Belajar Jadi Anak Yang Berani Mencoba



Salah satu bagian dari meningkatkan kecerdasan emosi anak adalah melatihnya menjadi anak yang berani. Tidak takut mencoba hal-hal baru dan siap jika suatu saat nanti menghadapi kemungkinan-kemungkinan di luar dugaannya.

Seperti hari ini saat Ririn saya minta mengawasi adiknya yang sedang aktif ke sana kemari. Saya mengambil jeda untuk duduk sebentar setelah menemani baby Rausyan bermain.

Tadinya Ririn menolak, takut adek jatuh, jawabnya. Saya yakinkan kalau Ririn mau menjaga adik dengan baik, harus mau mendampingi adik berjalan. Tidak usah khawatir kalau jatuh, adiknya bisa bangkit berdiri. Umi tak akan menyalahkan Ririn.

Awalnya memang saya pernah menegurnya karena sang adik hampir tersungkur sebab baru pandai berjalan. Sejak saat itu, Ririn yang baper sama adik karena predikat bungsunya baru saja diserahkan ke Rausyan, tidak mau lagi dekat-dekat dengan adiknya. Takut disalahkan.

Alhamdulillah Ririn dan Rausyan bisa berjalan bersama. Meski si kakak berusaha menyamakan langkah dengan si bontot ini, tapi ia tak lagi takut adiknya jatuh. Senang melihat anak nomor tiga dan empat ini akrab kembali. Berani mencoba mesti ditanamkan sebagai bekal anak di masa depannya nanti.

Materi kelas Bunsay #4
Salam buprof
#harike12
#gamelevel3
#kuliahbundasayang
#famiyproject
#myfamilymyteam

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Belajar Jadi Anak Yang Berani Mencoba"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel