Pelajaran Kemandirian Untuk Rausyan

Melatih kemandirian anak khususnya Rausyan yang sedang TT, tidak sebatas membantunya lepas dari popok celana. Lebih jauh dari itu, latihan menjadi mandiri ini diharapkan membangun kepercayaan dirinya sejak dini. Dodik Mariyanto menuliskan di akun Facebook-nya, bahwa kepercayaan diri itu tidak muncul begitu saja. Perlu latihan yang dilakukan secara terus menerus dan serius.

Ia menyatakan demikian bukan tanpa bukti. Ketiga anak Dodik Mariyanto dan Septi Peni Wulandani, sang pendiri Komunitas Ibu Profesional, mengukir prestasi semuanya. Enes yang kuliah di Singapura dengan biaya perusahaan, Ara yang mengikuti jejak mbak-nya menjadi social enterpreneur dan menjadi penggagas untuk forum seperti Ashoka Youngchangemaker. Si bungsu Elan pecinta robot, sukses menciptakan robot dari sampah.

Bagaimana anak-anak luar biasa ini bisa begitu hebatnya jika orang tua mereka cuma pasif duduk-duduk saja? Jawabannya sejak dini mereka telah dilatih untuk mandiri. Orang tua membangun kepercayaan diri sedari kecil.

Bukankah batang pohon pepaya mudah dibengkokkan ketika masih berusia belia? Belajar kemandirian, bahkan belajar apapun itu, sangat efektif jika dilakukan saat masih muda. Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu. Proses belajar kemandirian itu bukan cuma sekali tapi berkali-kali dan harus bersiap menikmati jatuh bangunnya.

Maka saya semakin bersemangat dalam melatih kemandirian putra-putri kami. Setelah si kakak sulung, Rara bisa dikatakan berhasil menjalani masa-masa belajar di pesantrennya tanpa banyak keluhan, saya pun mulai menyiapkan si abang untuk mengikuti jejak kakaknya. Demikian pula the little sister, Ririn.

Tujuhbelas hari kemarin saya memang fokus membersamai TT Rausyan. Alhamdulillah empat kemandirian yang ingin saya latihkan perlahan-lahan ada kemajuannya. Bisa bilang pipis, bisa bilang pup, menunjukkan tanda ingin pipis dan memberikan isyarat bila ingin BAB. Tentunya proses latihan ini akan terus berlanjut sebagai aktivitas yang istimrar.

Semangat melatih kemandirian, salam ibu profesional

#aliranrasa
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Berlangganan update artikel terbaru via email:

4 Komentar untuk "Pelajaran Kemandirian Untuk Rausyan"

  1. Balasan
    1. Iyaa, sama"...makasih Nisa, bocah bandel,hehe.. semangat juga yaa... 😊😚

      Hapus
  2. Kak Miaa... Tulisannya mengalir seperti air. Enak bacanya...

    -nurmala😊😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, semata-mata Allah yg kasih. Makasih ya Mala... kk follow IG-nya 😊

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel