Lesson Study For Learning Community, Silaturahmi Pembelajaran Yang Menggali Inspirasi


Sumber foto: pribadi
Era globalisasi menuntut inovasi di segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan, memotivasi para akademisi untuk selalu memperbaharui cara mengajarnya. Kemenristekdikti menuangkan Student Centered Learning dalam Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Dikti atau populer disebut SN-Dikti. Tepatnya pada Pasal 11 ayat (1) dan ayat (10).

Pelaksanaan kurikulum SN Dikti umumnya pada mahasiswa angkatan tahun 2016 lalu. Beberapa penugasan lebih banyak baik secara kuantitas maupun kuantitas. Ada tugas mandiri, tugas terstruktur, jurnal report dan mini research. Penilaian juga lebih kompleks, tidak hanya menilai kemampuan kompetensi ilmu dan pengetahuan mahasiswa tetapi juga menilai aspek soft skill. Attitude, tanggung jawab, kerja sama, empati, penampilan, kedisiplinan dan lain-lain.

Salah satu sistem belajar yang mendukung terciptanya suasana SCL yang baik adalah sistem aktivitas belajar pendidik profesional yang bernama Lesson Study for Learning Community. Bisa disingkat LS saja. LS ini bukan suatu model pembelajaran namun suatu sistem. Sebenarnya hampir setiap dosen pernah mempraktikkannya. Membentuk kelompok diskusi mahasiswa pada saat perkuliahan dilangsungkan. Dosen dituntut untuk berkolaborasi tidak saja pada penyusunan RPS, perumusan soal UTS/UAS, tetapi juga mendesain aktivitas pembelajaran yang kreatif dan inovatif di kelas.

LS mengharuskan dosen menjadi observer di kelasnya sendiri, bisa juga di kelas sejawatnya, saling bekerjasama. Mengamati kemajuan belajar mahasiswa, mencatat dan mendiskusikan temuan-temuan yang diperoleh dari kegiatan observasi diskusi mahasiswa. Dari pengamatan itu, dosen dapat menggali inspirasi dari mahasiswa. Untuk masukan pada aktivitas belajar berikutnya. Sehingga akan ditemukan cara terbaik menstimulasi mahasiswa jenis slow learner dan fast learner.

Sistem ini menarik karena SCL yang diterapkan ke mahasiswa sebenarnya menjadi aktivitas belajar juga bagi para dosen. Agar mampu mengamati keaktifan tiap-tiap mahasiswa di tengah-tengah dinamika kelompok. LS menjadi semacam wadah silaturahmi pembelajaran bagi dosen, menguatkan komunitas belajar yang mungkin kurang dilirik sebab hanya sibuk sendiri-sendiri. Perlu diingat bahwa kegiatan belajar tidak pernah usai meski telah menyandang tiga jenjang titel sekalipun. Menuntut ilmu terus menerus dilakukan, sejak dari buaian sampai ke liang lahat. Lifelong learning, pembelajaran seumur hidup.

Salam literasi
Medan, 13 Maret 2018

Hari kedua dari tiga hari Workshop Lesson Study Dosen UMSU dengan narasumber Dr. Sumar Hendayana, Ketua Tim LSLC Belmawa Kemenristekdikti



Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Lesson Study For Learning Community, Silaturahmi Pembelajaran Yang Menggali Inspirasi "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel