Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Es Gak Beres Yang Sangat Beres

Sore itu saya dan keluarga lewat di Jalan STM, Medan, persis di depan SMKN 2 Medan terlihat gerobak bertuliskan ES GAK BERES. Saya berseru ke anak yang duduk di jok belakang mobil, "Tengok tuh, ada pula es gak beres ya, hahaha"

"Oh ya, Mi... emang lagi viral, booth-nya ada di mana-mana."
"Kenapa dibilang gak beres ya.., apa ada sesuatu campuran di minumannya?" tanya saya 

"Gak ah, Mi, itu kan agar menarik perhatian pembeli, namanya unik, gak beres, hahaha" jawab anak saya sekenanya.

Yudi Efrinaldi
Sumber foto: hypeabis.id / Yudi Efrinaldi di gerai Es Gak Beres-nya


Es Gak Beres Yang Sangat Beres

Es Gak Beres tidak mungkin tidak beres atau ada sesuatu yang bikin tidak memenuhi syarat menjadi minuman yang layak jual. Perintis Es Gak Beres adalah seorang anak muda yang pantang menyerah, bernama Yudi Efrinaldi, asal Air Joman, Asahan, Sumatra Utara. 

Nama Es Gak Beres sendiri terinspirasi dari ungkapan temannya yang membeli es dari Yudi namun saat ingin membeli selalu kehabisan.
Es kau gak beres, cepat kali abisnya!

Bagi  warga Medan tentu tak asing dengan kalimat "gak beres" ini. Kerap dituturkan kalau ingin menyampaikan suatu kondisi yang sedikit bikin kesal. Misalnya,

"Lho, kok gak beres kau buat ini, tapi tadi kau bilang bisa...

atau versi agak kasarnya,

"Kurasa udah gak beres otak anak inilah, itu aja pun gak bisa disiapkannya."

Menurut KBBI, beres berarti baik-baik saja, teratur, beraturan. Jika dihubungkan dengan es gak beres bisa dimaknai, es yang tidak baik-baik saja, tidak teratur, atau es yang tidak beraturan.

Ya sah-sah saja, namanya juga nama suatu produk, bisa direncanakan oleh pemilik bisnisnya, bahkan ada yang sampai membayar mahal jasa konsultasi pemberian nama produk. 

Ada juga yang seperti Yudi Efrinaldi ini, tak sengaja menemukan nama yang hoki bagi usaha esnya, Es Gak Beres.

Yudi Efrinaldi, Sang Perintis Es Gak Beres

Namanya Yudi Efrinaldi, berasal Kisaran, Kabupaten Asahan, tepatnya di Kecamatan Air Joman. Sebelum memulai bisnis minuman, Yudi sempat bekerja sebagai pegawai honorer di Satuan Operasi Lalu Lintas Polres Asahan.

Banyak usaha telah dicobanya, menjual bubur ayam, pisang goreng, bahkan membuat start up lokal Kijek (Kisaran Ojek) yang tidak bertahan lama.

Pada bulan Ramadan tahun 2019, Yudi menjual es buah untuk minuman berbuka puasa. Jualannya laris manis, saking banyaknya yang membeli tercetuslah ungkapan kawannya di atas, Es kau gak beres, cepat kali abisnya!

Menerima pesanan dalam jumlah banyak membuat buah blender yang dibuatnya dari pagi jadi mengendap, tidak sesegar saat pertama kali bikin. Akhirnya Yudi memutar otak agar bahan baku utama Es Gak Beres tetap segar dan nikmat dikonsumsi pelanggan.

Tak Berhenti Mencoba

Yudi memang pemuda yang kreatif dan pantang menyerah. Softskill yang menjadi kunci sukses bagi anak muda di era digital seperti sekarang ini. Mantan ketua Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Asahan, 2008-2010 ini belajar resep minuman dingin dari kanal Youtube,  menggabungkan buah, jelly, dan susu demi mencari rasa yang terbaik.

Yudi pun melanglang buana hingga ke Bogor, Jawa Barat, untuk bekerjasama dengan rekannya membuat bubuk rasa. Hingga kini bubuk rasa inilah yang salah satu bahan baku utama yang menjadi obyek kemitraan bagi orang lain yang ingin menduplikasi bisnis Es Gak Beres ini.

Yudi Efrinaldi tidak mengembangkan bisnisnya dengan cara waralaba (franchise) ia hanya mewajibkan pebisnis baru Es Gak Beres untuk membeli bahan baku darinya. Semudah itu, maka semua orang diizinkan memakai nama Es Gak Beres sebagai nama produknya.

Es susu jelly
Inilah es gak beres yang terkenal itu,
Es rasa buah campuran susu dan jelly / Facebook

Memenangkan Apresiasi 12th SATU Indonesia Awards 2021

Perjuangan menjadikan Es Gak Beres sebagai pilar ekonomi masyarakat menengah ke bawah membuahkan hasil. Selain sukses viral di media sosial dan hadir menghilangkan dahaga pelanggan, gerai Es Gak Beres yang kini nyaris mencapai 500 buah. Menjadi bukti nyata ketangguhan Es Gak Beres yang ternyata sangat beres bisnisnya.

Yudi juga sudah mendaftarkan merek dagangnya, tercatat Juli 2022 sudah terdaftar Es Gak Beres di laman Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kemenkumham RI. Niat baiknya untuk memperluas usaha dengan cara yang simpel, sangat membantu masyarakat ekonomi lemah terutama yang habis kena hantaman PHK di masa pandemi Covid-19 lalu.

es gak beres segar kali bahh
Sumber foto: IG @esgakberes


Yudi Efrinaldi memang sangat layak memenangkan apresiasi 12 th SATU (Semangat ASTRA Terpadu SATU) untuk Indonesia., Kategori Umum. CEO Es Gak Beres ini telah mengharumkan nama kota asalnya, Kisaran, Kabupaten Asahan, dan Sumatera Utara pada umumnya. 

Yudi tak melulu mementingkan aspek bisnisnya saja, namun juga sharing economy  yang digaungkan di era disrupsi saat ini. Selamat, Bang Yudi, kamu hebat! Sukses terus. Bagi pembaca yang ingin mengetahui info lebih lanjut tentang Es Gak Beres, dapat mengikuti akun Instagramnya di @esgakberes.

Salam,
es gak beres fadlimia








4 komentar untuk "Es Gak Beres Yang Sangat Beres"

  1. Awak pikir ini orang asli medan kak. Ternyata es gak beres ini punya orang kisaran. Kampung bapak kami. Hehe
    Serius, liat lapaknya yang beserak di medan bikin cukup bertanya-tanya juga. Es gak beres ini berapa omset nya satu lapak ya.
    Aaaah kereeeen si yudhi ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Cha,, asal kota Kisaran si Bg Yudi foundernya es gak beres.

      Hapus
  2. Aku pikir bakalan ada gambarnya mba.
    Penasaran pulak awak mau liat penampakan es gak beres ini.
    Semacam es krim apa sejenis sop buah?

    BalasHapus
  3. Dulu di Marelan banyak nih penampakan gerai es nggak beres. Sayangnya, belum pernah nyobain pula. Ah, lain kali bisa nyobain nih. Enak kalau ada jellynya plus susu. Biasa itu emang gabungannya.

    BalasHapus

Pesan dimoderasi, terima kasih telah meninggalkan komentar yang santun. Sebab bisa jadi Anda dinilai dari komentar yang Anda ketikkan.