Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gejala Speech Delay Pada Anak

Anak merupakan anugerah tak ternilai yang Tuhan karuniakan kepada kita. Selayaknya dibesarkan dan didampingi tumbuh kembangnya agar berjalan sesuai dengan harapan orang tua. Namun adakalanya anak mengalami suatu gangguan yang menyebabkan terlambat bicara. Artikel ini berisikan tentang gejala speech delay pada anak yang harus diketahui orang tua.

Apa yang Dimaksud  Speech Delay

Speech delay adalah suatu kecenderungan di mana anak sulit dalam mengekspresikan keinginan atau perasaan pada orang lain, seperti tidak mampu berbicara secara jelas, dan kurangnya penguasaan kosa kata yang membuat anak berbeda dengan anak lain seusianya. Padanan kata speech delay dalam bahasa Indonesia adalah keterlambatan berbicara atau terlambat bicara.

penyebab speech delay pada anak

Pada Usia Berapa Biasanya Anak Mengalami Speech Delay

Menurut berbagai jurnal penelitian mengenai speech delay, anak pada usia 3-16 tahun bisa mengalami gangguan terlambat bicara. Namun dilansir dari artikel ilmiah ada Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, anak paling banyak mengalami speech delay pada usia 4-6 tahun.

Gejala Speech Delay pada Anak

Untuk bisa mendeteksi bahwa anak mengalami speech delay, ada gejala-gejala yang bisa diperhatikan pada anak. Tanda-tanda itu seperti ini:
  1. Saat memasuki usia 12-15 bulan, anak tidak mengoceh, meski ocehan sederhana seperti "mama... papa..." 
  2. Di usia 2 tahun, anak tak kunjung berbicara
  3. Pada usia 3 tahun anak tidak mampu mengucapkan kalimat pendek
  4. anak mengalami kesulitan mengikuti petunjuk
  5. pengucapan yang kurang sempurna
  6. kesulitan menggabung-gabungkan kata dalam kalimat
  7. ketika mencoba menyampaikan kalimat, ada kata-kata yang tertinggal

Penyebab Speech Delay pada Anak

Setelah mengetahui apa saja gejala speech delay pada anak, maka penting untuk memahami pula penyebab speech delay. Apa saja penyebab speech delay?
  • anak memiliki gangguan pendengaran
  • anak mengalami gangguan perkembangan bahasa dan bicara
  • adanya gangguan struktur di area mulut
  • adanya masalah di sistem syaraf
  • autisme
  • anak jarang diajak ngobrol oleh kedua orang tuanya
  • lingkungan multilingual yang membuat otak anak bekerja keras jika akan berbicara

Kebiasaan-kebiasaan yang Membuat Anak Bisa Terkena Speech Delay

Berdasarkan penyebab speech delay pada anak yang telah disebutkan di atas, dua di antaranya merupakan penyebab yang ditimbulkan dari kebiasaan. Kebiasaan adalah sesuatu yang biasa dilakukan, atau cara/adat kebiasaan. Berarti kebiasaan yang mengondisikan anak bisa mengalami speech delay penting untuk diketahui oleh para orang tua.

Anak jarang diajak ngobrol oleh kedua orang tuanya

Sesungguhnya anak tidak membutuhkan mainan supermahal atau canggih. Bisa berinteraksi setiap harinya dengan ayah bundanya sudah merupakan suatu keasyikan tersendiri. 

Ibaratnya, lebih baik anak dibuatkan ayahnya pesawat-pesawatan terbuat dari kertas origami, setelah itu ayah dan anak bermain bersama, kejar-kejaran sampai jatuh berguling-guling bersama, itu jauh lebih disukai anak-anak. Ketimbang dibelikan sebuah mainan roket yang mutakhir, namun anak diminta main sendirian.

Ngobrol dengan anak mestilah menjadi menu sehari-hari dalam pengasuhan orang tua. Tak sekadar bertukar kata atau formalitas menyapa anak, tetapi masuk ke dalam dunia anak. Bermain bersama, melakukan aktivitas bersama-sama.

7 Faedah banyak ngobrol dengan anak, baik dengan anak yang masih berusia dini maupun anak yang beranjak remaja:
  1. anak merasa dihargai
  2. orang tua mengetahui informasi rinci perihal kondisi anak
  3. meningkatkan kelekatan (bonding) orang tua dan anak
  4. bisa menjalin persahabatan dengan anak
  5. menghindarkan anak dari pergaulan yang buruk
  6. melejitkan prestasi anak
  7. meminimalisasi konflik dengan anak

Penggunaan gawai tanpa pengawasan

Berdasarkan hasil riset Asosiasi Dokter Anak se-Amerika Serikat dan Kanada, anak usia 0-2 tahun tidak diperkenankan memakai gawai atau gadget. 

Anak baru boleh diperkenalkan pada gawai saat berusia 3-5 tahun, itu juga tidak boleh lebih dari 1 jam dalam sehari. Seiring meningkatnya usia anak, 6-18 tahun, akan lebih sehat jika hanya 2 jam per harinya.

Orang tua harus campur tangan mengendalikan penggunaan gadget ini pada anak. Jangan karena merasa kasihan atau tidak tega hingga membiarkan saja anak memandang ke layar biru smartphone hingga berjam-jam tanpa jeda.

Di sinilah dituntut peran dan tanggung jawab orang tua dalam mengawasi anak terutama anak usia dini untuk membersamai penggunaan gawainya. Misalnya membacakan dongeng dari e-book dan menonton saluran Youtube Kids bersama. 

Mengapa penggunaan gawai oleh anak harus diawasi orang tua? Berikut bahaya penggunaan gadget pada anak:
  1. terpapar radiasi
  2. menjadi kecanduan (adiksi)
  3. terganggunya pertumbuhan otak 
  4. terhambatnya pertumbuhan fisik
  5. obesitas
  6. penyakit mental
  7. anak mudah tantrum
  8. malas belajar
  9. terlalu cepat dewasa (baligh)
  10. menjadi generasi instan
  11. rentan terpapar pornografi
Maka semaksimal mungkin orang tua memberikan teladan yang baik pula bagi anaknya sehingga anak memilik role model yang baik, yaitu orang tuanya sendiri dalam banyak hal termasuk pemakaian ponsel pintar.

Lingkungan multilingual di sekitar anak

Terdapat beberapa hasil penelitian mengenai hubungan antara speech delay dengan lingkungan yang menerapkan lebih dari satu bahasa (multilingual). Berbahasa dua atau lebih ini diyakini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan bicara anak.

Anak yang dibesarkan dalam lingkungan dua atau tiga bahasa dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk menggunakan salah satu atau bahkan kesemua bahasa itu. Penyebabnya adalah otak anak perlu bekerja lebih keras untuk mengartikan dan merangkainya menjadi kalimat dalam bahasa-bahasa yang berbeda.

Nutrisi Otak untuk Anak Cerdas Indonesia

Untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak dan mencegah anak mengalami speech delay, orang tua berkewajiban menyusun menu makanan anak yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang.

Selain itu dapat pula memberikan nutrisi otak berupa vitamin herbal seperti Generos untuk anak. Generos adalah Genius for Neuron, disingkat menjadi GENEROS. Generos merupakan nutrisi otak yang distimulasi dengan lima bahan alami quantum. 

genius for neuron
Generos, solusi lancar bicara

Proses pembuatan Generos terdiri dari 4 tahapan yang dikembangkan secara unik lebih dari 15 tahun. Generos secara empiris mampu menjadi nutrisi dan menangkal gangguan radiasi bebas yang berbahaya bagi otak.

Empat Quantum proses Generos dibagi atas seleksi bahan organik, ekstrasi bahan, maserasi dan kombinasi. Pembuatan Generos menjadi produk yang mengumpulkan khasiat terbaik. Generos menjadi produk ang mengumpulkan khasisat terbaik dari kelima bahan unggulan yang saling melengkapi.

Kesimpulan

Gejala speech delay dapat dilihat pada anak jika anak memiliki gangguan pendengaran, anak mengalami gangguan perkembangan bahasa dan bicara, adanya gangguan struktur di area mulut, adanya masalah di sistem syaraf, autisme, anak jarang diajak ngobrol oleh kedua orang tuanya, lingkungan multilingual yang membuat otak anak bekerja keras jika akan berbicara.

Memberikan asupan vitamin herbal Generos pada anak dapat membantu mengatasi gejala speech delay yang terdeteksi muncul pada anak usia dini.

Salam, 
terlambat bicara


Referensi:

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3633381/penyebab-speech-delay-pada-anak
https://www.fadlimia.com/2020/12/7-faedah-banyak-ngobrol-dengan-anak.html
https://www.fadlimia.com/2018/03/catatan-dari-seminar-parenting-kang-sob.html
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3632367/kenali-tanda-tanda-speech-delay-pada-anak
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3633381/penyebab-speech-delay-pada-anak




19 komentar untuk "Gejala Speech Delay Pada Anak"

  1. Ternyata mengajak anak berbicara sejak kecil itu sebagai stimulasi juga ya. Biar orangtua tau perkembangan anaknya dan bisa melatih anak berbicara juga ya. Dulu aku seneng banget setiap anak minta dibacain buku. Dari situ anak jadi dapet kosakata baru dan kosakatanya lebih banyak dari teman mainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain mengajak anak ngobrol, juga baik dikasih Generos Mbak ^^

      Hapus
  2. Saya jadi punya perhatian khusus tentang speech delay ini bun. Anakku umur 12 bulan cukup pendiam. dia suka dengerin orang ngomong, tapi dia sangat jarang menanggapi dengan buka suara. Dia ketawa pun jarang banget untuk tertawa lepas. Padahal sering saya ajak ngobrol, bahkan dongeng di malam hari juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. selain sering diajak ngobrol juga dikasih suplemen herbal seperti Generos

      Hapus
  3. Soal speech delay ini saya pernah baca tentang anak yang kehilangan ibunya saat bayi. Ia tinggal bersama ayahnya yang jarang bisa mendampingi. Seringnya dia dititipkan di Day Care. Awalnya di kira si anak emang pendiam aja ternyata pas ketemu dokter anak langsung bisa di deteksi bahwa itu gejala speech delay. Salah satu terapinya adalah dengan sering mengajak anak bicara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dokter spesialis anak pun diajurkan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) mestinya gak buru2 mendiagnosa seorang anak itu speech delay, harus dilakukan screening terlebih dahulu dia punya masalah pendengeran gak, atau memang ada gangguan kepintaran, gangguan otot mulut sehingga sulit untuk mengeluarkan kata-kata.

      Hapus
  4. Terima kasih atas infonya ya. Saya jadi lebih mudah mendeteksi gejala speech delay pada anak melalui artikel ini. Dan ternyata sering mengajak anak bicara itu penting banget ya, untuk mencegah speech delay.

    BalasHapus
  5. Anak bungsuku (kini 12 tahun) juga mengalami speech delay.Penyebabnya multilingual. Jadi dia bayinya di Amerika, aku ajak bicara dia Bahasa Indonesia. Sementara aku sama kakaknya banyakan Bahasa Inggris, karena kakaknya sudah sekolah di sana. Terus dia juga dengar aku sama suami ngomong pakai Bahasa Jawa...lengkap sudah, bingung dia. Jadi telat bicara. Alhamdulillah waktu balik ke Indonesia membaik kondisinya

    BalasHapus
  6. Secara alami, anak berbicara itu karena menirukan apa yang pernah di dengarnya ya. jadi memang prean orang tua untuk sering mengajak anak ngobrol ini penting banget, karena bisa menambah kosakata anak juga

    BalasHapus
  7. Banyak sekali penyebab speech delay. Yang satu ini cukup menghantui perasaan saya saat si kecil berusia di bawah 1 tahun. Khawatir seperti masnya dulu. Jadi stimulasinya cukup intens.
    Alhamdulillah dia cukup bagus dan sekarang sudah bisa bicara 2 kata.

    BalasHapus
  8. Berarti multilingual ini sebenernya ngga baik jg yaa mba. Duh aku jadi khawatir inii sama di bocil 2 tahun. Mudah-mudahan ngga speech delay deh. Aamiin

    BalasHapus
  9. Dulu saya gak pernah tahu konsep Speech Delay ini, kalau ada anak terlambat bisa bicara, langsung dicari tahu siapa di dalam anggota keluarga yang saat kecil mengalami masalah yang sama, terus berkata "ini turunan dari ...."

    Mestinya memang ditangani agar tumbuh kembang anak maksimal ya, Mbak

    BalasHapus
  10. Aku punya beberapa temen yang anaknya terkena speech delay ini mba. Dan rata-rata memang karen kurangnya stimulasi bicara atau juga adanya multilanguage condition di sekitarnya. Ada yang karena memang punya gejala autis, jadi pengaruh juga pada kemampuan verbalnya. Memang diperlukan pengobatan dan terapi khusus agar anak bisa segera terbebas dari speech delay ini. Selain itu, nutrisi yang baik untuk otak tentunya juga jadi salah satu solusi.

    BalasHapus
  11. Orang tua harus lebih memperhatikan tumbuh kembang anak supaya kalau ada tanda-tanda speech delay bisa segera diatasi.
    Speech delay ini terlihat wajar, tapi kalau dibiarkan efeknya bisa berpengaruh negatif ke anak, sampai dewasa nanti.
    Karena aku punya kenalan, sepertinya dia terkena speech delay di masa kecil, dan terbawa hingga dewasa.
    Dia jadi malas ngomong, dan nggak berusaha memperbaiki hal tersebut, padahal udah dewasa.
    Makanya, keluarga & lingkungan harus support anak yg terindikasi mengalami speech delay

    BalasHapus
  12. Dulu pas anak pertama takut juga mengalami speech delay. Padahal selalu diajak ngomong. Ternyata dia tipe yang merekam dulu kak. Setelah umur 2.5 baru ngomong gak berhenti..
    Tadinya irit banget. Bilang iya ada cuma hmmm

    BalasHapus
  13. dibanding anak lainnya, elsa termasuk yg telat ngomong, diajak ngomong diem bae, sampai ngirim surat ke malaysia tuh katanya, gak tau bener apa gak dah tuh kak Mia, sampai akhirnya bisa ngomong pas suratnya terkirim 😂😂😂 pdhl kurang tau juga mengapa saat itu diem aja yak kagak mau diajak ngobrol 😂 pdhl celat, dan gangguan lainnya enggak, alhasil skrg emg gak banyak ngomong sih, tp banyak nulis aja wkwk

    BalasHapus
  14. Artikelnya bagus mbak jdi tau penyebab kesulitan bicara/ speech delay didiri sy. soalnya sy juga mengalamin kesulitan berbicara kadang2, kata orang tua pun dulu sy umur 4thn bru bisa berbicara berpata2. :)

    BalasHapus
  15. Perhatian orang tua terhadap tumbuh kembang anak penting banget ya Mba, agar anak tak mengalami speech delay, walau ada beberapa penyebab lainnya juga ya. Memberikan anak nutrusi yang baik merupakan salah satu bentuk perhatian itu ya, dan sekarang sudah ada nutrisi otak berupa vitamin herbal seperti Generos, yang bisa membatu Bunda dalam menjaga agar anak tak mengalami speeh delay, rekomended banget ini. Thanks for sharing nya Mba

    BalasHapus
  16. Informasinya bakal jadi noted kak nanti kalau aku sudah berkeluarga dan dikaruniai anak. Karena tentu speech delay ini bisa mengganggu perkembangan ya, orangtua kudu pinter dan paham cari solusi

    BalasHapus

Pesan dimoderasi, terima kasih telah meninggalkan komentar yang santun. Sebab bisa jadi Anda dinilai dari komentar yang Anda ketikkan.