Mie Ayam Mahmud Melegenda Sepanjang Masa


FADLIMIA.COMHari Sabtu adalah hari berkunjung kami sekeluarga ke pesantren, menjenguk anak pertama dan kedua yang sedang menimba ilmu di sana. 

Lalu pulangnya, semacam telah menjadi kebiasaan bagi kami adalah salat Maghrib di Masjid Al Jihad dan… makan malamnya di mana lagi kalau bukan di Mie Ayam Medan!

Seperti malam ini, hujan gerimis seakan tak mau berhenti, hmm… membayangkan semangkuk mie ayam jamur saja rasanya sudah mau ngiler, hihi… Sebab masih hujan, suami saya pun memarkir mobil di halaman Mie Ayam Mahmud. 

Biasanya kami sekalian salat di Al Jihad trus berjalan kaki ke Mie Ayam Jamur.  Syukurnya kebagian parkir, ah tumben pikir saya… karena biasanya saking padatnya pengunjung, kami pun diharuskan parkir di halaman ruko seberangnya.

 
mie-ayam-mahmud-fadlimiacom
Tak pernah sepi pengunjung
Tempat Makan Favorit

Sesampainya di resto kesayangan ini, kami mencari tempat favorit, yaitu di pojokan. Hahaa, sukanya ngorner alias mojok kali yaa… Karena makannya bareng anak-anak, jadi kalau mengambil posisi di sudut ataupun di sebelah pinggir, dapat melihat ke segala arah. 

Maklumlah si kecil Ocean sedang aktif-aktifnya, khawatir berlarian ke mana-mana dalam sekejap sudah hilang dari pandangan. Tapi saat ini Ocean sedang kurang sehat, badannya saja demam. Jadilah lasaknya berkurang. Sudah seminggu ini nafsu makannya turun,, bahkan tidak berselera sama sekali.
mie-ayam-haji-mahmud-fadlimiacom
Pramusaji dengan sigap melayani
Meja kami langsung didatangi waitress dan saya memesan semangkuk mie ayam untuk Ocean, 1 porsi hotplate Steak Chicken Double untuk Ririn, dan dua porsi hotplate Mie Pangsit Jamur Sapi Lada Hitam masing-masing untuk saya dan suami. Sebenarnya sih fave-nya deseu ya… saya ngikut ajahh, eh ternyata yummie… Alhamdulillah enak sekali.

Tak terhitung entah sudah berapa kali ke Mie Ayam Mahmud kami selalu order menu yang sama, biar kompakan, hihi. Tipe suami juga sangat selektif soal makanan. Pernah kuciwa saat wiskul di sese-resto, akhirnya ketika sudah ketemu yang pas di lidah, maunya ya itu saja dan uniknya deseu gak pernah bosan.


mie-ayam-haji-mahmud-fadlimiacom
Pesanan pun tiba... "bon appetite!"
Hotplate Mie PJ Sapi Lada Hitam ini sebenarnya sudah pedas. Secara lada hitam, gitu lohh, ada irisan cabai merah, cabai hijau plus paprika merah yang dirajang halus. Tapi dasar saya suka challenge sama suami, siapa yang makanannya lebih hot, maka saya pun menambahkan saus cabai dan sambal Mie Ayam Mahmud yang khas itu. 

mie-ayam-mahmud-fadlimiacom
Hotplate Mie Ayam PJ Sapi Lada Hitam jadi superpedas ditambah saus dan sambal
Mie Ayam PJ Sapi Lada Hitam di sini tuh, komplit banget komposisinya. Selain potongan daging sapinya yang empuk dan banyak, ada brokoli, wortel, sawi, dan jamurnya itu... murah hati sekali chef-nya ngasih, hehe. Sampai rasanya kok gak habis-habis ya... perasaan makannya sudah dari tadi. 

Benar-benar pas P3K alias Pertolongan Pertama pada Kelaparan. Di luar hujan terus dan kami makan yang pedas-pedas sepuasnya. Bikin kangen terus deh pokoknya Mie Ayam PJ Sapi Lada Hitam di Mie Ayam Mahmud ini.

Ririn dengan Hotplate Steak Chicken Double-nya
Anak bungsu kami, Ocean, kebetulan sedang kurang sehat, dilanda GTM pula. Begitu pesanannya datang, langsung bersemangat, tanpa dibujuk-bujuk untuk makan, menyuap mie ayamnya sendiri ke mulut mungilnya dengan tak sabar. 

Kuah sup panas yang dipisah, membuat tekstur mie tidak berubah. Berbeda jika sedari awal sudah disiram kuah, sampai di meja customer, sebagian kuah malah sudah terserap mie. Itulah salah satu keistimewaan Mie Ayam Mahmud yang jarang dijumpai di resto lain.

mie-ayam-mahmud-fadlimiacom
Ocean bad mood tadinya
mie-ayam-mahmud-fadlimiacom
Senangnya melihat Ocean semangat lagi makan mie ayamnya
Kami gembira sekali begitu melihat selera makan anak 2y5mo ini baik kembali. Persis seperti orang yang baru berbuka puasa, Ocean memasukkan mie ayamnya tak henti-henti. 

Sampai-sampai menggunakan sendok juga tidak mau. Untungnya sebelum makan sudah saya biasakan mencuci tangan dahulu dan berdoa. Akhirnya dalam sekejap hidangan di meja kami habis semua. 

Sembari mengucapkan doa setelah makan, tak luput saya dan Ririn mengumpulkan perlengkapan makan di tengah meja. Agar mbak pramusajinya lebih mudah, tinggal mengangkat saja.


mie-ayam-haji-mahmud-fadlimiacom
#tumpukditengah

"Abis berapa...?" Mungkin itu pertanyaan standar setelah makan. Hmm, untuk 2 hotplate Mie Ayam Pangsit Jamur Sapi Lada Hitam, 1 mangkuk Mie Ayam, dan 1 hotplate Steak Chicken Double, total makan berempat Rp. 126.000. Waduh jangan ditanya kenyangnya bagaimana ya... malah kekenyangan ini namanya. Huhu.

Sengaja tidak memesan minuman seperti jus atau teh, cuma air putih, sebab kalau makannya bareng anak-anak, berdasarkan pengalaman kami sebelum-sebelumnya, minumannya datang terlebih dahulu dan oleh anak-anak di-sruput habis tak bersisa. 

Nah, saat menu hadir, perut mereka keduluan kenyang air, khawatirnya kembung pula, jadi terganggu kan acara makannya. So tricky ya.... hihi... emaknya mesti tahan mental mendengar request anak yang minta jus ini-itu. Harus kreatif juga mengalihkan perhatian anak-anak sembari menunggu pesanan tiba.


Kanan: sembari menunggu pesanan datang, biasanya di meja telah ada sate kerang, emping goreng dan pancake durian.
Kiri: struk pembayaran

Melegenda Sepanjang Masa

Tak berlebihan jika dikatakan bahwa keberadaan Mie Ayam Haji Mahmud ini melegenda sepanjang masa. Melegenda menurut KBBI artinya menjadi legenda, menjadi hal terkenal yang diingat banyak orang. Mie Ayam Mahmud telah melalui proses bertumbuh sedemikian rupa, mulai dari belum ada tempat, sampai melegenda seperti sekarang ini. 

Berawal dari tahun 1988 dengan gerobak keliling Pak Haji Mahmud Siregar selaku perintis usaha mie populer ini, menjajakan dagangannya. Tahun 1990 menyewa outlet di depan masjid Al Jihad di Jalan Abdullah Lubis No. 57/71 Medan, hingga akhirnya lokasi tersebut menjadi milik sendiri. 

Tahun lalu di usia yang ke-30 tahun Mie Ayam Mahmud mengepakkan sayapnya dengan membuka kemitraan waralaba di seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Outlet Mie Ayam Mahmud saat ini sudah tersedia di Jl. Tapir Raya Blok Q2 No.2 Jababeka, Cikarang, Bekasi – 021-89834860. Di usianya yang ke 31 tahun ini, Mie Ayam Mahmud menegaskan eksistensinya dengan visi untuk Go National dan Go International.

mie-ayam-mahmud-fadlimiacom
Roadmap Mie Ayam Mahmud sejak 1988 sampai sekarang
Keluarga besar kami sendiri suka sekali dengan suasana di Mie Ayam Mahmud. Meski hanya menyeberang saja dari masjid Al Jihad yang sarat aktivitas keagamaan, Mie Ayam Mahmud juga melengkapi fasilitasnya dengan musala ber-AC yang nyaman. Tempat berwudhu dan toilet yang bersih.
mie-ayam-haji-mahmud-fadlimiacom
Kami tiba di sana menjelang Maghrib, tinggal salat saja di musala Mie Ayam Mahmud, bersih dan nyaman

mie-ayam-mahmud-fadlimiacom
Crystal Wedding Anniv 10/10/2019 lalu juga kami rayakan di Mie Ayam Mahmud

mie-ayam-haji-mahmud-fadlimiacom
Kopdar keluarga sekaligus berbuka puasa bersama pun kami memilih Mie Ayam Mahmud sebagai titik kumpul
Bagi kami sekeluarga, Mie Ayam Mahmud tak sekadar tempat makan mie ayam jamur yang khas lezatnya, tetapi juga bagian dari agenda silaturahmi, meeting point, yang menyatukan kami semuanya. 

Happy Anniversary 31 th Mie Ayam Mahmud, tujuan wisata kuliner yang legendaris di kota Medan. Semoga tetap melegenda sepanjang masa. Barakallah ya...

Mie Ayam Haji Mahmud Fadlimiacom

Instagram Mie Ayam Mahmud:
@hajimahmud.id 
@hajimahmud.jababeka







Berlangganan update artikel terbaru via email:

103 Komentar untuk "Mie Ayam Mahmud Melegenda Sepanjang Masa"

  1. Salah satu tempat makan favorie kami sewantu di Medan nih, cuma kadang rada malesnya agak jauh dari rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kl kami krn sering ke Al Jihad jd srg mampir ke seberangnya hehe

      Hapus
    2. Bener mba.. Karena ke aljihad tak lengkap rasanya kalo tak menyeberang ya..

      Favorit saya bakso mewah sih, tapi biasanya dapat jatah ngabisin porsi si sulung heheheh..

      #dietnyaMulaiBesok

      Hapus
    3. Kyaaa koq sama kitaaa... Dibuang sayang tp jd tong sampah hidup, hiksss. Biar gak mubazir sihh maksudnyaa

      Hapus
  2. Dan aku terngences liat hotplate si kakak.. chicken double yak. Akan aku ingak ingak.. tiing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bu Ichaa,, so delicious lohh,, yaqueenn bakal nagih kl nyoba, hihi

      Hapus
  3. saya #noodlelover merasa selalu perlu mencoba kalau ada yang ceritain per-mih-an. btw ini satu keluarga sama mi mahmud yg di bandung ga ya?

    BalasHapus
  4. Jadi pengen nyoba nih..karena saya juga penggemar mie ayam ..dilihat dari gambar dan ceritanya sepertinya lezat...

    BalasHapus
  5. Baca tulisannya tengah malam langsung laparrrrr. Hehehe.

    Semoga putra-putrinya menjadi anak soleh soleha ya mba.

    BalasHapus
  6. Jauuuhhhnyaa... Hihi favoritku mie ayam, Kak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg di Cikarang aja, Mbak... Kan ga perlu naik pesawat kayak ke Medan, hihi

      Hapus
  7. Wah wajib dicoba kalau travelling ke medan.. Secara doyan mie.. Makasij referensinya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah,, kl bikin fanbase nya mie nih bs buanyakk yahh membernya, wkwk

      Hapus
  8. Paling suka makan mie ayam, tapi belum pernah nyoba mie legend... Wajib dicatat neh, siapa tahu ada rejeki bisa nyoba mie lagenda

    BalasHapus
  9. Mantap nih mie ayam haji mahmud. Saya kok jadi pengen yang pakai lada hitam ya? Secara biasanya kalau di Solo mie ayam ya gitu-gitu aja. Kayaknya enak banget deh.

    BalasHapus
  10. emang lejen banget Mie Ayam Mahmud ini, jadi bikin langsung laper kalo mengingatnya

    BalasHapus
  11. Harganya termasuk murah itu ya Mbak. Triknya untuk tidak pesan minuman keren ih, patut dicontoh. Kami juga selalu ngadepin masalah begituan kalo makan di luar.

    BalasHapus
  12. Wiwin | pratiwanggini.net20 November 2019 16.55

    Pengin nyobain, tapi ternyata nun jauh di Medan. Hihihi.. jadinya ya ngeliat foto sambil membayangkan kelezatannya ajahhh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Andaikan bs pinjem pintu kemna sajanya Doraemon ya Mbak

      Hapus
    2. Wiwin | Pratiwanggini.net26 November 2019 12.48

      nah betullll, andai punya baling-baling bambu.... Tapi memang saya punya impian ke Medan karena bapak saya dulu 10 tahun tinggal di Medan. Pengin ngajak bapak napak tilas :)

      Hapus
  13. Saya bukan penggemar mie ayam, tapi baca ceritanya jadi pengen nyari mie ayam deket rumah. Ngileeerrrr

    BalasHapus
  14. Wah, jadi ngiler mbayanginnya.. Mie ayam tu makanan kesukaan keluarga. Dicampur dengan acar dan daun bawang yang banyak duhh. Enanya.. Btw salut dengan perjuangan usaha ownernya. Dari kaki lima, jadi bisa sebagus ini. Dengan menu yang aneka rupa

    BalasHapus
  15. Kyknya ini langganan dan favorit keluarga sekali ya mbak Mia :D
    Harganya juga ramah kantong sekali. Aku juga suka makanan yang disajikan di hotplate gtu krn terjaga kehangatan makananya :D
    Btw kalau makan mie ayam saya juga nambahin saus pedes biar lebih hot haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak,, kl ke masjidnya itu mesti singgah ke seberangnya ini

      Ahaha, suka lebaya emg, pedes di atas pedes dehh

      Hapus
  16. Kalau pas hujan.. jangan ditanya lagi, Mbak Mia. Semangkuk bakso, termasuk mie ayam, itu sangat juara. Saya saja lihat foto-foto, lamgsung ngiler. Apalagi lengkap dengan kerupuk pangsitnya hahaha.
    Usul, Mbak. Buka cabang di Kebumen. Saya pasti jadi langganannya. Kalau di Bekasi masih kejauhan hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah,, semoga Mie Ayam Mahmud bs melebarkan sayap ke Kebumen juga ya Mas

      Hapus
  17. sudah lama ngga makan mie ayam yang enak banget.. baca postingan ini jadi ngiler deh

    BalasHapus
  18. Mi ayam tapi ga hanya itu menunya? Asyik dong. Di sini biasanya hanya barengan dengan bakso. Kalau ada menu-menu lain, ya harus dijadiin langganan. Apalagi mi ayamnya tampak enak sekali. Saya sampai menelam ludah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ups,, maaf yaa Mbak Susi bikin ngiler yg baca jdnya, hehe

      Hapus
    2. Ahahaha... Busui memang bawaanya pengen maem apa saja. Berasapengen pay back dengan ASI yang disedot bayi. Padahal yang paling dibutuhkan adalah rajin minum dan segera istirahat jika ada kesempatan. Hihihi.
      BTW, saya penyuka mi ayam. Sangat. Sering beli tapi lebih sering bikin sendiri. Hihihihih

      Hapus
  19. Saya sebagai pecinta mie ayam tentu mencium aroma angin segar nih mbak, buat rekomendasi kedepannya. Reviewnya menarik nih. Hehhehehe

    BalasHapus
  20. Mi ayamnya dengan tampilan unik, biasanya pakai mangkok, eh ini pakai hot plate, ngiler banget lihat menu2nya. Pantas saja sudah begitu lama usaha mi ayam ini, jadi pelanggannya pun turun temurun.

    BalasHapus
  21. Aku juga suka mie ayam nih mba. Sayang banget Medan jauh ya dari Surabaya. Semoga suatu hari bisa ke sana. Apakah mie ayam jadi makanan favorit di sana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Medan buanyak je Mbak aneka makanan. Medan juga populer sebagai surganya makanan. Nah,, Mie ayam Mahmud ini contohnya

      Hapus
    2. Sebenernya aku pengen ke Medan sih, belum pernah. Lhah ada Mie Hot Plate favorit gini, engga perlu khawatir kulinera di mana. Mana menunya banyak pilihan juga...
      Sip...

      Hapus
  22. mie ayam legenda, tetapi harganya tetap memasyarkat yak. Karena sekilas tadi harganya terhitung murah untuk tempat makan yang terlihat mewah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah makanya jd resto kesayangan kamii,, enak plus terjangkau pula,, Alhamdulillah

      Hapus
  23. Mie ayam paling terkenal di medan nih kak. Ternyata udah cukup lama umurnya. Paling suka makan mie ayam jamur nya kalo kesini. Ditambah tahu bakso. Maknyusss dan kenyang rasanya...

    BalasHapus
  24. mie ayam mahmud memang enaknya gak pernah ada matinya. soal rasa dari dulu gak pernah bohong. apalagi tempatnya cukup cozy menurutku. tfs kak mia.

    BalasHapus
  25. 126 ribu semua...wah, murahnyaaa. Padahal nampak enak rasanya.
    Setuju kalau soal pesen minuman terus dihabiskan duluan. Habis yuh anak dah kenyak, mamak lah yang makan sisa mereka karana sayang hahaha.Salut untu Mie Ayam Mahmud yang terus berkembang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyess,, Mbak Dian,, sweneng buanget udah ketemu yg pas di hati dan pas di kantong, wkwk...
      Soalnya kl anak² yg mondok pulang, bs mesen lebih dr satu menu, suka²nya :)

      Hapus
  26. Mie Ayam sih kayaknya hampir semua orang suka yaa.. Mie Ayam Mahmud ini legendaris dan terkenal yaa.. anak2 aja lahap makannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, ke Medan jangan lupa yaa mampir ke Mie Ayam Jamur Haji Mahmud

      Hapus
  27. Kelihatannya enak sekali, lihat gambarnya saja sudah bikin ngiler

    BalasHapus
  28. Auto ngiler deh baca reviewnya. Sayangnya saya pas lagi diet jadi belum bisa mkan mie ayam, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Deuhh,, indahnya masa² diet yaa,, kadonya pas liat timbangan yg ngiri ;)

      Hapus
  29. Pas banget mbak mi. Mie ini melegenda. Dari zaman kuliah udah ke sini. Merit pun dapat suami yang hobby ke sini juga...hahaha....

    BalasHapus
  30. Duh seandainya dekat dah langsung cuss atau pesan via go food. Hehehe

    BalasHapus
  31. Gimana kalo habis ini aku order mi ayam?

    BalasHapus
  32. wih.. enak x ya kak.. trus si ocean benar2 menikmati makan mi kosong begitu hahahha

    BalasHapus
  33. Aku belum pernah makan disini sih. Tapi ngeliat review dari kakak, jiwa kekepoanku mulai membludak😂😂 jadi pengen kesana deh tapi nanti pas weekend

    BalasHapus
  34. Wuah mantap betul. Belum nyoba sih. Mungkin kalau saya nyobain bakalan langganan. Heheh .

    BalasHapus
  35. Yuni baca review mie ayam ini sambil neguk ludah. Medan oh medan. Coba mah deket di Semarang, langsung cus pasti akutu. Secara pecinta mie ayam sih ya. Heheheh

    BalasHapus
  36. Ya ampun aku baca soal Mie Ayam Mahmud jam segini auto perut keroncongan. Itu ngiler banget melihat Mie Pangsit Jamur Sapi Lada Hitamnya. Murah ya mbak, makan berempat totalannya 126 ribu aja, mana tempatnya juga bersih. Meja-mejanya tertata rapi. Semoga suatu hari nanti ku bisa ke Medan dan mampir ke situ hehehe *penasaran asli

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener ya mbak,, ember lohh.. Mie pj sapi lada hitamnya supermaknyuss

      Hapus
  37. Wiiii keren mie ayam nya di hot plate gtu..

    Sebagai kaum pecinta mie ayam, aku pgn bgt cobain mbakkkkkkkkk hihi

    BalasHapus
  38. Encess, ya Allah. Kayaknya enak banget mie-nya. Apalagi Mie hoptlate panas-panas Makin sedap ya. Ada steak crispy-nya juga. Makasih reviewnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, Mbak,, anakku sampe ga mau ganti menu kl ke sana, ma yg itu terus hehe

      Hapus
  39. hotplate mi ayan tu kayaknya enak dan unik ya. di sidoarjo sini belum pernah nemuin yg begitu. ah jd pengen makan mi ayam kan sore nanti

    BalasHapus
  40. Di Gresik ada mie ayam yang rmaee banget pengunjungnya. Tapi beda donk ama yang Mbak ceritakan. Ini bukan hotplate, tapi ya enak juga sih mie ayamnya.

    BalasHapus
  41. Aih, jadi laper liat foto2 makanannya. Sebenarnya mie ayam mahmud ini udh lama banget mau saya kunjungi, tp asik terlupakan saja. Harus nyoba deh pokoknya minggu ini

    BalasHapus
  42. Ga pernah bosan untuk makan Mie Ayam mahmud ini. Sudah cocok di lidah yang buat nagih. Seketika jiwa rakusku pun muncul setelah baca tulisan ini. Jadi pengennn

    BalasHapus
  43. Sedikit cobaan mau komen di cerita cerita bu Mia karena pasti kalah cepat dengan puluhan komentator lain hehehe.. Sukak sate kerang disini... Bisa habis sepiring sendiri hahahha

    BalasHapus
  44. Kami juga suka mie ayam jamur Mahmud, enak sih.

    BalasHapus
  45. Dari kemarin pengen banget cobain Mie Ayam Mahmud ini kak. Udah buat jadwal sama keluarga eh malah batal. Padahal lihat gambarnya jadi ngiler euy.

    BalasHapus
  46. Banyak yg di pesan kak Mia,, btw,, enak2 loh menu nya skrg udah beragam. Jadi bisa milih variasi yg disukai deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyepp,, si abang favorit x yg Sapi Lada Hitam,, asik itu² aja kl ke sana, gak ngebosenin ktnya,,

      Kl kami mkn ber 6 atau ngajak sekelg besar wuihh bayangkan betapa ramenya kann hehe

      Hapus
  47. Seru ya ngumpul makan bersama keluarga. Saya suka sate kerangnya Mie Ayam Mahmud. Taon lalu Alfie bawa aku ke sana.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel