99 Inspirasi Harian: Cyber Baby (24)



"Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan diri mereka sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi bukan milikmu
"

Membaca sebait puisi dari Kahlil Gibran di atas, saya merenung. Ya, sepertinya memang demikian. Anak-anak yang dilahirkan sejatinya bukan milik ayah dan ibunya. Pertama, pastinya mereka milik Allah SWT, Sang Maha Pencipta.

Anak-anak adalah amanah yang mesti dijaga sebaik-baiknya dan akan dimintai pertanggungjawaban mengenai penjagaannya di hari akhir kelak. Sebagai penerima titipan Allah, sudah sewajarnyalah orangtua memberikan perawatan terbaik pada anak-anak. Mengupayakan pemeliharaan nomor satu agar nantinya tidak merugikan diri sendiri. Supaya anak-anak itu di masa depan tidak menjadi bumerang bagi kedua orangtuanya.

Kedua, anak-anak itu adalah milik zamannya. Prof. Rhenald Kasali dalam artikelnya di Rumah Perubahan menyebutkan bahwa zaman sekarang ini adalah zaman pertemuan dua generasi yang paling membingungkan sepanjang sejarah. Generasi orangtuanya, generasi kertas vs generasi anak-anaknya, generasi digital.

Ini yang menurut Marc Prensky konsultan pendidikan asal Newyork, AS, sebagai digital natives. Anak-anak yang sejak lahir sudah dikelilingi oleh teknologi. Lihat saja bayi sekarang saat hendak difoto. Sadar kamera. Manusia kecil yang masih hitungan bulan itu akan menolehkan wajahnya tepat di kamera dan tersenyum. Sesuatu yang mungkin sulit dijumpai pada zaman dahulu.

Orangtua-orangtua muda zaman sekarang sedang memangku cyber babies, meminjam istilah Prof. Rhenald. Anak-anak belajar di dunia siber. Pengaruh kemajuan teknologi informasi yang maju pesat, tak terbendung. Orangtua harus bijak menjadi pendamping putra-putrinya menghadapi zaman. Para ibu mesti bersedia berlari bersama zaman, kata Ifa Avianty dalam bukunya, Anakku Sahabatku. Agar tak dicap "gak nyambung" oleh anak-anaknya.

Orangtua yang keukeuh mendidik anak-anaknya mengikuti cara-cara pendidikan masa lalu akan tertinggal. Ia tak bisa memaksakan anaknya harus diasuh sebagaimana ia waktu kecil dahulu. Meski menurut saya untuk hal-hal prinsipil, ada metode membesarkan anak yang tetap up to date di zaman sekarang.

Pendidikan berdasarkan agama yang jauh berabad silam diajarkan Rasulullah SAW. Metode membesarkan anak yang tak akan lekang oleh waktu. Ia memiliki dimensi futuristik, menjangkau ke masa depan. Untuk itu perkuat basis agama pada anak-anak. Tentunya dimulai dari para orangtuanya. Karena saat ini kita memanggul tanggung jawab yang sangat penting, merawat cyber baby.

#Day24
#99InspirasiHarian
#CyberBaby
#MyBook
#Day171
#SehariSatuTulisan
#KLIP

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "99 Inspirasi Harian: Cyber Baby (24)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel