Karya Ririn 10


"Ini apa, Rin...?", tanya saya pada potongan tempelan kertas yang baru saja dibuatnya.

"Jam dinding untuk adek Ousyan, Mi...", jawabnya dengan raut wajah kocak.

"Kenapa adek perlu jam, Rin?", tanya saya lagi kepo.

"Ya, Mi... biar adek tau kalau nenen gak boleh lama-lama!", imbuhnya sambil berlari menjauh tertawa-tawa.

Saya pun ikut tergelak. Ya ampun Ririn... sudah diisapih masih saja cemburu kalau melihat si bontot menyusui. Seakan tak rela posisinya dulu digantikan.

Katanya enak, nenen sambil dipeluk-peluk Umi. Nempel sama Umi. Maklum, Ririn baru saja diceraikan dari ASI saat saya hamil adiknya. Usia 6,5 tahun! Sapih yang terlambat memang kelamaan nenen.

Belajar jadi kakak yang baik ya Rin... yang rendah hati. Yang sayang sama adik. Jadi kakak itu mengayomi, melindungi, menyayangi sepenuh hati.

InsyaAllah sikap rendah hati dapat meningkatkan kualitas diri Ririn di masa depan. Pandai menempatkan diri di mana saja berada. Kita belajar sama-sama ya.

Salam buprof

#harike17
#gamelevel3
#kuliahbundasayang
#familyproject
#myfamilymyteam

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Karya Ririn 10"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel