Ketika Si Kinestik Menjaga Adik


Sumber gambar: GWA Kelas Bunsay

Sepulangnya Bang Royyan dari hari pertama ujian, kami langsung ke pesantren. Ada sedikit masalah ponakan yang perlu bantuan saya dan suami. Pesantren yang sama dengan Kak Rara, si anak pertama.

Setelah janjian ba'da Zhuhur ketemu langsung di pesantren, sampai ba'da Ashar kakak ipar dan suaminya belum juga datang. Bahkan Rausyan pun saya mandikan di kamar mandi tamu di pesantren. Untungnya selalu membawa perlengkapan mandi anak di dalam mobil, jadi kapan perlu tinggal pakai saja.

Rausyan yang sedang aktif-aktifnya, setelah segar mandi sore dan makan, jadi agak anteng tidak seperti tadi yang berjalan-jalan terus ke sana kemari tanpa henti. Alhamdulillah.

Nah, tibalah kakak ipar dan keluarganya, saat saya hendak menggendong Rausyan, ternyata anaknya tertidur dengan posisi amat nyaman. Akhirnya dengan meninggalkan pesan pada Kak Rara, terutama Bang Royyan, sebab Rara dibatasi jam berkunjung. Pukul enam teng para santri wajib hadir ke masjid. Maka kepada Royyan dan Ririn-lah saya menitipkan Rausyan yang tertidur dengan lelapnya.

Setelah urusan selesai, kami kembali ke selasar kelas, mendapati Rausyan sudah tidak di tempat. Ternyata sudah bangun dan sedang ceria sekali bermain dengan abang dan kakaknya.

Dari sisi visualnya, tadi Royyan tidak begitu saksama menatap saya saat memberikan pesan. Auditorinya, malah lebih cuek lagi. Yang mengiyakan instruksi saya, Ririn.

Nah, kinestiknya yang terlibat momong adiknya, Royyan. Si adik tampak senang sekali bermain sepak bola dengan abangnya. Royyan berhasil menunggui adiknya dengan baik. Ternyata demikian jika si kinestetik diamanahi menjaga adik.

Salam buprof

#day11
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbundasayangiip

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Ketika Si Kinestik Menjaga Adik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel