Mencintai Aktivitas Belajar

Sumber foto: dok. pribadi. Tumben anak laki-laki ini mau foto berdua, biasanya langsung berlari
Melihat prestasi belajar Royyan yang mulai biasa-biasa saja sejak menaiki kelas enam ini, saya mulai mengambil ancang-ancang. Lebih mengintensifkan lagi mendampinginya. Apalagi setelah ayahnya mutasi kembali serumah, saya merasa mendapatkan energi baru, kekuatan menjadi full team. Modal untuk memotivasi belajar anak-anak, khususnya Royyan yang akan menghadapi UN.

Kami membagi tugas, untuk pelajaran Matematika, ayahnya yang akan menemani belajar. Sedangkan saya biasanya Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA dan IPS, hampir semua pelajaran, tapi itu pun akhir-akhir ini Royyan menolak didampingi. Alasannya tidak ada PR dan sudah bisa belajarnya. Saya juga melihat perkembangan positifnya di pelajaran Bahasa Inggris dan Komputer. Dua subjek yang sekarang amat digandrunginya.

Meski demikian saya tetap membujuk agar selalu membuka-buka buku tematiknya. Mengulang-ulang bacaan dan membahas soal-soal UN kepunyaan kakaknya dahulu. Saya pun berbagi cerita tentang masa-masa kelas enam saya dulu. Bahkan Atok dan Nenek Royyan, orang tua saya, tidak tahu menahu soal PR atau kesulitan belajar yang mungkin ada Umi alami. Royyan tampak serius mendengarkan saya.

"Punya empat adik yang masih kecil-kecil, nenek gak punya kakak asisten yang bantuin di rumah. Sementara nenek harus mengajar di setiap siang sampai sore. Atok bekerja di kantor seharian. Bapak dan Ibu-ibu Royyan (om-tantenya) masing-masing bersekolah, rumah sepi di jam beraktivitas."

"Jadi, kek mana Umi belajarnya kalau ada yang gak ngerti?", respon Royyan mengingat kalau dia selalu bisa menanyakan PR kapan saja pada saya selama saya ada di rumah. "Ya, Umi tanyakan ke Bu Guru-lah, Bang. Itu gunanya kita bersikap sopan dengan guru, santun saat menanyakan bagian mana yang belum paham."

"Alhamdulillah dari kelas satu sampai kelas enam Umi juara kelas terus. Padahal Umi sempat pindah SD lho, karena ikut Atok pindah tugas. Tapi tetap jadi juara satu." Lanjut saya sekaligus bersyukur, ada sesuatu yang bisa saya bagikan ke putra saya ini. Sebagai pelecut semangatnya."

Tanpa komentar lagi, ia tersenyum. "Jadi Abang lebih rajin lagi ya bahas soal UN-nya. InsyaAllah Umi dan Ayah kawani, koq. Don't worry, we'll be there for you." Tambah saya lagi. "Kami gak minta Abang musti juara satu koq, gak. Cuma pingin Abang suka belajar, gak benci sekolah. Bisa...?" Ia tak mengangguk namun juga tak menggeleng. Tersenyum saja.

Ah, Nak... mudah-mudahan kau mencintai aktivitas sekolahmu. Menikmati masa-masa belajarmu. Agar kau menemukan nikmatnya menuntut ilmu dan suatu saat nanti kau bisa menjadi ahlul 'ilm, 'alim, ilmuwan, orang yang berilmu. Bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang. Aamiin.

Salam Ibu Profesional

#day8
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Mencintai Aktivitas Belajar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel