Mengenal Macam-Macam Gaya Customer

Customer is queen, demikian kalimat yang kerap didengar jika mengelola suatu usaha. Oya, sebelumnya, ada info nih, banyak referensi menarik seputar blogging dan online shop di Ica on The Way.  Ada artikel tentang aplikasi yang wajib dimiliki toko daring.

Pameo pembeli adalah raja ini tak selamanya bisa diterapkan secara saklek. Terkadang ada hal-hal yang dirasa tidak logis jika ingin menerapkan prinsip ini. Antara lain adalah sikap negatif dari si customer (pembeli, pelanggan) itu sendiri.

Meskipun bagi saya pribadi, dari pengalaman buka toko fisik plus online dulu, seburuk apapun kelakuan customer, saya dan pramuniaga tetap berusaha menyikapinya dengan positif. Jangan sampai terpengaruh ikut-ikutan jutek atau pasang muka tak suka. Karena selain tidak sedap dipandang, juga memberikan energi negatif bagi diri kita sendiri, rugi, kan.

Kenali Jenis-Jenis Pelanggan
Shutterstock

Nah, penting nih mengenali macam-macam gaya customer beserta cara menghadapinya. Sehingga jika satu saat ketemu dengan salah satu atau semua pelanggan model begini, bisa keep calm and stay selling, right?

1. Customer baik hati dan tidak sombong

Yang ini sih idaman para seller di mana pun berada ya, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Tidak banyak tingkah, tidak cerewet, pilah-pilih barang trus bayar deh. Aduduuh rasanya pingin ngasih souvenir deh cust kayak gini, haha. 

Kalau yang ini memang queen di hati penjual. Sepertinya ini tipe ideal jadi tak perlu cara atau jurus macam-macam menghadapinya. Cukup kasih senyum tujuh senti, dia senang, hati kita apalagi, senang banget!


2. Customer woles dan cuek


Berbeda dengan cust nomor satu, kalau cust yang ini mesti kita senyumin juga gak ngaruh. Karena dia fokus sama isi toko, bukan ke kitanya. So, kalau ketemu dengan pelanggan seperti ini, kitanya juga harus woles, keep smiling aja. 

Tak perlu menjelaskan panjang lebar tentang suatu produk yang dia tidak minta deh, karena sudah pasti, bakal didiamkan saja, haha.  Yang penting UUD alias Ujung-ujungnya Duit, berakhir dengan transaksi.

3. Customer gak sabaran


Saat jualan online saya beberapa kali ketemu sama cust model begini. Udahlah nanya barangnya lama, sekalinya balas langsung boom chat ke saya. Memangnya saya on screen terus, gak kan. Dulu online shop dipegang tiga admin. 

Saya sendiri owner merangkap jadi Admin 1, kedua orang karyawati jadi Admin 2 dan Admin 3. Walaupun online shop itu mestinya buka 24 jam, untuk Admin 2 dan 3 hanya bisa aktif sampai jam tutup operasional toko saja, yaitu pukul 22.00 WIB. 

Nah pernah ada cust yang minta fotoin real pict pukul 23, ya admin di toko udah pulanglah, sementara dianya gak mau nunggu besok. Dikasih penjelasan juga gak terima, malah katanya saya nolak rezeki, ya sudah diikhlaskan saja, setelah mohon maaf saya gak baca-baca lagi chat dia selanjutnya.

Cara menghadapi cust seperti ini, jangan terpancing balas chat dengan komen-komen negatif. Just inhale then exhale. Kalau memang rezeki besok dia chat lagi kok, melanjutkan yang terputus kemarinnya.

4. Customer suka nawar gak kira-kira


"Lagi diskon ya Mbak?" sambil bongkar-bongkarin barang yang di rak dagangan.

"Iya nih Mbak... ada yang 20%  sama 50%."

"Ah... gak nendang diskonnya, Mbak... 80% aja ya... ya...ya... kalau iya saya ambil dua deh."

"Hehe, maaf gak bisa Mbak, sudah ada bandrolnya." (fyuhh ... emang ini pasar tradisional?)

Cara menghadapi cust semacam ini kalau memang belum nutup modal ya jangan dilepas barangnya. Sayang dong, kita udah beli dari supplier plus ongkirnya eh dia tinggal enak aja nawar gak masuk akal. 

Tetap hadapi dengan sopan, jangan khawatir insyaallah akan ada "jodoh" dengan pembeli berikutnya. Ini yang saya  suka dari berdagang, optimis dan baik sangkanya sama Sang Maha Pemberi Rezeki itu lho, yang luar biasa.

Kenali Customer Anda
BBman[dot][com]

5. Customer palsu (Fake Customer)

Jangan dikira yang nanya-nanyain barang kita itu beneran pembeli lho, ada juga pembeli pura-pura alias fake cust. Modusnya dia bakal bergaya seolah-olah mau nyari barang buat mamanya. Nah dia telusuri deh tuh barang-barang yang dipajang di toko.

Beberapa menit kemudian dia keluar dari toko katanya gak ada yang cocok sama ukuran mamanya. Sekali dua sih saya dan pramuniaga toko tak menyadari. Sampai kemudian minggu depan atau dua-tiga minggu dia lagi orangnya.

Usut punya usut ehh ternyata dia karyawati toko lantai bawah, yang kepo abis sama barang-barang new arrival toko saya dan ingin membandingkan barang dan harga dari toko bosnya. O'oww kamu ketauaann... haha.

Cara menghadapinya, sebenarnya cukup diperhatikan saja tingkah polahnya dari jauh, anggap dia sedang bersilaturahmi.  Trus baru niat menyapanya, karyawati saya langsung ngomong ke dia, "Jadi gimana, Mbak... toko kalian jual yang kayak gini juga gak?" Upss... wajahnya bak kepiting rebus, dan sejak saat itu si fake cust tidak pernah nongol lagi ke toko kami.

6. Customer CLBK (Cuman Lewat Beli Kagak)

Haha, nah yang ini banyak nih pasti yang mengalami. Dari jauh padahal cust udah lirak-lirik barang, etapi gak mampir ke toko kita... lurus aja ngelewatin. Sakitnya tuh di sini ya... apalagi kalau belum BD alias buka dasar, aka belum ada penglaris, hmm... hati berasa teririsss.

Tetapi datang juga hari-hari yang membahagiakan. Saat customer borong barang dagangan dalam jumlah banyak. Apalagi sekalian bawa keluarga besarnya ke toko trus masing-masing beli, rasanya bersyukur sekali.

7. Customer BPJS (Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita)

Nah yang begini unik nih. Datang ke toko penampilannya wah banget ala Inces yang itu. Segala barang yang branded dipegang-pegangin, bolak-balik ke fitting room. Akhirnya setelah ditotal, deseu' nyerah, cuma ambil sehelai trus bayar.

Pramuniaga saya misuh-misuh katanya cape deh, nyusun yang abis diacak-acak sama si mbak tadi belinya cuma sebiji. Saya nasehati ya kita gak tau kondisi dia kan, kali aja juga budgetnya gak cukup, daripada gak closing satupun, kan masih lumayan.

Sebaiknya tidak menilai seseorang dari penampilannya semata. Terkadang pandangan kasat mata bisa menipu. Saya pernah mengalami ada ibu setengah baya pakai sandal jepit datang ke toko. Gak bakal nyangka ternyata dia belanja sampai jutaan, cash pula.

Don't judge a book by its cover itu benar sekali. Jangan tertipu penampilan. Terus terang pengalaman buka toko membuat saya jadi banyak memetik hikmah dari bertemu macam-macam gaya cust. Sehingga saat saya berada di posisi cust di toko orang lain, gaya-gaya tidak mengenakkan yang pernah dialami, berusaha tidak saya kenakan ke orang lain. Jadi lebih berempati dengan para pedagang.

Demikian tujuh gaya customer yang pernah saya hadapi. Silakan teman-teman tambahi kalau ada yang merasa pernah senasib (gak sepenanggungan) dengan saya. Ditunggu komennya di kolom komentar ya, terima kasih.

Salam,

















Berlangganan update artikel terbaru via email:

29 Komentar untuk "Mengenal Macam-Macam Gaya Customer"

  1. Haha ternyata banyak ya jenis2 customeer,lucu yg clbk dan bpjs

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mbak Dee yg sering mampir ke blog saya... gantian ah cusss to the deestories

      Hapus
  2. Sebagai konsumen, memang ibu-ibu suka survei dulu, lihat-lihat dulu, nanti membandingkan dengan toko sebelahbiar gak nyesal hehehe.

    Calon pembeli yang tengah malam maksa itu nyebelin banget yak ckckck.

    BalasHapus
  3. Iya, bener Mbak. Macam-macam jenis customer dan pernah saya temuin pas jualan online dulu. Bener, ya, pembeli itu raja, hehe ... tapi perlu punya etika juga saat jadi customer.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pembeli itu raja tetapi bukan rajaku, katanya gitu.. Teh Lia, haha

      Hapus
  4. hahahhaa saya ngakak yg BPJS itu kudu sabaaaaaaar banget
    yang suka sih ya nomer 1-2
    yang penting beli dan enggak banyak maunya

    tapi kita sendiri akhirnya jadi kepikiran terus buat memberikan service maksimal

    BalasHapus
  5. Pengalaman saya malah dapat penjual cuek minta ampun
    Berkali-kali minta tolong, pingin lihat barang di etalase, dia ngga mau ngelayanin, malah asyyik ngobrol ama temannya

    Protes ama ownernya, eh dia malah bela pegawainya

    Saya black list deh dari daftar toko

    Walau barangnya bagus, walau barangnya murah, ngga mau saya masuk toko tsb :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kl saya jd si ambu sy juga gitu kali ya... kesel soalnya, kita mau ngasih duit ke dia kok gak diperlakukan sepantasnya ya

      Hapus
  6. Ya namanya juga manusia banyak karakternya, namun bila kita sudah memasuki dunia kerja apalagi sebagai customer seharusnya bisa melayani pelanggan dengan ramah dan senyum manis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya sebagai penjual dan pramuniaga kali ya Mbak, hrs bs ramah dan tersenyum manis

      Hapus
  7. Lucu banget Mbak, hihi. Jadi yang fake cust itu ternyata memang tujuannya buat inspeksi pasar ya hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak Tri... dia sidak aja toko kompetitornya udah ada barang apa aja n harga brp

      Hapus
  8. Hihihihi ... Aku udah ngalamin menghadapai semua customers diatas mbak..
    Tapi memang ya harus sabar aja ya.

    BalasHapus
  9. Type customer ternyata banyak macemnya yah mba..duh aku yang jadi penjual auto ga sabar sama customer yang suka nawar ga kira2 .. ampun deh bikin darah tinggi ini mah hahahahhah. Tapi balik lagi mesti sabar yah :)

    BalasHapus
  10. Yang online kadang nyebelin juga kak Mia..
    Dia nanya, trus minta poto barang, minta videoin, abis tu nanya lokasi, panjang banget chat nya, abis tu hilang. Hahaha

    BalasHapus
  11. Hal ini yang pernah aku rasakan, berhubung aku kerjanya jualan. setiap hari aku menemukan customer yang kaya gini. kalo pas dapat yang baik baik banget tapi kalo pas dapat yang judes dan banyak tanya bawaanya gereget sekali.

    BalasHapus
  12. Wkwkwk, intinya yg punya lapak harus ekstra sabaaaar ya uni. Kadang dia baru chat 3 menit yg lalu, udah dia bilang "saya chat dari tadi gak dibalas." Padahal belum 5 menit. Wkwkwk. Gak sabaran banget.

    BalasHapus
  13. Seru banget bacanya mbak. Pasti ada aja kelakuan customer yang unik-unik ya. Saya jadi ngerasa relate juga sama salah satu tipe di atas, hihihi.

    BalasHapus
  14. Aduh kak mia nomor 4 itu aku banget, hahaha secara kita pedagang kalau memang suka kepo sih dengan barang yang dijual orang Lain berikut harganya. Apalagi kalau barangnya Sama persis dengan punya kita hehehe.

    Kalau yang nomor dua itu sekarang sejak ada pandemi ini jadi terbantu banget lho Kak, secara kita nggak perlu basa-basi, senyum ramah-ramah kan tertutup juga pakai masker. Tapi kalau customer yang cuek ini sekalian nanya rata-rata pasti closing ya.

    BalasHapus
  15. Ipeh nih termasuk yang CLBK hehe terutama kalau pas di liat dari jauh kaya sesuai sama keinginan. Eh pas dideketin, loh kok ga sesuai ekspektasi. Alhasil jalan lagi hehe

    BalasHapus
  16. Wah, sampe ada pengalaman berhadapan sama fake customer. pasti malu banget orangnya yang akting jadi fake customer

    BalasHapus
  17. aku baca ini malah ngakak apalagi yang BPJS duh duh, duit sama gaya hidup berbanding terbalik ya mba. ini mah lebih besar pasak daripada tiang. hahaha. semoga kita mah gak begitu ya mba. tau diri aja hehe.

    BalasHapus
  18. wkwk ada2 aja gaya customer..sy pernah jualan online..cust.nanya segambreng minta.totalan dan no.rek.eh pehape aja..ada lagi yg irit ngomong sekali beli kyk buat irang se er te duh lopyu bngt deh ngadepin customer kyk gini. Dan sy aetuju dngan statement pembeli adalah raja tapi raja ga pernah nawar.. dan pehape..hihi..

    BalasHapus
  19. Memang ada-ada aja tingkah dan polah customer ini ya Mbak, saya pun meski cuma bisnis jasa online, ada bermacam-macam calon customer yang chat. Ada yang katanya jadi, tapi sampai sekarang gak ngontak lagi, ada yang read doang dsb.

    BalasHapus
  20. Wah, saya ngalamin banget ini. Paling males sama customer yang nanya mulu, lama pilihnya, barang sdh siap kirim, janji trf, eh tiba - tiba menghilang. Kriik...kriik..

    BalasHapus
  21. hahaha, sebagai online shop nemu berbagai customer seperti ini emang seru banget
    semuanya unik dan menyenangkan hihihi

    BalasHapus
  22. Wakakak ada ya istilah fake cust. Mereka kurang cantik mainnya. Kalo di tempat saya kerja dulu, siapa yang disuruh lihat toko tetangga dimodalin sama perusahaan, jadi bisa sambil belanja apa yang diinginkan. Dengan begitu gak jadi fake cust deh.

    BalasHapus

Pesan dimoderasi, terima kasih telah meninggalkan komentar yang santun. Sebab bisa jadi Anda dinilai dari komentar yang Anda ketikkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel