Sabar Itu Indah

Sumber foto: dok. pribadi
Royyan si anak umi

Ya'qub berkata: "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. Yusuf: 83). 

Sabar itu indah karena ia hanya dimiliki oleh orang yang indah akhlaknya. Termasuk seorang ibu pada anaknya. Kalau ditanya soal sayang pada anak, ibu mana yang tidak menjawab "sayang", "cinta", dan "kasih", pada si buah hati. Namun jangan ditanya bila anaknya tak mau diajak bekerjasama dengan baik atau bertindak berlebihan, akhirnya emosi ibu pun gagal dikendalikan.

Seperti pada pagi ini, Royyan menumpahkan air minum dari meja makan ke lantai. Saya tahu ia tak sengaja, namun saya ingin mengajarinya bertanggung jawab.

Saya minta sekali ia tak bergeming. Sementara adik bungsunya lagi aktif-aktifnya berjalan ke sana kemari di dalam rumah, sangat beresiko terpeleset gara-gara air yang belum dilapnya.

Saya beristighfar sampai Royyan menoleh ke arah saya dan segera mengambil lap lalu membereskan pekerjaannya itu. Sembari tersenyum saya berucap syukur dan berterima kasih padanya.

Telah mengamankan jalan adiknya, mau bertanggung jawab dengan baik meskipun setelah dua kali disuruh. Sama-sama terus belajar kita ya, Nak.

Umi belajar bersabar mengendalikan emosi. Royyan bersabar menjalani proses mengenal arti tanggung jawab.

Salam ibu profesional

#day12
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sabar Itu Indah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel