Jalan-Jalan Ke Masjid Jogokariyan

Jogja... We're Coming!!!

Rabu sampai dengan Sabtu 22 Januari sd. 25 Januari 2020, suami saya diminta hadir di kota Yogyakarta untuk urusan pekerjaannya. Biasanya pertemuan para Korwil bagian Keuangan itu kalau tidak di Jakarta, diadakan di Surabaya juga. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mendadak diinformasikan kalau pertemuan diselenggarakan di kota Jogja.

Tak perlu waktu lama, suami pun menghubungi saya, mengajak ikut serta saya dan anak-anak. Seakan bait awal lagunya KLA Project bersenandung di telinga saya.

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat,
Penuh selaksa makna


Jogja, I'm in Love
Tentunya kalau empat hari saya tidak akan bisa. Kamisnya saja saya masih ada rapat dosen awal semester genap di kampus. Ririn juga masih bersekolah, sayang sekali jika hanya karena jalan-jalan ia harus meliburkan diri sendiri. Tentunya khawatir ketinggalan pelajaran.

Bagi kami tidak setiap keinginan harus dituruti. Ada hari kerja atau hari sekolah, dan ada pula hari libur. Tidak serius melulu, namun tidak juga santai setiap hari. Hidup itu mesti seimbang, bukan. Seperti Yin dan Yang, sebagaimana juga Allah mengatur terang dan gelap, begitu juga antara sibuk dan santai.

Berhubung saya tidak kebagian mengajar di kelas Remedial, saya pikir tidak ada salahnya juga kalau saya memanfaatkan hari Jumat dan Sabtu berangkat ke Jogja bersama anak-anak. Surat permisi Ririn sudah saya antarkan ke guru wali kelasnya, dan saya juga sedang tidak ada sangkut-paut urusan kampus, kecuali hari Senin dan seterusnya, karena kami masuk semester genap dan tanggal 27 Januari 2020 adalah hari perdananya. Seluruh dosen wajib masuk tanpa kecuali,. demikianlah disiplinnya kampus kami. 

Sebenarnya saya tidak enak juga sih, tanggal 24 Januari lalu ada undangan menghadiri arisan gabungan di Pengadilan Negeri Medan. Kegiatan para istri yang mendukung karir para suami. Namun bagaimana jika si suami sendiri malah meminta saya menyusulnya ke Jogja, akhrinya dengan berat hati saya tidak ikut acara ibu-ibu kantor. Mudah-mudahan ibu pimpinan bisa memaklumi.

Dua minggu sebelum berangkat e-ticket sudah saya urus, kami berangkat dengan penerbangan pertama di hari Jumat, pukul 06.00 WIB. Syukurnya Ocean kecil bisa dikondisikan, jadi selama proses check in di Kuala Namu International Airport (KNIA), dia gak rewel atau nangis-nangis. Oya, khusus membawa penumpang batita, check in tidak bisa dilakukan secara daring. Mungkin petugas bandara ingin melihat secara langsung juga anaknya.

Hal ini baik menurut saya, sebab bisa meminimalisasi kemungkinan human trafficking dan penculikan bayi. Dari rumah meski tidak diminta saya sudah membawa fotokopi akta kelahiran Ocean dan Kartu Keluarga (KK) kami. Mengantisipasi apabila diminta. Karena anak-anak saya belum memiliki KIA (Kartu Identitas Anak). Sebenarnya KIA sendiri biasanya dibutuhkan untuk keberangkatan keluar negeri.

Salut lihat baby Ocean nih, pagi buta tetap semangat aja!
Pukul 04.00 saya, Ririn dan Ocean sudah antre di loket maskapai penerbangan yang akan menerbangkan kami. Setelah boarding pass aman, kami pun berjalan menuju pemeriksaan selanjutnya menuju Gate yang ditentukan. Kebetulan dekat sekali, begitu turun dari eskalator langsung ketemu Gate 7.

Tas saya tidak banyak, jadi tak perlu bagasi. Hanya tas tangan tempat ponsel, dompet dan sedikit perlengkapan Ocean. Lalu ransel Ririn yang berisikan baju Ririn dan Ocean sendiri. Dan satu lagi tas tempat baju saya. Jadi total cuma membawa tiga buah tas ukuran sedang. Ririn menyandang sendiri ransel ungunya. 

Melewati ruang tunggu dan pintu masuk ke pesawat, kami pun menyusuri garbarata (tangga belalai) yang menghubungkan airport building dengan Boeing 737 bermuatan hampir 200 penumpang itu. Disambut mbak pramugari yang ramah, kami menduduki kursi yang sebelumnya telah dipesan melalui OTA. Dan seperti penerbangan-penerbangan sebelumnya, si nomor tiga, Ririn pasti selalu minta duduk persis di dekat jendela. Ingin lebih puas melihat-lihat awan, katanya.

Ririn menikmati sunrise 
Pukul 08.40 kami sudah menjejak Yogyakarta International Airport (YIA). Saya baru kali ini ke Jogja via bandara baru ini. Biasanya landing di Adi Sutjipto. Satu jam lebih kami melaju dalam taksi bandara, Rajawali dan ketika melewati kawasan Gamping, saya minta agar pak sopir mampir di warung sarapan di pinggir jalan. Hmm, sudah lama tidak menikmati tahu gembus, telur dadar, disiram sayur lodeh dan sambal bawang.

Yeayy... nyampe Jogja bertiga
Setengah jam kemudian kami pun tiba di hotel Eastparc tempat suami menginap sedari hari Rabu. Anak-anak senang bukan main bersua dengan ayahnya. Jauh-jauh datang dari Medan tentunya ingin jalan-jalan di Jogja bareng sang ayah. Alhamdulillah perjalanan kami lancar dan sesuai rencana.

Pesawat tidak delay dan telat walaupun sebentar. Benar-benar on time. Sebenarnya sisi positif maskapai yang terkenal hobi tunda ini mestinya diperlihatkan juga, di tengah-tengah keluh-kesah para penumpang yang kecewa saat ketiban sial. Belum lagi cerita soal kebijakan "jual bagasinya" yang menyebalkan banyak orang, haha.

Menginap di Jogokariyan


Setelah melepas lelah sejenak, kami pun mulai kembali ke itinerary yang telah diorat-oret (dalam pikiran) sejak dari rumah. Berhubung pingin sekali ke Masjid Jogokariyan yang sempat viral karena kemakmurannya itu, maka saat pesan tiket elektronik saya juga mencari info tentang penginapan masjid. Pas sekali memang ada Hotel Masjid Jogokariyan.

Sebenarnya kalau ke Jogja saya tak perlu ambil pusing urusan penginapan. Ada orang tua angkat di sana, keluarga Pak Zuhdi dan Bu Zuhdi yang baik hati. Sahabat almarhum ayah saya saat pendidikan cakim di Bogor silam. Lalu ada pula pesantren tempat saya empat tahun berdomisili waktu kuliah di Jogja. Pesantren Aji Mahasiswa Al Muhsin, Jalan Parangtritis, Krapyak Wetan. Di pesantren ada kamar-kamar yang disediakan untuk tamu dengan memberikan ZIS seikhlas hati.

Akhirnya kesampaian juga ke Masjid Jogokariyan
Berhubung suami saya sungkan kalau harus merepotkan orang-orang yang dikenal, rencananya kami akan bersilaturahmi sebelum berangkat menuju pulang saja. Sekadar bersalam, istilah orang Medan, hehe.

Sesampainya di sana jamaah salat Jumat baru saja bubar. Dengan masing-masing orang tampak membawa sebungkus nasi buat makan siang dan segelas air, bahkan banyak juga yang minum sirup merah.

Mirip masjid Al Jihad kalau di Medan. Masjid perkampungan ini empat tahun terakhir memang selalu ramai. Beda sekali dengan masa saya kuliah dulu sepertinya biasa-biasa saja. Dulu, sebelum ada transportasi Trans Jogja seperti sekarang, saya berangkat dan pulang kuliah menaiki bis jalur 2.

Suasana jumatan di Masjid Jogokariyan

Kami yang menunggu check in di hotel masjid, dapat makan siang lauk telur gudeg


Pemandangan dari kamar hotel Masjid Jogokariyan. Nun jauh di sana Pantai Parangtritis.
Rebahan di kamar sebentar, kami pun bergegas keluar hotel. Siang sampai malam menghabiskan waktu di Jalan Malioboro. Kebetulan kami ke Malioboro pas tanggal merah, libur Imlek, jadinya ramai sekali penuh sesak orang.

Kalau dulu sepulang kuliah saya dan teman-teman suka jalan-jalan di sini, lebih santai, jalan lebih lengang dan area yang tepat untuk cuci mata sebab banyak cenderamata dan printilan unik khas Jogja.

Ah, sayang kami gak full team, 2 anak lagi di pesantren, huhu
Sebelumnya mundur lagi ke Stasiun Tugu, duduk lesehan menikmati makan semangkuk mie panas-panas di angkringan. Suami mencoba minum kopi Joss yang terkenal itu, kopi dicampur arang yang asapnya mengepul mengundang minta disruput.

Suami dengan Kopi Joss-nya

Bertemu Sahabat Lama

Seperti biasanya kalau saya main ke Yogyakarta, pasti menyempatkan untuk kopdar sama teman-teman kuliah yang asli Jogja dan masih berdomisili di kota budaya ini. Namun saya memahami, mereka kan punya rutinitas juga, jadi siapa yang bisa saja.

Alhamdulillah Allah mengizinkan ketemu dengan ukhti fillah, Atik Wahyunarti, saudara seperjuangan sesama ADK (Aktivis Dakwah Kampus) Universitas Gadjah Mada dulunya. Senang sekali bisa merasakan aura kesalehan dari si sahabat ini.

Dari ki-ka: Pak Arif, suami saya, saya and my ukhti fillah, Atik Wahyunarti 
Mendengarkan ceritanya tentang kesibukan mengurus sekolah. Berbakti pada mertua yang sudah sepuh dan membersamai dua jagoan mereka yang masih usia SD. Saya dioleh-olehi taplak meja batik dan kopi Sunan Gunung Merapi buatan anak binaan suaminya, Pak Arif.

Fyi, kalau tidak keliru, suaminya Atik ini, Pak Arif Sulfiantono, sebelum dan sesudah ambil master di Tiongkok, memang aktif menjadi takmir Masjid Jogokariyan juga bersama Ust. Salim A. Fillah dkk. Makanya mudah sekali keluarga kami bertemu ba'da salat subuh berjamaah di Masjid Jogokariyan.

Oya, saya membawa broker (brownies kering) dan teri Medan. Hihi, jadi ingat dulu bareng teman-teman selingkaran ada acara tukar kado. Ah, Jogja... UGM... tempat saya menemukan hidayah dan mencecap semaraknya dakwah kampus di sana. Senang sekali bisa mampir juga di Masjid Kampus UGM yang artistik dan asri.



Kangen Jogja Part 3 . . Satu lagi yang ngangenin dari sekian banyak list tujuan kunjungan saya kalau ke Jogja adalah Maskam alias Masjid Kampus UGM. . . Selain dulu pernah ikut kepanitiaan RdK (Ramadhan di Kampus) JS/Jamaah Shalahuddin UGM, kalau ada kajian² yang duduknya melingkar itu, kami sering ke Maskam ini. Tempatnya indah, bersih ditambah anginnya sepoi² hadeh makin betah deh berlama². . . Belajar di sini juga strategis. Tidak terlampau ramai seperti di fakultas. Jadi bisa sebagai tempat alternatif buka² buku di minggu tenang sebelum ujian. . . Oya, dulu di tahun 2000-an, Maskam UGM adalah masjid kampus terbesar se-Asia Tenggara lho. Gak tau apakah selama dalam kurun waktu sampai sekarang sudah ada yang mengalahkannya. Representatif sekali dipakai acara² nasional. Senang sekali bisa kembali menjejakkan kaki di masjid kenangan ini. . . Sebenarnya masih banyak lagi lokasi kangen²an saya kalau ke kota pelajar. . . 1. Pesantren Aji Mahasiswa Al Muhsin (PPAM) Krapyak Wetan, tempat tinggal saya selama berkuliah di Jogja. Pagi sampai sore berkegiatan di kampus UGM, malamnya ngaji kitab kuning di pondok. . . 2. Masjid Mardhiyyah, dulu suka ikut kajian di sana. . . 3. Masjid Syuhada, kajian Ahad paginya diisi ustaz² kondang baik lokal Jogja maupun nasional. . . 4. Pantai Parangtritis, saya sendiri mondok di PPAM yang alamatnya saja Jl. Parangtritis KM. 3,5. Atau jalan Paris, begitu teman² menyingkatnya. . . 5. Gembira Loka Zoo, kebun binatang yang asri dan pas banget buat yang mau wisata dalam kota saja. Almarhumah ibu saya dulu saat diajak ke sana, sampe gak mau cepat² pulang, pingin berlama² menikmati suasana yang memanjakan mata. . . 6. Pasar Shopping yang sebagiannya sekarang sudah disulap jadi Taman Pintar. Dulu suka hunting buku-buku perkuliahan di sana. Stoknya superlengkap, bisa nawar pula. Dan bisa minta sekalian diberi sampul plastik oleh penjualnya, ckck. . . Ah, benar lirik lagu Jogja Istimewa, "Jogja... Jogja... Jogja istimewa Istimewa daerahnya... istimewa orangnya" . . #30haribercerita #30hbc2027 @30haribercerita #yogyakartabercerita2019
A post shared by Nurhilmiyah | Mom of 4r (@nurhilmiyah14) on




Izinkanlah aku untuk slalu pulang lagi...

Semoga bisa jalan-jalan kembali ke Ngayogyakarto Hadiningrat ini.  Bye-bye Jogja...

Sampai di KNO lagi... welcome home, Ocean...













Berlangganan update artikel terbaru via email:

102 Komentar untuk "Jalan-Jalan Ke Masjid Jogokariyan"

  1. Seru bgttt.
    Udah lama saya ga ke yogya,
    Pengen explore sana lagi hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bang Sani... skuyy ke Jogja.. cuma kl hari libur rame banget hehe

      Hapus
    2. Iya, maunya di hari kerja, jd enak jalan jalannya, insyaAllah th ini hehe

      Hapus
  2. oh di Masjid Jogokaryan ada hotelnya juga ya, Mbak?

    Lihat bangunan maskam, jadi kangen ke jogja nih. Dulu sempat ngerasain sebulan tarawih di maskam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ciyee yg tarawih di Maskam. Anak UGM apa UNY, Mbasay... Salam kenal yaa

      Hapus
  3. Wah, di Masjid ada hotelnya juga mbak? Unik banget ini. Ngomong-ngomong Jogja, jadi kangen sama Jogja.. pengen jalan-jalan lagi ke sana 😍 memang suasana Jogja ngangenin banget ❤️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masjid Jogokariyan punya banyak divisi bisnis. Ada hotel, ada angkringan, ada pelatihan manajemen masjid, aneka souvenir, peci batik, ganci, make up pouch, tempat pensil, tempelan magnet kulkas dsb.

      Hapus
  4. Baru tau ada hotel Masjid Jogokariyan. Aku sampe baca 2x, khawatir salah baca. Nggak sekalian nulis review hotelnya, Mbak? Atau udah? Buat referensiku kalau liburan lagi ke Yogya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rencananya mau nulis reviu nya Mbak... Insyaallah kl sempet yahh

      Hapus
    2. Idem sama teh Eno, ku menunggu review hotel masjid Jogokariyannya juga ya mbak, buat referensi suatu hari nanti ke Jogja :). Adem soalnya kalau hotel berada di lingkungan masjid.

      Hapus
  5. Waaah Yogya... Udah lama banget ga ke Yogya... Ada kali 5 tahunan...

    Jadi pengen ke Masjid Jogokariyan. Ada hotelnya juga yah...

    Thanks for sharing mbak... Masuk salah satu tujuan kalo ke Yogya ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seneng banget bs ngerasain nginep di hotel masjid, Mbak. Ntar deh saya nulis blogpost khusus hotel yahh

      Hapus
  6. Wah itenary nya panjang banget, saya juga ada di Yogya 26-28 kemarin
    Tapi berhubung lumayan dekat dengan Bandung ya ga kemana mana :d

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jogja-Bandung kurang lebih 7 jam an ya Mbak... Kl Jogja-Medan kudu naik pesawat huhuu... Tp pernah sih saya ngebus pas masih kul dulu. Ampun deh,, 4 hari 3 mlm hikss

      Hapus
  7. Jogja memang selalu menarik untuk dikunjungi. Ada saja hal yang tidak bisa dilupakan dari kota yang satu ini. Ak ujadi penasaran sama Masjid Jogokariyan-nya, apalagi ada hotel di dalamnya. Bisa jadi salah satu tujuan kalau ke sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Recommended deh Mas Rifqi, insyaallah gak bakal ketinggalan sholat kl nginep di hotel masjid, hehe

      Hapus
  8. Waduhh saya yang sempat tinggal di Jogja tahunan, malah belum pernah foto di plang malioboro itu mbaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi,, sama Mbak... Saya 4 tahun tinggal di Jogja br sekali itu setelah gak stay di jgj lg br kepikiran foto kaya org² hehe

      Hapus
  9. Huhuhu, kangen Jogja dan pengen banget ke Masjid Jogokariyan ini.
    Belum pernah sama sekali soalnya.

    Pertama kali tahu di postingan Ajeng, terus langsung jatuh cinta pengen mampir, anak saya pasti senang nih kalau bisa sholat di sini, dia paling senang kalau bisa sholat di masjid-masjid baru :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masjid Jogokariyan ini masjid lawas Mbak Rey... Pas zaman sy kul 15-an thn lalu sudah eksis kok. Cm ngehits n fenomenalnya empat tahun belakangan ini aja

      Hapus
  10. Happy ya mbak jalan-jalaj bersama keluarga. Enjoy your holiday

    BalasHapus
  11. Wah kalau mau pergi-pergi dan bawa anak, banyak yang perlu dipersiapkan ya mba. Salah satunya ijin ke sekolah anak dan kita juga harus menghentikan kegiatqn kita. Termasuk arisan ya hihihu. Aduh ngomongij soal Yogya, aku baru sekali mba ke sana. Semoga nanti ada kesempatan maim ke sana apalagi ke mesjid ya mba tulis di atas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, Mbak Yeni beneran baca tulisan saya ya, sampe bisa komen yang detil2... makasih ya Mbak

      Hapus
  12. Waaah, jauh banget, Mbak. Tinggal di parangtritis km 3,5, kuliahnya di UGM. Dari selatan ke utara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagi saya ndak jauh Mbak... biasa di Medan ada yang lebih jauh lg hehe... dulu setiap hari turun di perempatan Jogokariyan dari bis jalur 2

      Hapus
  13. Jogja selalu punya kenangan tersendiri ya. Saya sempat kuliah di sana 4 tahun, rasanya seperti rumah buat kembali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah toss kita Mbak... alumni Jogja yaa... bener beud... Jogja is our 2nd home

      Hapus
  14. Udah bolak balik ke Yogya dan belum pernah lihat Masjid Jogokaryan.. hiks hiks.. insya Allah saya khusus datang ke sini nanti

    indah sekali silaturahmi itu yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Mbak, dikhususkan. Saya juga sebelumnya ke Jogja gak sempet mampir ke Masjid Jogokariyan ini. Baru dapat kesempatannya juga kali ini.

      Hapus
  15. Baca-baca ini bikin jadi kangen Jogja. Duh, kapan ya saya bisa ke Jogja lagi. Kepengen deh bawa anak-anak yang kecil ke Jogja. Mereka belom pernah tahu. Semoga bisa segera.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak.. beda emang pergi perjalanan dinas sendirian ama pergi bareng2 krucils. Lebih seru bawa anak2 deh hehe

      Hapus
  16. Buat saya yang hanya sekali pernah ke Jogja, tahun 1995 ... bersama teman-teman kuliah, Jogja itu bikin kangen. Apalagi yang kuliahnya di sana, ya. Semoga Mbak sekeluarga bisa ke Jogja lagi ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak.. rasanya kl denger cerita Jogja auto-remember masa2 kuliah dulu, hihi

      Hapus
  17. Waah masjid Jogokariyan ada hotelnya juga,. aku mau review lengkapnya dong mba hehe. Unik soalnya. Masyaallah aku galfok liat baby Ocean yang seger dan ceria gitu di jam 4 pagi. Iya juga ya kalau dipikir-pikir, untuk batita harus check in langsung di Bandara jadi bisa menghindari human trafficking :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak,, baby Ocean udah ngerti aja bakal mau ketemu ayahnya di Jogja, jd tetap semangat 45 walaupun dini hari, ckck

      Hapus
  18. Belum kesampaian juga sholat di masjid jogokariyan, saat Oktober kemarin ke Jogja. Kalau lewat depan tempat kuliahnya mbak UGM sudah hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk Mbak,,next time ke Jogja lagi, skuyy sempetin sholat di Masjid Jogokariyan

      Hapus
  19. Beberapa kali menginjakkan kaki di jogja tapi aku melewatkan hotel masjid ini. Aghhh...mesti masuk list nih. Thank you kaka infonya..

    BalasHapus
  20. Serunya Mbak Mia, meski cuma sebentar lumayan buat obat kangen ya. Dan itu si Ocean girang bangets...dah tahu jalan-jalan dia . Alhamdulillah bisa reunian juga dengan teman dan mengunjungi Masjid Jogokariyan. Nanti kalau ke Jakarta kabari, siapa tahu bisa ketemu kita:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insyaallah Mbasayy... ketemuan itu emang beda ya rasanya,, setelah chit-chat mulu'. hihi

      Hapus
  21. Masjid Jogokariyan merupakan salah satu masjid yang terkenal. apalagi pengelolaan masjid terkenal cukup bagus. sehingga menjadi acuan bagi masjid-masjid lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masjid yang pengelolaannya sudah mandiri, tidak lagi sebatas mengandalkan kotak infak dan sedekah para dermawan.

      Hapus
    2. Iya Mas Assaifi n Mbak Mutia... semuanya dikelola secara profesional. Jadi terukur dan jelas.

      Hapus
  22. Jogja yang bikin kangen. Udah lama banget nggak kesana setelah batal jadi mahasiswi ugm, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih bisa Mak Dev... S2 dan S3 masih terbuka kesempatan jd mahasiswi UGM. Gak bs juga, anak2 kuliahin di UGM, hihi... aamiin

      Hapus
  23. Konsep hotel masjid ini bagus ya mba, khususnya dalam kondisi halal tourism yg semakin berkembang. Asal pengawasannya harus tertib. Pengelolaan masjid sekarang juga semakin keren. Dulu pengembangan masjid cuma mengandalkan kotak amal dan para dermawan. Sekarang, pengelola masjid jauh lebih mandiri. Di Denpasar juga ada beberapa masjid yang menjalankan halal bisnis, seperti mengontrakkan sebagian lahan untuk dijadikan lapak makanan pedagang. Semoga pengelolaan masjid di Indonesia semakin mandiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisnisnya Masjid Jogokariyan keren, souvenirnya banyaakk.. ada kaos, peci batik khas Jogokariyan, make up pouch, gantungan kunci, tempat pensil, shopping bag dan banyak lagi yg lain. Itu semua karya anak2 remaja masjidnya

      Hapus
  24. Sudah hampir setengah tahun nggak berkunjung ke sana. Baca ini jadi pengen ke Jogja lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. skuyy Mbak, ngejogja lagi, hehe... Insyaallah gak ada bosen2nya deh

      Hapus
  25. Sudah sekian puluh tahun bolak balik ke Jogja, tetapi belum sempat ke masjid Jogokariyan. Malah bisa dibilang paling sering justru maskam alias masjid kampusnya UGM. hahaha. Ya karena sering ke Jogja lebih ke acara kantor sih ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. beda dong.. acara kantor ama bawa keluarga, hehe... lebih happy bawa anak2 kayanya... seringnya ke Maskam ya Mas... masjid e gedhi...

      Hapus
  26. masjid UGM. saya pernah ke situ, ketika honeymoon kedua pasca meninggalnya anak pertama saya.
    wah kapan ya saya bisa ke jogja lagi hiks..

    BalasHapus
    Balasan
    1. honeymoon ketiga dst Kak Vivi... come on, ke Jogja lagi... hehe

      Hapus
  27. Senang ya mbak bisa mengenang kembali memori indah dan manis di Jogja. Jadi benar kata orang kalau Jogja itu kota rindu. Hehehe. Saya belum pernah nih ke Jogokariyan. Tuh artinya apa ya mbak nama Jogokariyan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ciyee,, bener Mbak Eni..,Jogja itu kota rindu ya... Masjid Jogokariyan itu memang terletak di Jalan Jogokariyan Mbak. Kalau baca novel Sang Pangeran karya Ust. Salim A. Fillah ada sih disebutkan ttg Jogokariyan. Sik tak moco nehh yo, hihi... ra apal soale

      Hapus
  28. Saya sudah tiga kali ke Jogja, tapi tetap saja pengen lagi ke sana. Saya juga pengen banget ke Masjid Jogokariyan. Masjid yang managemennya keren banget. Semoga tahun ini bisa ke Jogja lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... kl ke Masjid Jogokariyan jangan lupa borong merchandise-nya ya Mbak... lucu2...hehe

      Hapus
  29. Keren bangret nih masjid tapi ada hotelnya. Divisi bisnis yang sangat berkembang ya mba. Btw padahal lagi ada acara arisan ya mb, tapi ggpp kan suami yang ngajakin nyusul ke Jogja. Jadi kangen Jogja juga nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu Mbak... ibu ketua arisannya udah lama wanti2 agar ikut acara n dikasih bahan baju seragam baju pula. Udah jadi bajunyam siap pakai, ehh malah suami ngajakin jalan ke Jogja.. susah nolak kl ke Jogja ini Mbak... hehe

      Hapus
  30. Jogja memang istimewa
    Berkali-kali ke Jogja selalu saja ada sensasi bahagia yang bikin hati hangat dan pengen kembali terus
    Jogja itu kota cantik yang kalau udah ke sana, sepertinya ritme kehidupan terasa lambat dan damai

    Senangnya yang liburan ke Jogja
    Pasti seru banget deh

    BalasHapus
  31. pingin banget ke jogja, apalagi ke masjid jogokariyan yang terkenal dengan tanggung jawab dan sifat sosial dari badan takmirul masjidnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak... bahkan takmir masjid punya data berapa jumlah fakir miskin di daerahnya, janda-janda tua yang butuh santunan dan anak yatim yg perlu dibantu. Keren banget

      Hapus
  32. Jadi kangen ngebolang di Jogja. Biasanya kesana untuk pulang kampung. Itupun saat puasa dan suasana nya macet terutama di tempat-tempat wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. asal jogja tho mbak? jogjanya mana... saya dulu pas kuliah di sana pernah lebaran ndak mudik ke Medan. Wah, jogjanya sepi hihi...

      Hapus
    2. Aku di Gunungkidul nya arah ke pantai. Tiap lebaran macet rasa puncak Bogor haha

      Hapus
  33. Jogokariyan adalah salah satu masjid impian yang mau awak kunjungi kak ♥️

    Selalu banyak cerita istimewa di sana ya..
    Ah Jogja, semoga suatu saat kakiku melangkah ke sana..

    BalasHapus
  34. Jogja memang warbiasak.. tapi terakhir kesana Masih Di Adi Sutjipto.. ternyata skrg Ada Yang baru yak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak,, masih aktif kok bandara lama, YIA baru sekitar 2 tahunan ini

      Hapus
  35. Udah lama banget aku gak ke Jogja jadi pengen banget jalan jalan ke Jogja apalagi sama anak...seru banget pasti

    BalasHapus
  36. Oh ternyata di masjid sana ada penginapannya ya mbak dan lumayan nyaman. Nama anaknya Ocean bagus banget, ini bapak ibunya ada yang kerja di kelautan atau berhubungan dengan laut atau gmn #malahbahasnamaanak
    Saya ada rencana ke Yogya nanti mau cova cari info deh ttg penginapan tsb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, sebenarnya nama lengkap anak saya Faid Ahmad Rausyan. Cuma daripada orang salah sebut Rausyan jadi rausan atau rosan, jadi kami sepakat memanggilnya Ocean saja, sekalian biar ng-English, hehe

      Hapus
  37. Mesjid Jogokariyan ini mesjid percontohan yang saya tahu dari unggahan-unggahan Ust Salim A. Fillah. Pernah baca broadcast di WA tentang mesjid ini, konon katanya kasnya harus habis setiap pekan, dan hebatnya pekan depannya jadi banyak lagi. Masyaa Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Da, kas harus nol sebab dikeluarkan untuk dana ngasih makan jamaah jumatan dan shaum senin-kamis.

      Hapus
  38. Baca ini jadi jangan Jogjakarta tapi sayang waktu itu saya ga plesiran kemana-mana cuma ke salah satu pabrik susu formula sama pelataran Prambanan hehe.

    Btw baru tau juga nih ada mesjid ini dan ternyata ada penginapannya juga ya. Semoga dalam waktu dekat aku bisa ke Jogjakarta lagi sama keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak tempat wisatanya Mbak kl jogja ini... Jd mesti ber part-part kl mau ke sana, hehe

      Hapus
  39. wah jadi pengen ke jogja! kak mia anak ugm? wah wahhhh 🤩🤩🤩

    BalasHapus
  40. Wuah, rupanya pantai parangtriris di Yogya.

    BalasHapus
  41. Wuah, rupanya pantai parangtritis di Yogya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Harum,, gak cm Parangtritis di sana. Ada Pantai Parangkusumo, Pantai Samas, dll

      Hapus
  42. Wah, mesjid ada hotelnya? Keren banget, ya, Mba? Ku belum pernah sampai ke tempat ini, semoga suatu hari ke depan nanti, bisa maink ke Mesjid ini, sekalian nginep di hotelnya. Bakalan asik deh kayaknya! 😁💕💞

    BalasHapus
  43. Aku tgl 3-6 feb bsk ke yogya mbak, dan mw ke masjid ini juga

    BalasHapus
  44. Alhamdulillah ini komen yang ke 3 smg ga gagal lagi karna koneksi.

    Makasih infonya mba sangat manfaat insyaAllah. Saya pernah ke Jogja dua kal ialhamdulillah ala kulli hal.

    Salam kenal 💕
    Mama F2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga Mama Futya,, iya tuh.. Kadang koneksi bikin kzl ya hehe... Thanks for comment

      Hapus
  45. Alhamdulillah ini komen yang ke 3 smg ga gagal lagi karna koneksi.

    Makasih infonya mba sangat manfaat insyaAllah. Saya pernah ke Jogja dua kal ialhamdulillah ala kulli hal.

    Salam kenal 💕
    Mama F2

    BalasHapus
  46. Kakak aku belum pernah ke Jogja huhu, pengeeen, dan memang salahsatu destinasi kesana itu ya Masjid Jogokariyan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah2an ada rezeki dan langkah ke Jogja yaa Zee... blm bs ke Jogokariyan bs ke Al Jihad dulu, malah lebih gede n nyaman masjid Al Jihad kl dari segi fisik masjidnya

      Hapus
  47. Dah lama banget engga ke Yogya nih. Setiap kali baca blog temen-temen, ada aja yang baru. Bahkan Masjid-nya pun keren. Ada hotelnya juga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ada hotelnya di lantai 2 dan 3 kantor sekretariat masjid, Mbak Hani... eh Mbak Hani, btw tunjangan serdos udah cair loh, hihi

      Hapus
  48. Ya ampuuun jadi pengen ajak suami dn keluarga buat main kesanajuga. Pasti seru dan berkesan banget yaaa

    BalasHapus
  49. Emang ngangenin bgt lah jogja ini, pertama x taun 2015,,,pengen lg tp tah kapan hahaha

    BalasHapus
  50. Jogya, memang selalu bikin kangen. Mulai dari destinasi, makanan, kebudayaan & keramahan penduduk lokal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Lisa, kl udah pernah stay di Jogja, susah lupa, haha...

      Hapus

Terima kasih telah meninggalkan komentar yang santun. Sebab bisa jadi Anda dinilai dari komentar yang Anda ketikkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel