Memanfaatkan Waktu Ishoma

Di sela-sela waktu mengajar, pada saat jam ishoma saya pulang sebentar ke rumah untuk mengecek keadaan Rausyan yang berada di tempat penitipan anak kepunyaan tetangga.

Sebenarnya bentuknya rumah seperti pada umumnya. Dahulu menurut cerita Umi Ridho, demikian ia lebih senang disapa, ada beberapa bayi dan balita yang dititipkan padanya.

Hanya beberapa bulan ini sedang tidak ada anak lain. Jadilan Rausyan menjadi anak asuh rasa privat di sana, hehe.

Kesempatan itu saya gunakan untuk menyusuinya di rumah. Sekalian melanjutkan kembali latihan kemandirian dalam kegiatan BAK/BAB.

Rausyan saya tawari pipis di kamar mandi. Buka diapernya dan memintanya melakukan BAK. Mungkin karena sudah sempat berkemih dalam pospak, penisnya tidak mengeluarkan apa-apa lagi.

Setelah makan dan shalat zhuhur di rumah, saya kembali ke kampus memenuhi jadwal berikutnya. Semester ini saya mendapatkan roster mengajar Senin dan Rabu. Tetapi sehari tiga kelas. Lumayan melelahkan juga apalagi ada beberapa yang kelasnya berada di lantai empat.

InsyaAllah saya jalani dengan positif. Yang penting anak-anak, saya, dan suami, senantiasa dalam keadaan sehat wal'afiat. Rausyan, besok umi libur mata kuliah, kita coba lagi latihan kemandiriannya ya, Sayang.

Salam ibu profesional

#Harike-5
#Gamelevel2
#Tantangan10hari
#Kuliahbundasayang
#Institutibuprofesional
#Melatihkemandirian

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Memanfaatkan Waktu Ishoma"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel