Become A Full Time Blogger Or Part Time Blogger?


Sumber Gambar: Canva

Hmm... kira-kira saya akan menjadi blogger penuh waktu atau blogger paruh waktu yaa...? (Lagi mikir, hehe) sebelum memutuskan ada baiknya dibuat dulu pertimbangannya ya.

1. Tugas utama saya

Sebagai istri dan ibu empat anak yang lucu-lucu (si kakak walaupun sudah 13 tahun tetap bikin gemas koq, hehe), tentunya waktu saya banyak dihabiskan mengurusi mereka. Mulai berbelanja keperluan dapur, memasak, berhubung sedang tidak mempekerjakan ART, saya juga yang mencuci piring, membersihkan rumah dan mengasuh bayi kalau lagi tidak mengajar.

Anak yang sulung hanya bisa bantu-bantu kalau ia liburan dari pesantren. Sementara anak yang kedua laki-laki sibuk sekolah dan madrasah di sore hari. So, kira-kira apa saya sempat ngeblog ya... (ya disempatkanlah... namanya juga hobi).

2. Kewajiban di kampus

Berprofesi sebagai dosen, pastinya saya tak hanya mengajar. Ada tri dharma perguruan tinggi yang meliputi tiga kewajiban. Pendidikan/pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat. Semuanya mesti seiring dan sejalan, dosen harus mampu melaksanakannya.

Bekerja di kampus swasta ternama di kota metropolitan ini sudah menyita waktu keseharian saya, ditambah tugas utama tersebut di atas. Wow, sibuk ya, huhu. Tapi masih bisa ikutan 30 day blog challenge-nya Blogger Perempuan, kaan.

3. Menjadi anggota masyarakat yang baik

Ehm, namanya juga makhluk sosial. Tidak mungkin kita menyendiri terus di rumah. Ada saat-saat berinteraksi dengan tetangga sekitar rumah. Ada waktunya bersosialisasi melalui pengajian di lingkungan rumah. Maka saya aktif menghadiri majlis ta'lim pekanan ibu-ibu dekat tempat tinggal. Selain menambah ilmu agama, pahala silaturahimnya juga dapat, Alhamdulillah.

4. Menjaga silaturahim dengan kerabat dan saudara

Zaman yang kian berubah sebisa mungkin tidak menjadikan kita manusia yang antisosial. Asyik dengan segala macam varian gawai hingga melupakan hubungan persaudaraan. Autis berselancar di dunia maya yang memang menjanjikan banyak hal menarik, sampai menomorduakan tegur sapa di dunia nyata.

Nah, ada pula saat-saatnya ikut arisan keluarga atau mengunjungi kerabat yang sudah tua. Hal ini demi suatu upaya memelihara tali silaturahim yang telah lebih dulu dijaga oleh almarhum ayah dan ibu saya.

Last but not least,

5. Beribadah kepada Allah SWT

Waktu 24 jam sehari diisi dengan aneka kegiatan, mestinya tidak melalaikan saya dari "tandatangan presensi" pada Allah SWT. Meluangkan waktu untuk salat lima kali dalam sehari. Ditambah salat dhuha minimal empat rakaat.

Salat tahajjud di sepertiga malam, membaca Al Quran, berdzikir dan selalu membiasakan diri berbuat baik. Selain karena kewajiban hamba terhadap Sang Penciptanya, semuanya dilakukan dalam rangka bersyukur atas segala nikmat yang telah dikaruniai Allah. Alangkah ruginya jika waktu-waktu beribadah itu terpotong demi mengarungi dunia maya berjam-jam bahkan sampai lupa daratan.

Prinsip saya ngeblog boleh-boleh aja, asal semua kewajiban offline telah aman terlaksana sebaik-baiknya. Malah bagus jika ngeblog dijadikan semacam reward jika kita telah berhasil menuntaskan suatu tanggung jawab offline. Sehingga saat-saat ngeblog menjadi waktu yang dirindukan setiap harinya. Menjadi semacam motivasi untuk menyelesaikan pekerjaan luring.

Dari pertimbangan di atas, mungkin untuk saat ini saya memilih jadi part time blogger dahulu. InsyaAllah kalau saya bisa memenej waktu dan kewajiban saya dengan lebih cerdas lagi, dan sudah waktunya membeli domain, baru deh saya jadi full time blogger.

Salam literasi

#BPN30daychallenge2018
#bloggerperempuan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Komentar untuk "Become A Full Time Blogger Or Part Time Blogger?"

  1. Sesuai pertimbangan yg matang ya bund.. garis bawahnya : ngeblog sebagai reward setelah menyelesaikan kewajiban offline

    BalasHapus
  2. Iya Mba... makasih ya udah mampir. Apa nama blognya saya mau main.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel