Belajar Fokus

Ah, Kangennya...

Rasanya sudah lamaaaa sekali jari-jemari saya tidak menari-nari di atas papan ketik laptop kesayangan ini. Kangen? Jelasss! Seakan bertahun-tahun sudah tidak bersenang-senang di dunia kata.

Yup, saya menganggap menulis itu adalah kebahagiaan. Bukan kewajiban yang membebani apalagi sampai bikin stress. Owh itu bukan saya banget. Okay, kenapa saya tidak aktif ngeblog sampai 20 hari lamanya? Bukan karena mengalami kebuntuan ide ya... Saya malah punya tabungan ide yang terus di-update setiap harinya. Tinggal mengeksekusi saja.

Bahkan kalimat umum teman yang mengingatkan kalau banyak orang yang mengingkari resolusi menulis justru di minggu pertama, tidak saya indahkan. Ya iyalah,, dia kan gak tahu alasan kita. Dunianya juga berbeda, jadi saya gak ambil pusing. Blognya ya blognya-lah... ini blog saya, ini dunia saya, hihi...

Shutterstock
Selama dua mingguan ini saya tuh menggarap proposal penelitian. Memang saya gila ya, begitu kata suami. Hampir setengah lusin usulan saya borong sendiri dan sudah submit dua. Kesiapan 80% dua dan sisanya masih melengkapi administrasi penelitian maupun pengabdian masyarakat. Surat persetujuan mitra, pengesahan pimpinan dan lain-lain.

Gila di sini maksudnya bukan ambisius. Tapi di luar kewajaran saja. Saya juga harus realistis, harus cermat mengukur kapasitas diri. Gak boleh serakah semua harus dilalap. Maka kemarin itu saya berusaha keras gak nulis blog dulu. Padahal itu kesenangan saya. Puasa ngeblog deh kemarin, ini buka puasanya, huhuu.

Saya juga menahan diri gak blogwalking dulu. Agar tidak tertarik untuk ikut-ikutan. Sesuatu yang melanggar prinsip be your self. Mau orang menang lomba blog apa, kalau itu bukan prioritas kita, ringan saja melewatkan dulu. Mungkin lomba blog itu memang mata pencahariannya, prioritas hidupnya, ya silakan saja.

Apalah artinya kalau saya hebat di ngeblog tapi di profesi saya sendiri, sebagai ibu rumah tangga dan dosen, saya hanya biasa-biasa saja. Rumah keteteran, Tri Darma Perguruan Tinggi tidak terlaksana dan pangkat jalan di tempat. Faktanya hidup ini memang harus memilih. Sebenarnya saya ingin sukses di bidang apa? Ibu yang sukses, dosen berprestasi atau bloger yang blognya itu menghasilkan jutaan rupiah? Mau semuanya? Gak mau ah jadi superwoman, hihi.

Bloger sendiri terbagi-terbagi ya ternyata. Ada yang memang pejuang lomba, ada yang suka datang ke blogger event, ada yang rajin nge-bid di advertiser publisher semacam Vira, Sosiago, Jawalink dan Raja Backlink. Ada yang memaksimalkan Google Adsense-nya hingga bisa meraup transferan dari Google meski kabarnya itu minimal 2 tahun baru nampol nominalnya.

Ah... terlampau banyak untuk diikuti. Bagi saya yang sudah punya gaji tetap meski tak besar ini, saya ngeblog untuk happy-happy. Walaupun nimbrung juga kalau ada project yang bisa saya ikuti. Tapi saya cukup menyadari sempitnya waktu yang dimiliki. Apalagi di tahun 2020, sudah dekat masa saya akan melanjutkan studi ke jenjang doktor. Saya harus memilih, fokus jadi dosen atau bloger sih? Dari awal saja saya  sudah menjawab pertanyaan ini. Jadi full time blogger atau part time blogger?

Apa Motivasi Menulismu?

Meminjam konsep dari manajemen waktu, kalau kita ingin melakukan sesuatu itu, jawab dahulu pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

1. Apakah saya menulis itu hanya ASAL NULIS, sekadar menggugurkan kewajiban. Sudah yaa lihat nih, saya sudah nulis lohh.
2. Apakah saya menulis itu karena KOMPETISI. Merasa harus bersaing dengan bloger atau penulis lainnya?
3. Apakah saya menulis karena PANGGILAN HATI. Sebab menulis membuat saya hati saya bahagia. Menulis tanpa beban, bebas, lepas.

Pngdonwload.id


Saya bersyukur sekali di sela-sela kesibukan mengurus keluarga, jadi dosen, nulis blog, masih bisa melanjutkan belajar ke kelas Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional. Setelah lulus matrikulasi dan kelas Bunda Sayang.

Bagaimanapun ketertarikan saya pada tema-tema parenting tetap membuat saya senantiasa haus ilmu. Setelah berhasil melewati tantangan di kelas telur-telur, saatnya memasuki kelas ulat-ulat. Dari semua penyampaian Bu Septi Peni Wulandani, founder IP, di kelas telur hijau, merah dan oranye, saya merenungi bahwa pengetahuan itu amat sangat banyaknya. 



The Jungle of Knowledge. Jangan sampai kita tersesat di rimba pengetahuan, tenggelam di lautan ilmu. Menurut saya benar sekali. Saat matrikulasi dulu sempat belajar tentang fenomena Tsunami Informasi di zaman now. Tentang orang-orang yang terjangkit virus FoMO (Fear of Missing Out),  takut sekali ketinggalan hal-hal yang ngehits dibahas orang. Akibat dahsyatnya gelombang informasi. Pesatnya kemajuan teknologi informasi menjadikan segala wawasan dan pengetahuan melimpah ruah.

Akankah kita raup semuanya? Tentu tidak, kan. Bisa dipastikan kita akan terengah-engah menyamainya. Ngos-ngosan saking khawatirnya tertinggal dari orang-orang. Padahal belum tentu info itu berfaedah dan berpengaruh besar bagi diri kita, bagi suami dan anak-anak, profesi, dan masa depan kita. 

Setelah sebulan lebih jadi telur, maka minggu ini saya menjelma jadi ulat, hihi

Belajar Fokus (Lagi)

Berdasarkan peta pikiran yang telah saya susun, saya ingin fokus di bidang yang telah 15 tahun ini saya geluti, yaitu jadi dosen. Jadi kalau saya tampak absen di mana-mana, nah berarti saya aktif di dunia profesi saya. Meski demikian saya tetap mencintai dunia bloger tapi memang untuk saat ini bloger bukanlah prioritas nomor satu. Mungkin satu saat saya akan balik lagi tetapi sudah pasti pekerjaan utama saya beres dahulu. Saya tidak ingin setengah-setengah. 

Menikmati setiap milestone menjadi ibu empat anak plus dosen sudah benar-benar menyita waktu keseharian saya. Tetap menulis blog, tapi gak mau stress mikirin DA/PA, SEO, pageviews dan sebagainya. Sebab hidup saya gak melulu ngurusi itu.

Kadang saya lebih memilih membiarkan saja smartphone tergeletak begitu saja, dan menatap lekat-lekat mata bulat bening Ocean kecil, si bungsu kami. Bermain keretaapian bersamanya, atau bercanda ria main tebak-tebakan dengan Ririn, kakaknya. Tak lupa pillow talk eh berdiskusi (baca:debat) dengan suami tercinta, yang apa-apa suka sekali berpikir filosofis. Kayak filsuf saja, saya bilang, ahaha. Alhamdulillah bahagia sekali.


Panduan 1


Lalu, saya mengerucutkan banyak hal dan jadi tahu apa yang sebenarnya penting buat saya dan keluarga.

Panduan 2
Silakan jika teman-teman ingin membaca mengenai fokus, saya pernah menuliskan tentang Fokus ini kira-kira dua tahun yang lalu. Mudah-mudahan saya bisa memilah dan memilih, kemudian berkonsentrasi pada hal-hal yang memang perlu bagi hidup saya. Dengan ikhlas dan hati yang berbahagia plus penuh kesadaran, men-skip apa saja yang tidak prioritas. Insyaallah lebih bersemangat lagi menjalani tantangan demi tantangan. Bismillah.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional



Berlangganan update artikel terbaru via email:

34 Komentar untuk "Belajar Fokus"

  1. Iya sih, semua punya motivasi dan tujuan masing dalam ngeblog. Pastinya ga sama. Tp kl saya pribadi bgitu udah memutuskan buat blog 1 bulan lalu, saya mulai belajar cara menulis yg baik, karena selain untuk pengingat diri atas kegiatan lasak saya, juga akan di baca oleh orang lain hehe
    Hepy writing ya kak, mantabs memang banyak aktivity 👍😁

    BalasHapus
  2. Tetap fokus sama kehidupan yang real juga sih, aku juga udah punya anak, tentu keluarga diutamakan, ngeblog sih hanya sampingan saat waktu kosong, jadi ga terlalu mikirin blog.

    BalasHapus
  3. Selama bulan Januari ini awak nurunin target 1 pekan cuma 1 post.
    Ada jurnal yang mau dikejar harus diselesaikan. Hahaha, kadang gatel banget pengen nulis di blog, tapi harus tau juga bahwa ada deadline yang harus dikumpul.
    Jadi bersenang kemudian setelah selesai jurnal deh

    BalasHapus
  4. Iuar biasa sekali perjalanan hidup sista satu ini, jadi berpikiran untuk apa aku memiliki 6 blog yang sayang untuk dibuang.... Soalnya semuanya aku suka, walau bingung bagi waktu untuk menulis... Semoga aku juga bisa mendapatkan pencerahan juga untuk prioritas kedepan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap, Sis... Ternak blog ya,, saya juga pingin gitu, nih blog br 2 tp dg padatnya aktivitas kayaknya blm lah, hehe

      Hapus
  5. Wow, setengah lusin proposal penelitian. Ga kebayang gimana sibuknya. Jadi sekarang fokusnya ke dosen ya mbak. Sukes ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak,, sayang kl gak serius,, udah 15 tahun masa kerja soalnya.

      Hapus
  6. Masing-masing punya tujuan untuk ngeblog. Saya salah satu orang yang dengan menulis blog sebagai menyalurkan inspirasi pada sebuah media.

    BalasHapus
  7. ahh.. mba Mia.. saya juga nulis untuk happy-happy..
    dan karena saya suka mengetik haha
    ikut lomba blog pun pilah pilih. kalau saya tak menguasai temanya, saya pun gak selera.
    Nanti isi tulisan jadi aneh-aneh, disangkain ngejekin panitia lagi ya kan..
    tapi terkadang ngebaca tema dari lomba blog jadi terinspirasi juga buat nulis, dan diikutkan lomba.
    menang Alhamdulillah, gak menang, Astaghfirullah kwkwkwkwkwkw

    BalasHapus
  8. Wah, kita sekelas, ternyata. Asyik banget!

    Makasih ya kudapan daunnya.
    Masih proses belajar fokus menulis juga. Tapi halangannya ada saja, ya.
    Harus terus semangat.

    BalasHapus
  9. Saya banget ini kak Mia. Fokus pertama keluarga, kedua pekerjaan tetap, selebihnya suka-suka dan dibikin hepi aja ya. Nggak usah maksa jadi superwoman supaya bahagia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gimana yaa... Gak jd superwoman aja udah happy kuadrat kok, hiyahiyaaa

      Hapus
  10. Tujuan aku menulis (ngeblog) pingin ajah punya jejak yang terlihat. Kalau tulisanku bermanfaat dan banyak baca itu bonus hehe. Yang penting terus menulis

    BalasHapus
  11. Tentunya keberhasilan dan kebahagiaan menjadi tujuan setiap orang dalam prioritas dan ritme hidup yang berbeda-beda.
    Sukses terus buat Mbak Nur dengan seabrek peran yang disandang. Barakallah...

    BalasHapus
  12. Wah salut banget akutu sama bunda yang sibuk, tapi masih nyempetin waktu untuk nulis. Hebat bun, semoga selalu sehat ya... dan sukses untuk semua urusannya. Amin

    BalasHapus
  13. Yeaiiii menuju jenjang doktoral. Semoga sukses yaaa Mba Mia. Yups, prioritas masing-masing ibu jelas berbeda. Jadi jangan mengukur diri kita dengan timbangan orang lain, tapi ukurlah dengan timbangan kita sendiri. Semangatttttt.

    BalasHapus
  14. Pelan-pelan. Insya Allah satu per satu bisa dijalani dengan mudah. Yang penting mah terus berusaha dan semangat 😁

    BalasHapus
  15. Bener mbak, fokus itu penting dan setiap orang itu punya priorotas. Mana yang lebih penting antara keluarga, karier, kegiatan ngeblog kudu dibagi2 dan didahulukan yang lbh penting ya :D
    Sukses yaaa buat kerjaannya :D

    BTW ini ikutan kelas yang sama kek Mbak Susi ya? :D

    BalasHapus
  16. Keren kak, ada kawan yang menjadikan menulis sebagai obat atas penyakit beliau

    BalasHapus
  17. Semua punya tujuan masing-masing ya, ingin menjadi bloger seperti apa, mau fokus di mana, yang terpenting adalah jangan melalaikan tugas utama sebagai ibu dan istri, ini yang selalu saya tekankan ke diri sendiri. Dan jangan lupa bahagia :)

    BalasHapus
  18. Aku pun kak, untuk ngeblog itu bukan sebuah kewajiban tapi sebuah kesenangan. Senang bermain kata-kata menjadi kalimat yang menghasilkan cerita, yess cerita hati dan pengalamannya hahahaha... 😄

    BalasHapus
  19. aku sependapat sama kakak nih. ngeblog bukan kewajiban. hanya kesenangan tapi mampu memberikan hasil. hehehe

    BalasHapus
  20. Nah, iya mbak. Kadang FoMO itu yang bikin gagal fokus. Lari ke mana-mana jadinya. Banyak yang menarik, hihi.

    BalasHapus
  21. Belajar fokus adalah suatu hal yang terbaik untuk cepat menyelesaikan tugas. Saya setuju sekali.

    BalasHapus
  22. Hidup adalah pilihan ya kak, awak pun gak mau klo jadi superwoman semua disangup2in nanti jd keteteran hihi sekarang fokusnya ngeblog dulu, ngebuzz nanti aja deh :)

    BalasHapus
  23. MasyaAllah keren banget dah bu dosen ini. Nanti intip-intiplah artikel ini klw dapat tugas buceknya eh tapi nanti soalnya bunsay aja belum xixixi...

    BalasHapus
  24. ayo kakak, semangat selalu yaa.. kami menunggu konten inspiratif mu selalu :D salam sayang dari Jakarta yaa

    BalasHapus
  25. Ipeh penasaran banget sama Institut Ibu Profesional ini. Pengen kepo jadinya. Soalnya banyak temen yang udah ikutan. Kok kayanya enak yaa banyak materi kece

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan komentar yang santun. Sebab bisa jadi Anda dinilai dari komentar yang Anda ketikkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel