempat hadir. Kepo sih sama film zaman old kaya gini apalagi sama sineas dibalik layarnya*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sutradaranya idealis, Mas... Gak mau terpengaruh bikin film esek² yg lg mainstream di jalan itu. Maunya bikin yg bagus aja

      Hapus
  20. Film -film Indonesia tahun 60-70 itu emang luar biasa banget.Pemainya Sutradaranya Editorya pokoknya top.Gak sabar nonton Bintang Ketjil di bioskop

    BalasHapus
  21. Wah saya baru dengar ada film ini. Mungkin film jadul yang dulu saya belum tahu mengenai film kali ya. dan seneng lagi begitu tahu filmnya bisa ditonton tahun depan. jadi pengen nonton deh.

    BalasHapus
  22. numpang promote ya min ^^
    Ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
    hanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
    ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
    untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
    terimakasih ya waktunya ^.^

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel