Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengasah Personal Agility Kunci Sukses Merealisasikan Tujuan

Pekan awal bulan Januari merupakan saat orang memancangkan resolusi hidup yang akan dicapai sepanjang tahun 2021 ini. Demikian pula kami para penduduk Hexagon City, kota virtual yang produktif dan solutif. Khususnya saya dan warga cluster kepenulisan, Co-Housing (CH) Gerha Aksara. 

Minggu ini kami mengasah personal agility kunci sukses merealisasikan tujuan. Menyelesaikan Happy Writing Project, Cara Asyik Menjadi Penulis. Sebuah buku panduan menulis karya kami bersepuluh. 

personal agility

Mengapa perlu mengasah personal agility?

Pernah melihat pesenam indah? Gerakannya yang lincah dan gemulai dengan mudahnya mengubah-ubah arah. Pesenam begitu memiliki personal agility dari segi fisiknya. Lalu apa sebenarnya arti dari personal agility itu?

Personal Agility adalah kemampuan seseorang untuk dapat mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak tanpa harus kehilangan keseimbangan. Sepertinya di masa pandemi seperti sekarang ini setiap orang harus melatih personal agility-nya.

Dimensi dari personal agility

Personal agility memiliki tiga dimensi yaitu sebagai berikut:

1. Intellectual agility

Pengetahuan yang relevan terhadap pekerjaan yang ingin diselesaikan, kemampuan menganalisis dan berpikir kritis, serta kesungguhan dalam mempelajari sesuatu. 

Menurut saya dimensi kelincahan intelektual ini relatif sudah dimiliki oleh para penulis Happy Writing, sebab semuanya telah mempunyai karya buku solo dan antologi sebelum tergabung di CH Gerha Aksara. 

2. Emotional agility

Dimensi ini mensyaratkan kemampuan mengendalikan energi dan emosi, mampu beradaptasi di setiap kondisi yang tak pasti, dan bertindak sesuai dengan kebutuhan, memiliki sikap toleransi serta siap menaklukkan tantangan.

mengasah personal agility


Hal ini dapat dirasakan pada teman-teman Gerha Aksara. Meski tiap anggotanya diamanahi berbagai kesibukan, namun semuanya berupaya mengkontribusikan kemampuannya demi terlaksananya project bersama ini. 

3. Physical agility

Sesuai dengan namanya, dimensi physical agility ini membutuhkan kesiapan fisik yang mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan kebutuhan. Sanggup bekerja di luar jadwal dan siaga terhadap hal-hal yang mungkin tak sesuai dengan prediksi.

Secara umum teman-teman Gerha Aksara pun bisa dikategorikan punya kelincahan fisik. Rata-rata seorang ibu dengan anak-anak yang harus diperhatikan, namun penambahan halaman naskah buku tetap menjadi target harian.

Gerha Aksara MM

Cara mengasah personal agility dalam sebuah tim kerja

Tim yang berisikan orang-orang yang personal agility-nya bagus tentu akan cepat merealisasikan tujuan bersama. Maka beberapa cara di bawah ini dapat menjadi semacam rekomendasi untuk diterapkan.

Menentukan tujuan bersama

Semuanya diawali dengan tujuan bersama. Dalam satu tim semestinya tidak ada tujuan pribadi, ingin eksis ataupun menonjol sendiri. Maka jika kira-kira melenceng dari tujuan, segera lihat kembali tujuan awal bersama. Sehingga kerja-kerja yang dilakukan senantiasa on the track.

Melibatkan semua anggota

Hal penting di dalam tim adalah pemerataan peran anggota. Sehingga ada sense of belonging terhadap tim dan tujuan bersama. Saya sendiri untuk pengumpulan jurnal Zona A (Agility) pekan I ini, ditunjuk ketua CH menjadi koordinator jurnal A. Dengan senang hati saya rekap master mind dan false celebration milik kami semua. 

Membaca kunci sukses atau pencapaian teman-teman, hal-hal yang menghambat terealisasinya tujuan, kesalahan dan pelajaran dari kesalahan yang dilakukan, serta perubahan yang akan dilakukan ke depannya, menjadi suatu pengalaman berharga bagi saya.

Secara tidak langsung saya pun turut merasakan semangat dan personal agility teman-teman lewat curahan pemikiran mereka. 

Zona A Cluster Solutif

Jika tidak mampu mengerjakan, sebaiknya mendelegasikan

Sesuatu yang tidak bisa dikerjakan meskipun kompetensi ada untuk itu, pastilah tidak akan berujung pada hasil yang diharapkan. Bila sampai pada kondisi seperti ini, sebaiknya lakukan delegasi kepada anggota tim yang bisa mengerjakan.

Tentunya harus didahului dengan koordinasi dan konsultasi yang merupakan inti dari komunikasi di antara tim. Jangan sampai tiba pada hari H ternyata menghilang tak tentu rimbanya. Hal ini bisa disebut lari dari tanggung jawab.

Mendistribusikan sumber daya

Kami memiliki fokus tulisan yang berbeda-beda. Seperti saya diamanahi menuliskan bab 3 yang kontennya tentang: 
  1. Panduan Menulis Kisah Inspiratif
  2. Panduan Menulis Artikel Blog
  3. Do and Don’t Kesalahan Penulis Pemula
Teman-teman lain sudah dibagi juga sesuai dengan porsinya masing-masing.

Zona A

Mencatat setiap proses yang dilalui

Pada umumnya setiap Hexagonia diminta untuk menyetorkan jurnal secara berkesinambungan. Faedahnya, kami jadi bisa melihat kemajuan masing-masing dan tentunya menjadi tidak melupakan tujuan semula. Sehingga langkah-langkah kami akan semakin dekat dengan tujuan.

Memberikan apresiasi kepada semua orang

Apresiasi memberikan semacam energi positif untuk berkarya lebih baik lagi. Maka memberikan penghargaan kepada member adalah suatu trik mencapai tujuan bersama. 

Kesimpulan

Mengasah personal agility adalah kunci sukses dalam merealisasikan tujuan. Baik itu tujuan pribadi masing-masing, maupun tujuan bersama. Bagi Co Housing Gerha Aksara, tujuan bersamanya adalah menerbitkan buku panduan menulis Happy Writing, Cara Asyik Menjadi Penulis. Semangat, Teman-teman!

Salam,
personal agility Nurhilmiyah









19 komentar untuk "Mengasah Personal Agility Kunci Sukses Merealisasikan Tujuan"

  1. Mencapai tujuan dengan melibatkan orang lain memang tidak gampang, karena setiap yang terlibat pastilah punya karakter masing-masing. Terlebih untuk menerbitkan buku. Ada kendala yang bisa tiba-tiba muncul pada anggota tim. Mungkin kita yang jadi anggota tim lancar jaya, tetapi anggota lain kena ujian atau musibah misalnya, seperti itu.

    Dari artikel, saya jadi ikut belajar pentingnya bekerja sama dalam sebuah tim. Namun, kesulitan pertama adalah memilih orang-orang yang tepat. Orang pintar banyak, tetapi orang yang mau bekerja sama dengan baik mungkin tidak terlalu banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tantangan berikutnya adalah menyamakan frekuensi dan menjaga stamina tim ya

      Hapus
  2. Saya pernah melongok ke beberapa artikel yang membahas tentang personal agility. Tapi bahasanya berat sulit dicerna oleh orang seperti saya.

    Namun bahasan Kak Fadlimia menurut saya ringan. Meski tujuan artikel bukan semata tok tentang PA, namun saya bisa memahami sedikit tentang PA berkat ulasan Kak Mia.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Untuk memiliki personal agality ini, sepertinya butuh latihan yang berkelanjutan ya. Karena memilki kemampuan yang demikian akan sangat bermanfaat bagi diri.

    Semangat buat tim penulia bukunya ya kak

    BalasHapus
  5. Wew kita se cluster makkk. Aku juga cluster solutif dong wkwkwk. Ntar selasa ketemu di zomm yaa. c uuu

    BalasHapus
  6. Saya pertama kali membaca istilah "Agility" itu di dunia game, memang ketika agility ditingkatkan, karakter game saya menjadi lincah dan semakin baik untuk menghindar dari serangan. Ternyata agility juga bisa dipertajam dan punya teori khusus di dunia nyata ya. Mencapai kelincahan personal mungkin tidak lebih berat dibandingkan tim, jadinya mesti banyak-banyak komunikasi

    BalasHapus
  7. Buat bisa luwes menanggapi segala macam persoalan memang harus menempa diri dengan baik ya. Teorinya sih kelihatannya gampang. Tapi prakteknya ini ya susaaaahh hehee

    BalasHapus
  8. Aku setuju nih mbak dengan cuplikan kalimat "jika tidak mampu mengerjakan maka delegasikan". Namun kenyataan yang ada dalam pekerjaanku yang aku delegasikan seperti tidak mengemban amanah begitu ya

    BalasHapus
  9. Orang-orang yang punya personal agility ini sudah lah pasti generalis ya uni. Mereka bisa terjun ke berbagai bidang. Kalo ibu saya dulu kasih nasihat dengan perumpaan berikut, jadilah seperti batang ubi jalar, dilempar kemana pun dia bisa hidup. Hehehe. BTW, semoga sukses peluncuran bukunya nanti Uni Mia, dan semakin banyak karya tulisnya.

    BalasHapus
  10. Aku baru-baru ini ya menulis tentang Agility. Jadi banyak belajar dan baca deh tentang PA ini. Zaman sekarang diperlukan banget nih sifat PA ini, apalagi di masa pandemi. Harus siap menghadapi tantangan & kerja tim.

    BalasHapus
  11. Apresiasi nampaknya sepele tapi sebenernya sesuatu yang sangat berharga ya kak. Ketika kita bisa memberikan apresiasi kepada diri sendiri dan orang lain pasti akan membawa energi positif dan semangat kerja yang jauh lebih baik.

    BalasHapus
  12. Personal Agility kayaknya erat kaitannya sama kemampuan adaptasi gak ya kak?

    BalasHapus
  13. Wah kayaknya saya perlu belajar ttg personal agility lebih dalam lagi. Biar menjadi orang yg lebih adaptif, ditambah ada pandemi gini kan ya

    BalasHapus
  14. sama halnya seperti atlet ya, butuh agility dan akselerasi untuk menunjang karirnya ke tahap pemain profesional....thanks infonya kak mia :)

    BalasHapus
  15. dan setuju banget bahwa anggota kudu dilibatkan agar punya perasaan saling memiliki target, sehingga semua juga makin semangat meraih tujuan. Tapi jadi ngerti juga bahwa kerjasama dengan beberapa kepala yang beda juga ada tantangan.

    BalasHapus
  16. Penasaran dan ingin baca buku panduan menulis “Happy Writing Book, Cara Asyik Menjadi Penulis”. Bagaimana cara mendapatkannya, Kak Mia? Sepuluh penulis berbagi jurus kepenulisan, akan memacu semangat pembaca untuk menjadi penulis pastinya.

    BalasHapus
  17. Baru tau istilah personality agility ini mbak saya btw saya setuju dengan poin jika tidak mampu sebaiknya mendelegasikan hehehe intinya sih kerjasama mungkin ya mbak berkolaborasi gitu

    BalasHapus
  18. Semoga lancar kegiatan penulisan bukunya ya mbak. 10 penulis berkolaborasi menuliskan buku yang pasti bakal seru dan kaya ilmu.

    BalasHapus

Pesan dimoderasi, terima kasih telah meninggalkan komentar yang santun. Sebab bisa jadi Anda dinilai dari komentar yang Anda ketikkan.