Karena Mereka Amanah Kita

Sumber foto: dok. pribadi
Keterangan foto: bersama keempat amanah itu

Kami (saya dan suami), dikaruniai dua pasang putra dan putri. Rasanya kebahagiaan menjadi paripurna dengan lahirnya si putra bungsu delapan bulan yang lalu. Namun sebenarnya ada rasa waswas di balik euforia kesyukuran itu. Tugas besar mendidik generasi, menjadikan mereka anak-anak yang saleh, tentunya tidak saleh individual semata, juga saleh secara sosial.

Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi sesama manusia. Menjadikan buah hati "anfa'uhum linnas", bermanfaat bagi manusia bukanlah hal yang sepele. Perlu keseriusan dan kerja keras di tengah kemerosotan akhlak generasi muda belakangan ini. Pelaku kriminal yang makin muda, membunuh orang demi alasan bayar SPP, membiayai gaya hidup yang bagaikan meminum air garam. Semakin diminum semakin haus. Tentunya sebagai orang tua, selain khawatir, rasanya ingin senantiasa memastikan bahwa pola asuh yang diterapkan pada anak sudah baik dan benar.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana mewujudkan pengasuhan yang tepat bagi putra dan putri. Tidak ada sekolah formal yang mewisuda ayah dan ibu yang qualified dalam membesarkan anak-anaknya. Tak ada institut yang lulusannya bisa dijamin mampu menjadi istri salehah, atau suami yang saleh. Semuanya dipelajari di universitas kehidupan.

Lalu dengan siapa menuntut ilmu parenting sekaligus menerapkannya. Dengan siapa lagi kalau bukan dengan suami, ayahnya anak-anak. Berproses bersama, melalui jatuh bangun, berusaha mendekatkan anak-anak dengan cara pengasuhan ala Rasulullah, belajar dari orang tua sendiri, dari para ustadz/ustadzah, membaca buku-buku parenting, mengikuti seminar pengasuhan buah hati dan pastinya selalu mendoakan mereka agar kelak menjadi orang-orang yang bermanfaat, tidak saja bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi orang tuanya, agama, bangsa dan negara.

Tugas pengasuhan bukanlah klaim tugas ibu sendirian, maupun tugas ayah secara sebelah pihak. Namun tugas ayah dan ibu, membesarkan, mendidik, dan mengajari anak-anak agar menjadi insan yang berguna di masa depan. Bekal itu tak bisa hanya ditumpukan pada satu sisi saja. Konon lagi hanya berharap pada pihak sekolah.

Ibu madrasah pertama anak-anaknya, ayah adalah kepala sekolahnya. Ibarat burung yang mengepakkan kedua sayapnya makanya ia bisa terbang. Jika hanya satu yang berfungsi, tak akan mungkin ia mampu terbang mencapai sarang tujuan. Tugas menerapkan pola asuh yang sebaik-baiknya pada anak adalah kerjasama antara ayah dan ibunya. Karena mereka adalah amanah kita.

Salam literasi

Tantangan #SatuHariSatuKaryaIIDN
Hari ke-9

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Karena Mereka Amanah Kita"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel