Medan Book Fair 2019


FADLIMIA.COM – Senin 3  November sampai dengan 8 November 2019 lalu, Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bekerjasama dengan IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) Daerah Sumatera Utara, menggelar MEDAN BOOK FAIR 2019. Event ini berlokasi di belakang auditorium kampus utama UMSU Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan.


Pameran Buku di Kampus UMSU
Flyer Medan Book Fair 2019 / dokpri

Event untuk umum yang diselenggarakan relawan perpustakaan kampus ini perdana di UMSU. Di Medan sendiri, sebelumnya kegiatan sejenis, terlebih dahulu diadakan brand toko buku seperti Gramedia dalam Pameran Buku Terbesar se-Sumatera tahun lalu dan Big Bad Wolf, September 2019 lalu. Untuk pameran buku di perguruan tinggi, sebelumnya telah dilaksanakan juga di kampus UINSU Medan.

Pameran Buku di UMSU
Kepala Perpustakaan UMSU, Ketua Panitia dan author /dokpri
Berdasarkan bincang-bincang author dengan Bapak Muhammad Arifin selaku Kepala Perpustakaan UMSU, acara ini merupakan realisasi dari penandatanganan MoU UMSU dengan IKAPI Sumut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan kecintaan mahasiswa pada buku.

Perpustakaan UMSU merupakan peraih penghargaan Terbaik I Kategori Perpustakaan Perguruan Tinggi Bank Indonesia (BI) Corner Award 2018, UMSU peraih BI Corner terbaik se-Indonesia. 
Pameran Buku di Kampus UMSU
BI Corner di UMSU / perpustakaan.umsu.ac.id
Medan Book Fair 2019 diikuti sebanyak 20 penerbit yang ada di Sumatera Utara yang bernaung di bawah IKAPI Sumut. Tak hanya pameran buku yang diskonnya sampai 70%, Medan Book Fair ini juga menghelat rangkaian acara menarik seperti Lomba Vlog Review BI Corner pada 1-7 November dan Bedah Buku plus Creative Writing Sharing bersama JS Khairen, tim kreatifnya Rumah Perubahan Prof. Rhenald Kasali. 

JS Khairen ini penulis yang menelurkan karyanya lewat banyak buku best seller terbitan Gramedia seperti Kami (Bukan) Sarjana Kertas dan Kami (Bukan) Jongos Berdasi.

Pameran Buku di Kampus UMSU
Suasana Medan Book Fair 2019 / dokpri

Perpustakaan UMSU memiliki relawan penggerak kegiatan literasi yang dinamai Sudut Inspirasi. Salah seorang anggotanya adalah Jowanda Harahap sekaligus ketua panitia pelaksana Medan Book Fair 2019. 

Menurutnya, Medan Book Fair ini penting sekali diadakan sebagai salah satu cara menggairahkan aktivitas membaca dan menulis mahasiswa khususnya dan masyarakat secara umum di kota Medan. Event sebelumnya yang diadakan Sudut Inspirasi adalah diskusi literasi dengan mendatangkan dosen-dosen dari luar negeri.


Pameran Buku di Kampus UMSU
Jowanda Harahap, mahasiswa FEB UMSU / dokpri

UMSU memiliki divisi penerbitan sendiri dengan label UMSU Press di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M). UMSU Press pun berkomitmen ikut bergabung menjadi anggota IKAPI Sumut setelah disepakatinya MoU IKAPI dan UMSU

LP2M merupakan lembaga penunjang universitas yang masif mengelola penerbitan hasil karya penelitian dan pengabdian dosen dan mahasiswa. Baik berupa jurnal ilmiah dan buku-buku. Maka menjadi anggota IKAPI menjadi semacam akselerasi bagi UMSU Press dalam berkiprah di industri penerbitan buku nasional.


Pameran Buku di Kampus UMSU
Stan UMSU Press / dokpri
Pameran Buku di Kampus UMSU
The Little Witch, salah satu karya mahasiswa UMSU / dokpri

Pameran Buku di Kampus UMSU
Ada stan IKAPI juga / dokpri
Saya pun tak mau ketinggalan melihat-lihat buku di stan-stan penerbit, hingga tidak melewatkan buku-buku anak yang penuh warna dan menarik judul-judulnya. Saya membawa pulang buku untuk si putri ketiga, Ririn,  yang berjudul "Ilmuwan Cilik" terbitan Zikrul Hakim. 


Pameran-Buku-di-Kampus-UMSU
Nisa Ilmuwan Cilik / dokpri
Sembari bertransaksi dengan pengelola stan, saya bertanya mengenai pengalaman mengikuti pameran buku sebelumnya yang diikuti. 

Pameran Buku di Kampus UMSU
Pengelola stan masing-masing penerbit tengah membenahi letak buku-bukunya / dokpri

Sebelum di UMSU, Penerbit Zikrul Hakim juga ambil bagian dalam book fair di kampus UINSU. Omset selama beberapa hari dapat mencapai belasan juta dengan estimasi kurang lebih tiga juta per harinya. Diharapkan dengan Medan Book Fair 2019 yang digelar UMSU ini dapat lebih meningkatkan penjualan buku oleh para penerbit.




Pameran Buku di Kampus UMSU
Kalau putri saya ikut serta, pasti kalap nih minta dibelikan semua, hehe / dokpri
Stan-Stan Pameran:


Pameran Buku di Kampus UMSU
berisi buku-buku teks / dokpri

Pameran Buku di Kampus UMSU
Buku-buku resep sangat sayang dilewatkan / dokpri

Saya mengarahkan mahasiswa di kelas-kelas yang saya ampu untuk tidak lupa singgah ke stan-stan Medan Book Fair yang tepat berada di depan kampus Fakultas Hukum UMSU. Tak perlu kendaraan dan tak ada macet sebab hanya lima langkah dari fakultas, lalu  mahasiswa bisa hunting banyak buku berfaedah sebagai gizi bagi otak.

Selamat dan sukses, Medan Book Fair 2019! Semoga perhelatan keren ini bisa digelar lagi di tahun depan dan semakin menyemarakkan dunia literasi di kota Medan.


Pameran Buku di Kampus UMSU
dokpri








Berlangganan update artikel terbaru via email:

58 Komentar untuk "Medan Book Fair 2019"

  1. Hayooo mahasiswa... dengar dan lakukan ajakan Ibu Dosen keren ini.
    Hanya berjarak lima langkah, dan bukan sepuluh... !

    BalasHapus
  2. Mantap acara Medan Book Fairnya ya kak, ah andai masih di medan dah ngerayu suami buat diantarin ke sana. Sukses buat acranya... salam literasi ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai haii,, books lover,, semoga di Pku pun ada book fair juga yaahh

      Hapus
  3. Paling suka dengan acara pamerab buku seperti ini. Apalagi kalau ada penawaran banyak diskon. Pasti jadi kalap belanjanya. Semoga kegiatan ini bisa meningkatkan minat baca para mahasiswa ya...

    BalasHapus
  4. Saya paling suka kalau ada pameran buku, Mbak Mia. Kalau dekat, saya mampir ini hehehe. Soalnya kalau pameran buku itu, bukan hanya surga bagi penulis, tapi kalau saya, juga bisa dapat ide banyak buat tulisan. Dan keren iini Medan Book Fair. Mungkin bisa diagendakan jadi pameran buku tahunan, Mbak. Diskonnya smapai 70 % lagi hehehe.

    BalasHapus
  5. Saya tiap kali ada Book Fair begini, pasti kalap beli buku. Dibacanya ntar ntar hahaha

    BalasHapus
  6. Sumber Informasi banyak tersedia di Internet, namun aktifitas membaca buku itu memberikan pengalaman yang tidak ada pada layar kaca. Ada kenikmatan tersendiri ketika kita membaca buku fisik. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul pake banget Mas,, ada sensasi tersendiri kl baca buku, yg gak tergantikan oleh ebook

      Hapus
  7. Kalau gini sih surga nya buku ,dan awas terkadang khilaf lupa tau tau dah banyak aja bon nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk,, gak ada ruginya ya kan Kak,, abis banyak buat buku, insyaallah suatu saat pasti berfaedah kl dibaca

      Hapus
  8. Kalo sudah melihat keberlimpahan buku begini, mana tahannnn, bahaya 🤣🤣 Bukannya apa2, buku di rumah masih banyak yg blom dibaca, jangan smpe nambah hutang lagi 😆😆

    BalasHapus
  9. Seneng banget kak Mia denger ada event Book Fair kayak gini di Medan. Biasanya dari Gramedia aja kan ya, ama BBW kemaren itu. Kalo diadakan di kampus pasti akan mendorong mahasiswa untuk lebih tertarik membaca dan membeli buku.

    BalasHapus
  10. Bookfair kayak gini emang penting dan perlu banget diadain terutama di area kampus... Karena biasanya mahasiswa kan suka tuh berburu buku... Apalagi jika harga yang ditawarkan terjangkau, pilihan bukunya banyak.... Tinggal pilih aja mana yang sesuai untuk menambah wawasan keilmuan..

    BalasHapus
  11. Dengan adanya book fair seperti ini, tentunya akan dapat menarik minat pembaca untuk semua kalangan, aku aja tertarik loh ingin datang ke acara seperti ini, padahal seblumnya jarang banget membaca. Apalagi di acara ini pasti banyak banget buku yang menjadi menarik.

    BalasHapus
  12. Ya Allah mba Mia.
    Diriku tak tau ada kabar pameran buku.
    Taunya dari blogmu ini.
    Dah lewat pulak tanggalnya hiks

    BalasHapus
  13. Mantap acaranya, Medan Book Fair ada Book Fair emang ajang buat nguatin literasi ya bu dosen. Jujur sih, aku udah berapa tahun ini gak pernah ke bookfair gitu. Kalap biasanya ha..ha..ha.. Sekarang kalau mau beli buku, beli yg benar2 diperlukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Atau maksudnya... Atau acara book fair lainnya <--- lebih lengkapnya

      Hapus
  14. Bagus banget UMSU punya penerbitan sendiri jadinya memudahkan dosen dan mahasiswa untuk menerbitkan jurnal ilmiah hasil penelitiannya kepada masyarakat luas. Setiap kamppus idealnya punya lini penerbitan mandiri agar bisa mengembangkan kekayaan intelektual secara lebih dikenal luas.
    Saya juga ngiler lihat tumpukan buku anak, Palung harus diajak ke pameran buku soalnya bosan dengan koleksi buku anaknya yang menyedihkan karena mamah jarang bisa belikan buku dan anak itu pengen komik sedang di toko buku kecamatan tidak ada komik idamannya. harus ke kota besar, sih.
    Sukses untuk UMSU yang menyelenggarakan Medan Book Fair.

    BalasHapus
  15. Kalau ada pameran buku selalu takut kalap mata mbak wkwkwk
    Dan lagi udah lama nggak ke perpustakaan jadi kangen main ke perpus, nyium aroma buku bertumpuk tumpuk 😍
    Keren ya mbak perpusnya

    BalasHapus
  16. Acaranya bikin mupeng ini mbak. Andai saya di snaa bisa kalap beneran. Apalagi pas posisi di buku anak, duh, pastinya pengen borong aja tuh. Tapi kayaknya Mahasiswa Uinsu sudah melek literasi di sana. Jadi buat influence tidak begitu sulit ya mbak

    BalasHapus
  17. aku kalau udah nemuin yang namanya book fair, ada bahagia dan was-wasnya. Bahagia karena bisa menemukan buku bagus, tapi was-was karena takut kalap

    BalasHapus
  18. Sekarang kyknya hampir tiap kampus punya penerbitan sendiri ya mbak.
    Keren nih perpustakaannya dapat perhatian tersendiri moga makin meningkatkan minat baca mahasiswa ya mbak.
    Keinget dulu kampusku juga perpustakaannya dibangun agak wah biar mahasiwa betah di sana :D

    BalasHapus
  19. Wah saya suka kalap kalu datang ke acara book fair kaya gini. Seringnya laper mata karena judul dan harga yang sangat menarik. Di Bekasi udah lama gak denger event book o huhu

    BalasHapus
  20. BI corner itu apa mba..? Di perpus kampusku dulu adanya american corner 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bank Indonesia, Mbak,, kl India corner, South Korea Corner, France Corner juga ada di Perpustakaan Umsu

      Hapus
  21. BI corner itu apa mba..? Di perpus kampusku dulu adanya american corner 😁

    BalasHapus
  22. wah, Evy ga tau ada bookfair ini. ketinggalan inpoh. tiap tahunkah diadakan?

    BalasHapus
  23. Liat BI cornernya rapi amat ya kak.. banyak yang betah pastinya duduk di situ

    BalasHapus
  24. Keren kak, Tahun depan kasih tau ya kk kalo ada acara pameran sperti ini. Saya seneng banget bisa melihat banyak buku buku nutrisi gizi untuk otak .

    BalasHapus
  25. kalo udah Kak Mia dan Bang Arifin kolaborasi di dunia baca tulis, hem, mantul lah

    BalasHapus
  26. Aih mbak...nggk jadilah mo ikut pameran di sini. Ternyata rame penerbit yang ikut ya. Semoga next lah, kalau ada lagi kabari ya.

    Btw BI corner nya emang keren ya....jadi semangat lah mahasiswa baca di situ

    BalasHapus
  27. Wah sayang kali awak ga ke sana waktu itu diskonnya bikin mupeng ya kak, seandainya dekat dengan rumahku juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah²an kl ada lg n nnti iid berkesempatan dtg,, kita janjian yaa

      Hapus
  28. Wah, di Medan sudah ada Big bad Wolf.... @_@

    Pameran buku di Unsu kali ini tampak meriah dan banyak acara bagus. Harus dijadikan event tahunan, ini. Agar literasi di Medan makin baik. Semangat!
    Makasih cerita indahnya Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kampus Umsu, Mbak,, yupyup mudah² literasi makin semarak di kota Medan. Aamiin

      Hapus
  29. Aku ga tau asa event Medan Book Fair ini loh kak Mia, next time mudah2an bisa dtg.

    BalasHapus
  30. Wah paling exating saat ada book fair. Dan biasanya harganya pun murah-murah.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel