Umi Dan Ayah Sebagai Stimulator Belajar Royyan


Sumber gambar: GWA Kelas Bunsay

Royyan memang tidak bisa dipaksa harus duduk diam. Seperti tadi malam ia belajar Matematika dengan guru privat kesayangan, yupz, ayah. Kenapa ya kalau orang tuanya yang mengajar sendiri anaknya, si anak insyaAllah jadi cepat nangkapnya. Beda dengan zaman dulu ada asumsi anak kurang serius kalau orang tuanya yang langsung mendampingi. Jadi mesti minta bantuan guru les privat komersial.

Apa karena ayah atau ibu yang merawat anaknya sejak kecil, memberinya makan, mengasuh dengan sepenuh hati. Menyebut nama anak-anak di saat sepertiga malam. Mendoakannya agar senantiasa berada dalam jalur menuju anak berpredikat saleh, salehah?

Mungkin ini yang namanya berkah. Dalam bahasa Arab "barakah" berarti bertambah. Anak bertambah pintar, itu keberkahan. Buah dari jerih payah orang tua menafkahinya dari uang yang halal lagi baik.

Anak mudah disuruh salat, puasa, taat pada orang tuanya, sayang pada adiknya. Semuanya adalah berkah. Bermuatan hikmah dan pelajaran, bahwa hal-hal kecil yang tampak sehari-hari tak luput dari pengajaran ayah-ibu pada putra-putrinya.

Termasuk mengamati gaya belajar Royyan. Memang masih harus dikondisikan barulah Royyan mau membuka bukunya. Itupun hanya bertahan beberapa menit. Selebihnya ia sudah berpindah tempat ke mana-mana.

Namun uniknya, apa saja perihal topik pelajaran saya tanyakan, insyaAllah ia bisa menjawabnya dengan benar. Khusus pelajaran Matematika, Royyan diharuskan ayahnya mengerjakan jawaban di kertas buram. Dan akhirnya ia pun duduk walaupun sebentar.

Jauh lebih penting menemukan cara belajar Royyan daripada sekadar mengajarinya suatu informasi mengenai pelajarannya. Sebab dari pengenalan gaya belajarnya, kami sebagai orang tua jadi paham cara menstimulasi belajar anak.

Royyan pun insyaAllah akan mampu menjadi anak pembelajar. Yang tak mesti dipaksa dahulu baru membaca. Tak harus diancam dulu baru belajar. Semoga saya dan suami istiqamah dalam mendampingi Royyan belajar. Amin.

Salam buprof

#day9
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Umi Dan Ayah Sebagai Stimulator Belajar Royyan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel