Ragam Kisah Penghilang Resah

Sumber gambar: dok. pribadi
Kemarin siang sepulang dari berwisata edukasi bersama anak-anak, saya mendapati paket berisi buku ini di rumah. Karena menjelang sore tenaga saya sudah hampir habis, ditambah mesti menyusui si kecil, akhirnya rencana langsung membaca buku ini terpaksa saya tunda dahulu. InsyaAllah setelah tadarrus nanti malam akan saya eksekusi melahap isi buku.

Hmm, tentang cinta, menjemput jodoh, menemukan belahan jiwa, menggenapkan agama, memang seakan tak ada endingnya. Selalu menarik perhatian insan. Beragam kisah yang membuat para penulis bersemu merah jambu saat menjadi pelakonnya. Termasuk saya sendiri meski tidak menjadi salah satu penulisnya. Mungkin beberapa bulan tulisan diakumulasi, barulah saya berkenalan dengan GWA Ode Literasi yang merilis antologi perdananya, My Love My Adventure ini.

Ada tawa, riang, suka dan bahagia dari masing-masing cerita. Walaupun ada juga yang diawali dengan sesak, pilu, kecewa dan tertekan karena pengalaman gagalnya meresmikan cinta dengan pernikahan. Tapi salutnya, selalu ada hikmah yang berhasil dikumpulkan oleh masing-masing penulis pada kisah cintanya.

Ada yang bersetia dalam penantian suci bertemu jodoh. Ada cinta yang tersirat pada sebungkus wafer, ada yang tak ingin jatuh ke dalam lembah pacaran, ada "ngepoin" jodoh bahkan sampai menjaga jodoh orang lain. Berkali-kali jatuh bangun menemukan tambatan hati. Berulang kali ditolak bahkan seminggu sebelum hari H pernikahan. 

Saya pikir kisah-kisah demikian hanya ada di dalam alam khayali. Ternyata ia nyata, rupanya menjadi fakta. Luar biasa Allah mentarbiyah hamba-hamba-Nya untuk terus menerus memupuk sangka baik demi jodoh yang akhirnya datang. 

Karena jodoh itu rahasia maka ia jadi indah. Benar juga, mana kita tahu itu jodoh kita eh, ternyata jodohnya orang lain, hehe. Kita hanya diminta berikhtiar, ketetapan jodoh, Allah yang punya kuasa. Perbedaan kisah-kisah tersebut bermuara pada Sang Maha Cinta. Istilah yang menurut editor buku ini, sang lokomotif GWA Ode Literasi, sebagai Bhinneka Tunggal Cinta. Berbeda-beda namun cinta jua.

Saya pun menjadi lebih mensyukuri nikmat jodoh yang telah Allah pilihkan. Berkelok jalan menuju persatuan hati, mestinya menjadikan diri selalu bersyukur. Ya, jodoh itu cerminan diri kita. Sebagaimana janji Allah dalam Al Quran. Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula.

Memantaskan diri agar selalu menjadi pasangan yang baik agar diridai tetap bersanding dengan yang baik juga. Selamat ya GWA Ode Literasi atas "launching"-nya buku perdana. Semoga menjadi penghilang resah dan menginspirasi setiap orang yang mendambakan cinta, ingin merawat cinta dan memuarakan kasih sayangnya pada Sang Maha Cinta.

#Salamliterasi
Medan, 23 Mei 2018



Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Ragam Kisah Penghilang Resah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel