99 Inspirasi Harian: Berguru Pada Siapa Saja (6)

Anak sulung sedang asyik membaca e-booknya


Indonesia menetapkan pendidikan seumur hidup dalam kebijakan negara, tertuang dalam TAP MPR 1978. Bahwa pendidikan diselenggarakan di dalam keluarga (rumah tangga), sekolah dan masyarakat. Pendidikan menjadi tanggung jawab bersama untuk menghasilkan manusia seutuhnya.

Apa pun istilahnya, long life education, lifelong learning, tarbiyah madal hayah, menekankan pada kegiatan belajar terus menerus. Jauh sebelumnya Nabi SAW dalam haditsnya mengamanatkan (terlepas shahih tidaknya karena yang kita petik adalah semangatnya), tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat. Belajar dari usia dini sampai mau mati.

Kegiatan belajar yang kontinu tak hanya perlu mensyaratkan belajar secara terstruktur. Belajar dapat jauh melampaui sekat-sekat akademik. Mengeksplorasi sumber belajar dari mana saja dan apa saja. Profesor saya dulu pernah menyampaikan bahwa dari tukang becak yang tertidur pulas di becaknya pun kita bisa belajar. Sembari menunggu-nunggu datangnya penumpang ia bisa mengistirahatkan mata dan pikirannya.

Sementara orang kaya yang bergelimang harta mengidap insomnia akut. Tidur nyenyak adalah benda mewah baginya sehingga perlu berbagai macam terapi. Pelajaran yang terbentang di depan mata ketika melihat tukang becak yang sedang asik tidur dengan pulasnya di tepi jalan, tak hanya itu saja.

Secara tak langsung ia mengajari kita untuk selalu bersyukur dengan pencapaian yang telah diperoleh. Meminimalisasi keluhan yang kadang muncul tanpa sadar dalam keseharian. Sudah jelas dituntunkan Nabi SAW dalam haditsnya bahwa untuk urusan dunia lihatlah ke bawah agar kita senantiasa merasa jadi orang yang bersyukur. Namun untuk urusan akhirat lihatlah ke atas agar kita terpacu untuk menyamai orang yang lebih banyak amal baiknya dari kita.

Di sisi lain ada kata-kata hikmah, bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya. Berbuatlah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati esok. Sebagai motivasi penyemangat diri untuk menyalakan optimisme.

Kalau terlalu dini merasa puas dengan pencapaian saat ini, akhirnya kita terperangkap dalam zona nyaman. Sementara NASA telah mematangkan misinya mendarat di Planet Mars. Tentunya jika sudah terjebak lama di comfort zone butuh upaya ekstra keras untuk keluar dari zona itu. Bersediakah kita terlena seperti 'guru' yang tertidur tadi?

Selain ayat-ayat tersurat kita juga bisa belajar dari ayat-ayat kauniyah. Melihat hasil ciptaan Allah SWT, alam semesta. Bukti nyata dampak dari pemanasan global sekarang ini menjadi pelajaran bagi kita agar lebih bijak dan ikut berperan serta dalam 'green job'.

Keadaan perekonomian yang kian melesu juga ayat kauniyah yang sedang terpampang. Betapa kita sebagai manusia memiliki banyak keterbatasan, kelemahan dan ketidaksempurnaan, sehingga memerlukan perbaikan berkesinambungan.

Ungkapan Ali Bin Abi Thalib di zaman dahulu, lihatlah apa yang dikatakan dan jangan melihat siapa yang mengatakan. Untuk mendukung proses belajar yang terus menerus, ungkapan tersebut ada relevansinya. Jika ingin mendapatkan ilmu membuat soto ayam yang paling enak, tak perlu kita pertanyakan sertifikat chef pada seorang penjual soto yang laris di pasar.

Ada ilmu-ilmu yang tak melulu didapatkan di bangku sekolah atau di kampus-kampus. Dalam kajian di pesantren malah ada ilmu 'laduni'. Jadi, jangan pernah merasa hebat, merasa pintar atau merasa senior. Di atas langit masih ada langit. Bertemu orang pintar, masih ada lagi yang lebih cerdas. Semakin banyak belajar, semakin tampak bahwa kita masih bodoh. Ternyata masih banyak yang belum diketahui.

Jika terlalu cepat merasa pintar, ibarat daun, kita telah menguning, layu, maka fase selanjutnya akan mudah jatuh tertiup angin, berserakan di bawah sana lalu membusuk. Tetaplah merasa hijau terus menerus. Merasa perlu menuntut ilmu. Memiliki sifat rendah hati dan meniru ilmu padi.

Nasehat untuk para penuntut ilmu, ilmu itu cahaya. Sinarnya hanya mampu masuk menyinari hati-hati yang bersih. Jadi, jangan pernah bosan belajar. Jangan pernah merasa puas untuk belajar. Bergurulah pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja.

#Day6
#99InspirasiHarian
##BerguruPadaSiapaSaja
#Mybook
#Day153
#SehariSatuTulisan
#KLIP

Berlangganan update artikel terbaru via email:

10 Komentar untuk "99 Inspirasi Harian: Berguru Pada Siapa Saja (6)"

  1. Belajar bisa dimana saja, kapan saja, bersama siapa aja. Bahkan tukang gojek sekalipun ya mbak hehe

    BalasHapus
  2. Yupyup benul, Kak Elsa... I'm Anna The Arandelle, hihihi

    BalasHapus
  3. Nice sharing kak,
    kadang kita mengeluh krn makan seadanya.
    Padahal orang kaya pun kadang gak dapet rezeki makan saking sibuknya ngurus bisnis.

    BalasHapus
  4. Bener banget kak,, kita bisa belajar dimanapun dan dari siapapun.

    BalasHapus
  5. Betul sekali kak, belajar itu tiada batasnya kapan saja kita dapat belajar bahkan dr cerita orang lain,termasuk baca cerita kakak ini :)

    BalasHapus
  6. Senantiasa me cari hikmah juga ya kak dengan belajar ❤️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yupz selalu saja dapat faedahnya dalam belajar

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel