Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengantisipasi Berat Bayi Lahir Rendah bagi Ibu Hamil

Sepupu saya baru saja melahirkan dan kami sekeluarga bergantian menjenguknya di rumah sakit. Suster yang sedang berada di ruangan mengingatkan kami untuk mencuci tangan karena bayi dan ibu baru melahirkan rentan sekali dengan paparan kuman penyakit, apalagi tamu pasien datang dari mana-mana.

Sepupu mengatakan bahwa bayinya tergolong bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) berat pada saat lahir hanya sebesar 2.100 gram. 

Sehingga dokter mengambil tindakan untuk bayi, mendapatkan perawatan di dalam inkubator, terutama di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Inkubator berfungsi menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat (mencegah hipotermia), menyediakan oksigen, dan menjaga lingkungan yang steril.

sehat dengan produk Elevit
Ilustrasi ibu hamil


Saat Hamil Kurang Vitamin

Tanpa diminta sepupu menceritakan bahwa mungkin bayinya lahir dengan berat badan rendah ini akibat dirinya kekurangan vitamin saat hamil. Kondisinya waktu hamil ngidam makanan tertentu, kalau tidak dapat menjadi  malas makan, sehingga kurang nutrisi, sering merasa lemas, pusing, pucat, sering sesak napas, mual muntah berlebihan, lidah bengkak, dan sulit fokus. 

Sayangnya waktu hamil ia abai untuk mengonsultasikan kondisinya dengan dokter untuk konsumsi suplemen kehamilan yang tepat. Ia dan suami berpikir bahwa yang dialami adalah hal biasa terjadi pada ibu hamil, dibawa istirahat pasti akan hilang, dan bisa bugar kembali.

Padahal kekurangan vitamin saat hamil berisiko tinggi menyebabkan anemia, gangguan tumbuh kembang janin, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, hingga cacat tabung saraf. Kekurangan zat gizi penting seperti asam folat, vitamin B12, vitamin D, dan vitamin A juga dapat memicu komplikasi serius seperti preeklampsia dan keguguran. 

Dampak Kekurangan Vitamin dan Nutrisi Penting Lainnya bagi Ibu Hamil

Berdasarkan artikel jurnal hasil penelitian Pertiwi Perwiraningtyas dkk, prevalensi BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) di Indonesia masih cukup tinggi. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya usia ibu saat hamil, jumlah paritas dan ante natal care.

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram (kurang dari 2,5 kg), tanpa memandang usia kehamilan (prematur atau cukup bulan). Berat ini diukur dalam satu jam pertama setelah lahir. 

Kategori berat badan lahir rendah:
  • BBLR (Berat Badan Lahir Rendah): Kurang dari 2.500 gram.
  • BBLSR (Berat Badan Lahir Sangat Rendah): Kurang dari 1.500 gram.
  • BBLASR (Berat Badan Lahir Amat Sangat Rendah): Kurang dari 1.000 gram

Berikut adalah rincian dampak kekurangan vitamin dan nutrisi penting lainnya bagi ibu hamil:
  1. Asam Folat (Vitamin B9): Kekurangan folat dapat menyebabkan cacat tabung saraf (spina bifida) pada janin, bibir sumbing, anemia pada ibu, dan risiko kelahiran prematur.
  2. Vitamin B12: Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia berat, masalah neurologis pada ibu, dan meningkatkan risiko kematian bayi dalam 28 hari pertama.
  3. Vitamin D: Defisiensi vitamin D meningkatkan risiko preeklampsia (tekanan darah tinggi), diabetes gestasional, infeksi, serta bayi lahir dengan berat badan rendah dan gangguan perkembangan tulang.
  4. Vitamin A: Kekurangan vitamin A berisiko menyebabkan rabun senja, gangguan penglihatan (xerophthalmia), infeksi, dan meningkatkan risiko keguguran.
  5. Vitamin K: Kekurangan dapat menyebabkan pendarahan berlebihan pada ibu saat proses persalinan.
  6. Mineral (Zat Besi & Seng): Kekurangan zat besi menyebabkan anemia, lemas, dan sesak napas. Kekurangan zinc (seng) dan magnesium berisiko memicu preeklampsia dan kelahiran prematur.

Keunggulan Produk Elevit bagi Ibu Hamil

Elevit adalah suplementasi multivitamin/multimineral untuk mencegah dan memperbaiki defisiensi vitamin dan mineral dalam persiapan kehamilan sesuai rekomendasi dari dokter, selama kehamilan dan masa menyusui.

Elevit membantu mencukupi kebutuhan vitamin ibu hamil
Tampilan situs web Elevit

Keunggulan Elevit

Elevit dilengkapi vitamin dan mineral yang diperlukan sejak persiapan kehamilan, masa hamil, sampai dengan masa menyusui, seperti Vitamin B9 atau Folat 800mcg (sebagai asam folat dan Metafolin), Vitamin D3 1000 IU, Vitamin B1, Vitamin B2 , Vitamin B3 , Vitamin B5 , Vitamin B6 , Vitamin B7, Vitamin B12, Vitamin C, Vitamin E, Kalsium, Tembaga, Yodium, Zat Besi, Magensium, Mangan, Selenium dan Zinc.
 
Ibu hamil dapat tercukupi vitaminnya dengan mengonsumsi Elevit, dosisnya cukup 1 tablet setiap hari. Diharapkan jika vitamin terpenuhi dengan baik, ibu hamil sehat dan bayi yang dilahirkan juga sehat dan mengurangi risiko bayi lahir dengan berat rendah, yaitu lahir dengan berat di bawah 2.500 gram.

Elevit dapat dibeli dengan mudah secara online melalui lokapasar seperti Blibli, Lazada, atau Shopee Indonesia, serta di apotek terkemuka seperti K24. Produk ini tersedia dalam bentuk tablet (Pronatal) dan kapsul lunak (Pregnancy) untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kehamilan.

Jika Anda ingin membelinya langsung melalui situs web resminya juga bisa, di sana sangat mudah tinggal klik produk Elevit yang akan dibeli, dan klik "beli sekarang". Agar ibu hamil di mana pun berada tidak mengalami kekurangan vitamin.

Sepupu saya tersenyum penuh harapan ketika saya menjelaskan kepadanya tentang produk Elevit ini. Semoga untuk anak keduanya kelak jika diberikan kesempatan hamil lagi ia kan benar-benar memperhatikan kebutuhan vitamin di saat hamil. Demikianlah tulisan saya mengenai mengantisipasi Berat Bayi Lahir Rendah bagi ibu hamil.

Salam sehat,
Fadlimia_Elevit














Posting Komentar untuk "Mengantisipasi Berat Bayi Lahir Rendah bagi Ibu Hamil"