Cara Memandu Bakat Anak Dengan Ragam Aktivitas

Membaca banyak artikel parenting di blog Mutia Ramadhani, saya jadi terinspirasi menuliskan tentang cara memandu bakat anak. Orang tua adalah segala-galanya bagi anak, bahkan bagi mereka, ayah dan bunda adalah dunianya. maka sudah menjadi kewajiban kita untuk merawat dan memberikan pendidikan terbaik bagi anak, termasuk memandu bakatnya. By the way, orang tua jangan asal marah pada anaknya, begini cara mengendalikan emosi sebelum memarahi anak.

Memandu Bakat Anak


Apa itu bakat?

Menurut KBBI, bakat diartikan sebagai sifat pembawaan. Bakat adalah sifat unik yang dihadiahkan oleh Allah SWT kepada manusia, yang nantinya dapat diarahkan menjadi aktivitas yang produktif.

Di masa sekarang ini orang tua umumnya mengartikan bakat sebagai suatu kemampuan yang bersifat fisik. Misalnya, melihat anak yang pandai melukis maka pikiran kita langsung menyimpulkan bahwa anak tersebut pasti berbakat dalam bidang melukis. Demikian juga bernyanyi, main piano, balet dan berenang.

Lalu bagaimana dengan anak yang tidak kelihatan secara fisik kepandaiannya? Apakah ia digolongkan sebagai anak yang tidak berbakat? Nah, ini yang akan kita bahas di artikel kali ini. Sehingga penting memahami definisi awal bakal sebagai sifat pembawaan, lalu mengaitkannya dengan fitrah dari Sang Pencipta untuk ananda. Tentu ada maksud dan tujuan di balik pemberian-Nya yang harus ayah dan ibu temukan.

Teman-teman pasti familier dengan Talents Mapping, bukan? Sebelum kita memandu bakat anak, coba dicontohkan terlebih dahulu bakat kita, ibunya. Pendekatan Talents Mapping mengajak kita melihat definisi bakat sebagai potensi bawaan yang dimiliki manusia, yang terkonfirmasi pada berbagai aktivitas yang berulang-ulang dan dapat dimanfaatkan untuk produktivitas.

Poin produktivitas inilah yang menjadi tujuan utama dari Talents Mapping, yaitu memetakan bakat dalam rangka mengetahui kekuatan dan kelemahan diri kita, sehingga akan lebih mudah memfasilitasinya menuju sebuah peran hidup yang produktif.

Mengapa harus menggunakan Talents Mapping? Menurut Lina Prihatin, home educator dari Ibu Profesional Kalimantan Selatan, sebenarnya tidak harus pakai Talents Mapping. Melalui pendekatan sederhana, dengan konfirmasi diri untuk mendeteksi aktivitas yang "gue banget", hal-hal yang sangat kita minati, membuat kita tidak pernah bosan menjalaninya.

Ilustrasi ibu dan anak / RealitaRelita

Semakin ditekuni malah semakin menyehatkan rasanya, semakin segar bugar jasmani ini. Semakin merasa berbahagia ruh ini. Insyaallah itulah bakat yang merupakan titipan pesan ilahi sebagai peran hidup kita di dunia ini.

Talents Mapping merupakan konsep yang paling rasional dan telah mengalami riset yang dikembangkan oleh Gallup Organization. Pendekatan yang digunakan sebanyak 34 tema bakat Donald Cliffton, yang meneliti sifat-sifat potensial pada diri manusia, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas kinerja seseorang.

Memahami bakat sama artinya dengan kita mengenali kembali diri kita, demikian pula anak-anak kita. Memahami bakat anak sama dengan berusaha mengenali secara detil mengenai apa yang disukai dan tidak disukai oleh anak.

Proses mengenal ini bukan perkara sepele namun bukan berarti sangat sulit sehingga tidak bisa dilakukan. Untuk itulah penting untuk mengetahui cara memandu bakat anak dengan ragam aktivitas.

Optimalkan Kekuatan Siasati Kelemahan

Pemetaan bakat mensyaratkan mindset dasar yang harus dibangun yaitu optimalkan kekuatan, siasati kelemahan.

Asahlah kapak pada sisi tajamnya (Abah Rama Royani)

Bakat adalah sifat pembawaan yang ada pada diri seseorang dan dapat diarahkan untuk aktivitas produktif. Sifat ini sangat unik, sebagaimana asalnya manusia diciptakan dengan keunikannya masing-masing.

Bakat akan sangat mudah dikenali melalui aktivitas berulang, beragam, dan bertemu dengan banyak narasumber. Sehingga dari interaksi itu diharapkan ibu akan merancang aktivitas anak berdasarkan minat dan bakatnya.

Steemit

Mengenali Bakat Anak

Agar dapat memandu bakat anak, tentunya kita harus mengenali dulu bakat anak. Data ini adalah data perdana yang menjadi bahan observasi potensi kekuatan anak.

Rumusnya:

Observasi sifat-sifat --> Petakan potensi


Pijakan dalam proses mengenali dan memandu bakat anak adalah sebagai berikut:

  1. Gunakanlah bahasa bakat. Samakan frekuensi bahasa ke dalam bahasa bakat. Harapannya untuk memudahkan kita menemukannya. Dalam hal ini bisa menggunakan konsep Pandu 45 yang digagas dan dikembangkan Septi Peni Wulandani dan Dodik Mariyanto. Pandu 45 adalah sebuah panduan untuk memahami bakat anak dengan mengeksplorasi 45 aktivitas potensi kekuatan berbasis aktivitas yang beragam. Silakan meluangkan waktu dengan membacanya di link ebook Pandu 45.
  2. Tuliskan sifat dominan dan aktivitas anak dalam 3 (tiga) bulan terakhir, analisis aktivitas tersebut dan mulai menamainya dengan bahasa bakat.
  3. Bergeraklah, fasilitasi dugaan sementara bakat anak, uji coba, sadarkan potensinya, konfirmasi dan berikan ragam aktivitas agar anak semakin kaya stimulasi. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan anak dengan memenuhi kuadran 4E (enjoy, easy, excellent, earn), itulah yang membentuk konfigurasi bakatnya. 
Facebook YoungHRD


Tahap Observasi Bakat Sesuai Usia

Adapun tahap observasi bakat per usia adalah sebagai berikut:
  • 0 - 6 tahun: mengamati keunikan fisik dan sifat alami anak
  • 7 -10 tahun: mengondisikan anak mulai sadar terhadap potensi dirinya
  • 10 - 14 tahun: menguji potensi tersebut (konsistensi, gairah/semangat, memenuhi 4E atau tidak)
  • 15 - 17 tahun: menajamkan potensi
  • 18 tahun ke atas: mengonfirmasi dan memastikan bakat anak
Misalnya anak saya yang bungsu, masih berusia 3 tahun maka saya dalam tahap mengamati keunikan fisik dan alami anak. Ocean sangat suka dengan ban mobil-mobilannya. Baginya mobil tidak akan ada artinya jika bannya tidak berputar.

Matanya akan berbinar-binar jika sedang menjalankan mobil-mobilannya dan memperhatikan betul perputaran rodanya di atas lantai. Energinya seakan tak pernah habis jika dalam kondisi demikian hingga terkadang ia tertidur sambil memegang mainannya itu.

My Ocean / dokpri

Saya tidak bisa terburu-buru menyimpulkan bakat Ocean adalah activator, focus atau maximizer, misalnya, sebab usia Ocean yang masih tiga tahun. Masa sedang aktif-aktifnya mengeksplorasi dunia di sekelilingnya. Lebih baik dibiarkan saja senatural mungkin. Belum saatnya membuat settingan, khawatir hasilnya adalah "mimpi bunda" yang belum tentu menjadi mimpi si anak.

Saat ini lebih disarankan membuatkan jurnal kegiatan anak dengan catatan sederhana dan mudah dipahami. Nantinya catatan kecil ini akan bermanfaat untuk memetakan bakat anak di saat yang tepat. Gimana para bunda... siap belajar terus mengenali dan memandu bakat anak? Semangat!

Salam,





Referensi:
Kulwap Memandu Bakat Anak bersama Lina Prihatin IP Kalsel
ebook Pandu 45 Septi Peni Wulandani dan Dodik Mariyanto
AB Home Diena Syarifah


Berlangganan update artikel terbaru via email:

39 Responses to "Cara Memandu Bakat Anak Dengan Ragam Aktivitas"

  1. Mau tahu cara membuat jurnal kegiatan anak dengan catatan sederhana ala bundaMia dlu😁 biar saya lebih paham ilmu parenting sebelum punya anak😊. Ditunggu next ya bunda..

    ReplyDelete
  2. Menarik! Apalagi sebagai guru, saya jadi memilki satu tambahan referensi untuk menghubungkan sikap terhadap banyak hal, salah satunya ekstrakulikuler di sekolah. Selain itu, mengenal dari sudut pandang dengan dasar keilmuan pasti lebih bermakna.

    ReplyDelete
  3. Mbaa apa hubungannya konsep aktivitas bakat pandu 45 dengan yang 34 bahasa bakat TM? Apakah dengan mengetahui 4E kita bisa mengidentifikasi 7 bakat terkuat?

    ReplyDelete
  4. Wow, ternyata butuh proses yang panjang ya untuk benar-benar menentukan bakat si anak. Mulai dari pengamatan, pemetaan, pengasahan hingga tahap penentuan bakat.... Karena biasanya kesukaan anak-anak cenderung berubah yekan.

    ReplyDelete
  5. Memang bakat ini harus banget di mengerti orang tua ya, terlebih sudah diberi tips memandu bakat anak di artikel ini, semoga orang tua nggak hanya sekedar diketahui saja tapi juga untuk mendukung bakat anaknya amsing-masing

    ReplyDelete
  6. Saya jadi tertarik dengan pemantauan bakat inim setelah membaca artikel ini saya sibuk ngeliatin anak saya bakatnya kemana kira2 hehehe.

    ReplyDelete
  7. Ya ampunn aku sama sekali belum memindai apa sebenernya bakat anak. Selain dia masih usia 1 tahun, jg blm belajar banyak soal ini. Thanks for sharing mba. Izin save yaa untuk dibaca kemudian.

    ReplyDelete
  8. Aku tandaj dulu,,ini infornya berguna banget kalau punya anak

    ReplyDelete
  9. Sebagai orangtua kita harus mengetahui bakat apa yang dimiliki oleh anak. Mengingat anak saya yg masih berumur 5 tahun. Masih aktif dalam dunia bermainnya. Tapi tetap memandu bakat anak.

    ReplyDelete
  10. Dua anak gadis emang suka banget dunia gambar dan mewarnai, tapi belum berani menyimpulkan mereka berbakat di sana. Karena emang emaknya dulu pas masih kecil suka dunia gambar.

    ReplyDelete
  11. Terimakasih banyak kak mia tipsnya. Bermanfaat banget buat saya kelak pasti belajar mengenali bakat anak-anak. Btw kalau gini pengennya dirumah aja temenin anak tumbuh kembang ya kak biar bisa mengenali setiap aktivitas yang dilakukannya.

    ReplyDelete
  12. Mengenali bakat anak itu sangat penting agar benar dalam proses pemanduannya. Bekal banget buat saya ini. Trims ilmunya, Mba :)

    ReplyDelete
  13. Makin ke sini, orangtua emang kudu makin peka ya soal bakat anak. Saya tandai dulu mbak postingannya, nanti kalau sudah ketemu jodoh dan dikasih anak, boleh lah diterapkan. Sekarang masih mbesarin anak kucing soalnya haha

    ReplyDelete
  14. Mengetahui bakat anak memang nggak mudah ya. Harus telaten dan jeli melihatnya. Panduan dari ibu Septi itu bagus juga sebagai referensi...semoga bakat anak2 kita bisa berkembang dg optimal ya..

    ReplyDelete
  15. Betul banget nih di usia balita masih aktif-aktifnya. Segala macam dieksplorasi si kecil jadi belum tahu mau mandu ke mana. Yang penting biarkan dulu bermain hihi

    ReplyDelete
  16. "Cari tau bakat orang tuanya" wah keren. ini penting juga ya. Jangan2 ortunya saja belum tau minatnya. Hehe... "Asahlah kapak di sisi tajamnya. Jleb." menjadi panduan nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau diasah di sisi tidak tajamnya, akan sangat sulit dan hampir mustahil ya, Bang. Memang ortu harus perhatian dengan hal semacam ini.

      Delete
  17. Mantabs ulasannya
    Tiap anak pasti ada bakat ya, jd harua di gali
    Makanya ada istilah bakat terpendam hehe

    ReplyDelete
  18. Saat ini saya sedang berupaya mengenali dan memahami bakat anak sulung saya. Ia masuk SMA tahun ini. Saya berencana mengetahui bakat minatnya lewat tes Stifin, yang alat tesnya menggunakan sidik jari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Zaman now lagi marak ya kak test stiffin ini. Di Medan juga ada beberapa tempat untuk test stiffin kak

      Delete
  19. Baru mengamati fisik putri saya sih. Anaknya secara fisik lebih tinggi dari anak-anak di usianya. Jadi kalo ukuran fisik ini memang lebih terlihat menonjol. Tapi untuk obesrvasi lanjutan, lagi-lagi dia cuma bilang "nanti kalo udah SD".

    Jadi ya sekarang masih dibebaskan buat menentukan apa yang dipengeninya dulu sambil dikasih arahan tipis-tipis.

    ReplyDelete
  20. Orang tua yang cerdas tentu akan aware dengan bakat anaknya ya Mbak. Awareness itu harus ditunjukkan dengan mendukung bakat anak, tapi sayangnya masih banyak juga orang tua yang memaksakan kehendaknya, sehingga bakat anak tidak terasah karena mungkin dinilai tidak "berkelas" atau tidak dapat menghasilkan banyak uang

    ReplyDelete
  21. Benar juga ya, usia anak 7 tahun sudah memahami potensinya, ponakan aku berbakat banget drawing

    ReplyDelete
  22. Bener banget Mba, kudu segera nemuin bakat dan minat anak sejak dini nih. Cuma ya.. seringkali aku jarang meluangkan waktu buat hal tersebut. Duh, parah akutu.

    ReplyDelete
  23. Ternyata bakat anak bisa dipindai ya sejak dini..kiraiin mengalir begitu saja seiring bertambah nya usia..mksh sharingnya ya mbak

    ReplyDelete
  24. Sangat menarik tulisannya. Saya baru tahu tentang istilah talents mapping ini. Jadi pengen cari referensi lebih banyak lagi tentang ini

    ReplyDelete
  25. Artikel ini membantu menjawab kebingungan saya, gimana cara memperhatikan bakat minak anak sedari dini. Pengen banget anak itu bisa tahu apa passionnya sedari dini, jadi sebagai ortu saya bisa fasilitasi. Nggak mau banget nanti anak saya tumbuh dewasa dan bingung mau jadi apa lantas cuma ikut-ikutan orang lain aja.

    ReplyDelete
  26. wah keren nih mba, dengan aktivitas bisa lebih mudah ya anak-anak paham mengenai bakatnya apa. soalnya kadang suka bingung ya tentang bakat anak. baca ini tercerahkan deh. makasih sharingnya mba.

    ReplyDelete
  27. ngiderbae.my.id24 June 2020 at 18:52

    Nah, daku pun cukup lama saat eksplorasi bakat anak. Meski pernah ikut scanning mengenai kecenderungan anak, tapi kok sering tampak beda dari aktivitas hariannya. Jadi, masih mempelajari sedikit demi sedikit. Tapi, suka deh sama orangtua yang enggak berpikir bahwa bakat itu adalah hal yang ada dari lahir.

    ReplyDelete
  28. Ngomong-ngomong soal bakat, beberapa hari lalu saya lihat ada anak laki2 curhat di tiktok. Dia ikut ekstrakurikuler menari di sekolahnya dan sudah menjawari beberapa dance kontes. Sayangnya secara sepihak gurunya mengeluarkan dia dari ekskul tersebut karena takut itu anak jadi bencong. Hellowwww, sempit banget pemikirannya. Kasihan anaknya. Emangnya kenapa kalo anak laki-laki suka menari? Di luar negeri juga banyak laki-laki menari. Kita harus support bakat anak-anak kita ya uni. Toh yg jadi koki tak harus perempuan, yg jadi penjahit tak harus perempuan juga. Malah banyak yg laki-laki.

    ReplyDelete
  29. penasaran sama jadwal kegiatan anak mba mia, semoga bisa jadi bahan tulisan selanjutnya ya :D

    ReplyDelete
  30. wah tahap observasinya dibedakan sesuai tingkat usianya ya mbk mia,,, ilmu baru buat wanita single sepertiku,,, hahaha,,, nnti bisa diterapan pas udah punya baby, hasekkk

    ReplyDelete
  31. Mendidik anak tidak mudah ya, salut ada jurnal yang sista buat untuk progress anak... Informasi ini bisa membantu ibu-ibu muda dalam mendidik pola anak agar menjadi lebih baik dengan pola 4E

    ReplyDelete
  32. Bakat anak bisa berubah-ubah sesuai usia gak sih? Misal waktu kecil suka menggambar, tapi waktu besar ternyata gak suka. Kayak gitu gimana ya mom?

    ReplyDelete
  33. Ingin tau donk Mbak cara membuat catatan jurnal untuk bisa memetakan bakat anak ke depannya. Makasih.

    ReplyDelete
  34. Sekarang saya sedang menggali potensi si sulung di bidang kecantikan. Minatnya sangat tinggi di dunia skincare.

    ReplyDelete
  35. jadi tambah ilmu lagi untuk memandu bakat anak, semoga bisa aku terapkan nanti setelah berkeluarga dan punya anak

    ReplyDelete
  36. dengan bisa memandu anak pastinya akan buat si anak jadi berbakat dan memilik aneka ragam kegiatan yg positif

    ReplyDelete

Terima kasih telah meninggalkan komentar yang santun. Sebab bisa jadi Anda dinilai dari komentar yang Anda ketikkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel