Kalimat Panjang: No, Kalimat Pendek: Yes

Sumber foto: dok. pribadi
Royyan dan adiknya sedang main bareng
Selama duabelas hari kemarin saya berusaha menerapkan KISS (Keep Information Short and Simple) pada Royyan si putra kedua. Bukan berarti prosesnya berjalan mulus tanpa tantangan. Tetap saja kebiasaan lama menyampaikan banyak pesan kambuh kembali.

"Bang Royyan... setelah main tolong mainannya segera dibereskan ya, trus abis itu Abang mandi."

Ups, sudah dua permintaan saya tujukan pada si anak lelaki ini. Mengembalikan mainannya ke tempatnya semula, plus membersihkan dirinya di kamar mandi.

Seperti biasa, anaknya malah cuek saja tanpa respon yang berarti. Saya menghela nafas sesaat, kemudian mengulang kalimat namun kali ini hanya dengan kalimat pendek saja.

"Bang, beresin mainannya ya." Pinta saya sambil memegang bahu dan menatap manik matanya.

Tanpa berkata-kata, cukup dengan menaikkan alis matanya yang tebal laksana alisnya Angry Birds, tangannya mulai memunguti magic straw mainannya yang tadinya berserakan di lantai.

Alhamdulilah, seru saya dalam hati. Jangan sampai lupa lagi, mengganti kalimat panjang menjadi kalimat yang pendek-pendek saja. Lontarkan satu perintah lalu bersabar menunggu action-nya. Barulah menambah pesan yang baru.


Salam ibu profesional

#day13
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Kalimat Panjang: No, Kalimat Pendek: Yes"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel