Kenapa Mahasiswa Harus Ikut PKM

Apa sih PKM itu?



Pekan lalu, 22 Oktober 2019, pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai, SRCC (Student Research and Creativity Centre (SRCC) Fakultas Hukum UMSU mengadakan sosialisasi PKM untuk tahun anggaran 2019, pendanaan 2020.

Dekan FH UMSU memberikan arahan sekaligus membuka acara sosialisasi PKM
Paginya, saya mengikuti pertemuan rutin arisan ibu-ibu kantor suami, yaitu Dharma Yukti Karini gabungan empat peradilan, yang kali ini bertempat di Pengadilan Negeri Medan. Yang belum membaca ulasan saya tentang ikut arisan buibu, boleh baca di sini ya Sisi Positif Mengikuti Arisan.

PKM adalah Program Kreativitas Mahasiswa. Digagas oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) melakukan berbagai hal dalam rangka menumbuhkembangkan kreativitas, inovasi dan invensi mahasiswa di era revolusi industri 4,0 ini.

Selaku Ketua SRCC FH UMSU di bawah koordinasi WD III Bidang Kemahasiswaan, saya berkewajiban membimbing mahasiswa untuk menyusun proposal PKM
Meski kabarnya urusan perguruan tinggi bakal bernaung kembali ke Kemdikbud, namun PKM ini tidak berhenti bertujuan mengasah kreativitas mahasiswa melalui karya tulis ilmiah. Setiap tahunnya Dirjen Dikti membuka penerimaan proposal PKM dari seluruh Indonesia untuk dikompetisikan. Yang layak didanai akan diberikan Rp. 5 sampai 12,5 juta sesuai dengan pengajuan justifikasi anggaran di dalam proposalnya.

Siapa saja yang berhak mengikuti PKM ini?

Zaman now kalau mahasiswa belum pernah ikut PKM bisa dianggap ketinggalan berita. Sebab selagi masih menyandang predikat mahasiswa program sarjana, terdaftar di satu perguruan tinggi, dibuktikan dengan NIM aktif, maka yang bersangkutan memiliki hak untuk menyusun proposal PKM. Mahasiswa yang notabene adalah anak muda diyakini memiliki ide kreatif dan solutif bagi permasalahan bangsa.

Mahasiswa menyampaikan pertanyaannya di acara sosialisasi
Maka akan sangat rugi jika masih berstatus mahasiswa namun belum pernah ikut PKM. UMSU sendiri melakukan gebrakan fenomenal dengan memberikan hadiah bebas skripsi bagi para pemenang PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). 

PIMNAS merupakan ajang paling bergengsi bagi mahasiswa se-Indonesia. Kurang lebih 50 ribuan proposal yang masuk ke Dirjen akan bersaing kembali untuk memperebutkan tiket ke PIMNAS. Di PIMNAS hasil akhirnya adalah para juara dengan medali emas, perak dan perunggu.

Bangga sekali jika berhasil menjejakkan kaki di ajang PIMNAS. Perguruan tinggi pun meningkat rangkingnya di Kemristekdikti. Ini juga yang menjadi salah satu poin penyumbang UMSU meraih akreditasi A. PTS pertama yang berakreditasi A se-pulau Sumatera.

Di Sumatera Utara UMSU menempatkan diri sebagai kampus terbanyak yang mengirimkan proposal PKM ke Dikti serta tercatat sebagai perguruan tinggi dengan pemenang dana PKM terbesar dibanding dua universitas negeri yang ada di provinsi ini.

Berfoto bersama usai acara insyaallah membawa semangat dan optimisme, goes to PIMNAS 2020
Prestasi yang demikian membuat mahasiswa UMSU memiliki kepercayaan diri, bahwa berkuliah di swasta pun ternyata mampu juga bersaing dengan rekan-rekan mereka yang berasal dari PTN. Di PIMNAS, kontingen UMSU disandingkan dengan kontingen dari UI, UGM, Brawijaya, ITB dan IPB. 

Bagaimana sih cara membuat proposal PKM itu?

Menyusun suatu proposal PKM bisa dikatakan gampang-gampang susah, susah-susah gampang. Sama saja seperti menulis proposal lainnya seperti proposal skripsi, telah disediakan pedoman penulisannya. Tinggal mencari problematika yang akan dipecahkan serta solusi yang ditawarkan. PKM sendiri terdiri dari PKM-Penelitian, PKM-M (Pengabdian Masyarakat), PKM-T (Teknologi), PKM-K (Kewirausahaan), PKM-KC (Karsa Cipta), PKM GT (Gagasan Tertulis) dan PKM AI (Artikel Ilmiah). 

Mahasiswa diharapkan menentukan skim mana yang menurut mereka paling menarik untuk dilaksanakan. Dengan catatan bahwa model, konsep, produk atau apapun luaran yang nantinya akan dihasilkan dari proposal tersebut, mestilah unik, menarik dan kreatif.

Proposal wajib mempedomani panduan yang terbaru, menyesuaikan dengan template yang disediakan. Jika sedikit saja melenceng dari pedoman maka dipastikan proposal akan kalah alias tidak didanai Belmawa. 

Jika sudah sesuai panduan semua, tantangan berikutnya adalah konten proposal itu sendiri. Kata kunci unik, menarik dan kreatif harus sungguh-sungguh dicamkan oleh para pengusul. Unik tetapi tidak menarik dan tidak kreatif akan melupakan unsur kreativitasnya. 

Menarik tapi tidak unik dan kreatif, maka sebatas tontonan orang sambil lalu. Unik, menarik namun tak kreatif berarti tidak ada sentuhan inovasi di sana. Monoton, statis dan stagnan. Inilah panggilan untuk mahasiswa milenial, bagaimana memecahkan persoalan di masyarakat melalui kegiatan PKM. 

Mahasiswa tidak menjanjikan memberikan materi berupa uang pada masyarakatnya, tetapi lewat transfer ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan gagasan kreatif, diharapkan mampu berpartisipasi mencarikan solusi bagi problematikan bangsa, khususnya yang terkait dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals)/SDG's. Resolusi PBB untuk pencapaian lintas negara bersama di tahun 2030.

Apa saja contoh judul PKM yang menang bahkan lolos PIMNAS?

Pernah terpikir tidak kalau judul di bawah ini bisa tambah mengharumkan UI, misalnya. Yup, pengusul dari UI membuat judul "Mengajari Orang Buta Main Bola". Judul yang cukup simpel namun siapa yang menyangka kalau ternyata hasil dari bincang-bincang mahasiswa dengan saudara-saudara kita yang terlahir buta mengerucut ke satu keyakinan bahwa mereka pun ingin merasakan serunya bermain bola. Keinginan namun memiliki keterbatasan, ditangkap dengan cerdas oleh mahasiswa UI dan mewujudkannya dengan PKM. Lalu bagaimana dengan mahasiswa UMSU sendiri? 

UMSU menang PKM
Pemenang PKM 2018 dari UMSU/ Sumber: Deskgram
Inilah judul-judul PKM yang didanai dan lolos ke PIMNAS 2018 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali lalu.

Inovasi Baru Pengganti Pestisida Kimia Sebagai Alternatif Pencegah Hama Thrips Pada Tanaman Cabai (Capsium Annum) (Fakultas Pertanian)
Komik Legenda Asli Sumatera Utara Goes To International (FKIP)
Potensi Molekul Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) Sebagai Prediktor Stadium Klinis dan Prognosis Karsinoma Sel Skuamosa di Kota Medan (Fakultas Kedokteran)


Umsu menang PKM
Komik Putri Hijau bisa di-download di Playstore / Sumber: Kedan

Unik sekali komik Putri Hijau yang diciptakan kelompok PKM mahasiswa FKIP UMSU ini. Bercerita tentang legenda asli Sumatera Utara yang belum ada versi komiknya. Mereka membuatkan dalam bentuk fisik dan digital. Judul PKM yang mengangkat tentang komik ini langsung mendapat perhatian para juri PIMNAS yang terdiri dari para pakar dan praktisi di bidangnya masing-masing.

Harga: Rp. 25.000/download
Saat ini Komik Putri Hijau dapat diunduh di Playstore dan hingga kini jumlah pen-downloadnya terus bertambah. Merupakan prestasi mahasiswa yang layak diacungi jempol. Mengharumkan nama orang tua, nama kampus dan tentu saja nama diri sendiri.

Sebab sudah menorehkan sejarah keren dalam daftar riwayat hidupnya, pernah menang PIMNAS. Suatu kebanggaan tersendiri yang menambah kualitas portofolio si mahasiswa selama hidupnya. Jadi, buat kamu yang masih berstatus mahasiswa S1, skuy apalagi...?? Ikut PKM yaaaa.

#LangitkanDoa
#MaksimalkanUsaha

Berlangganan update artikel terbaru via email:

62 Komentar untuk "Kenapa Mahasiswa Harus Ikut PKM"

  1. Mahasiswa sekarang asyik banget ya kak mia..
    banyak sekali fasilitas yang didapat, makanya rugi banget kalo liat Mahasiswa cuma hobi nongkrong. Si pembuat komik tsb kreatif sekali. Aku berasa pengen jadi Mahasiswa kembali. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul³, serasa mau pinjem selimut waktu Doraemon kan, wkwk. Etapi gak usah ding jd mhsw S1 zaman now itu berat, biar mereka saja

      Hapus
  2. Komik putri hijau? Serius?
    Saya harus donlot nih. Itu cerita favorit saya mulai dari kecil sampai skrg.
    Dulu saya pernah pinjem di perpus sd, novel putri hijau yg tebeeeeel bangetz..
    Lengkap sekali ceritanya.
    Sampe skrg blon pernah nemu lagi novel putri hijau yg selengkap itu.
    Apa komiknya lengkap?
    Mari kita cari tau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah saya sendiri jg blm donlot l, Kak Vi. Cm pernah mendengar di satu acara, apresiasi buat para pemenang PKM

      Hapus
  3. Daku turut bangga ternyata kak Mia ini adalah ketua SRCC FH UMSU. Beneran kak, mahasiswa memang harus ditanamkan kreativitas agar saat sudah selesai mereka siap turun dan menciptakan ide baru yang unik sebagai produsen lapangan kerjaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indeed, Sis. Mahasiswa zaman now jangan menunggu dpt ijazah br dpt income, dimulai sejak msh mjd mhsw

      Hapus
  4. MasyaAllah wa Barakallah kk Mia. Keren uy kk Mia ini. Jadi kunci bikin proposal itu mesti unik, menarik dan kreatif ya kk biar lolos proposalnya dan bisa menang agar bisa jadi nilai tambah portopolio mahasiswa setelah lulus kuliah nanti ya kk.

    BalasHapus
  5. Senangnya jadi dosen di UMSU, ya, Kak. Bisa bimbing mahasiswa agar beroleh pencapaian terbaik dengan prestasi dan inovasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat
    Saya kagum pada mahasiswa yang mendedikasikan masa mudanya untuk belajar, berprestasi, dan berkarya dengan wujud nyata yang akan membuat mereka beroleh kebaikan pula
    Sukses untuk Kak Mira dan UMSU

    BalasHapus
  6. aku dulu pernah ikut PKM, tetapi alhamdulillah teman yang selalu lolos. Karena aku kurang detail dalam pendanaanya sehingga sedikit agak ngambang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Detail anggaran wajib mengikuti format anggarannya ya Mas, kl gak failed

      Hapus
  7. Jadi mahasiswa sekarang itu berkah banget, banyak acara-acara seru macam Program Kreativitas Mahasiswa ini, sekarang tinggal bagaimana mahasiswa bisa memanfaatkannya secara optimal. Betul nggak, Kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Plus tantangannya warbiyasah jg, Mas. Tugas² kul 4x lebih banyak dr zaman kita dulu. Tambah PKM lg, kumplitlah buanyak

      Hapus
  8. Saya baru tahu ada Program Kreativitas Mahasiswa atau PKM ini, Mbak Mia. Saya taunya hanya KKN hahaha.
    Dan ini memang keren dan wajib diikuti Mahasiswa yang mumpung masih berstatus mahasiswa ya, Mbak. Dan keren itu buat komik Putri Hijau. Bisa diunduh lagi dari playstore. Jadi anak-anak semakin mencintai cerita-cerita rakyat Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. KKN sekarang malah diaktifkan lg Mas karena penting mendekatkan mahasiswa dg masyarakat. Ya PKM, ya KKN ya kuliah, organisasi kemahasiswaan lagi.

      Hapus
  9. Senang mengetahui ada banyak program dan lomba untuk mahasiswa. Semoga mahasiswa UMSU ada yang menang Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2020. Mereka akan menjadi contoh da penyemangat mahasiswa lainnya. Selamat menemani para mahasiswa belajar dan menyiapkan proposal, Mbak.

    BalasHapus
  10. Makin banyak sarana dan wadah positif ya untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa jaman now. Coba kalau aku masih mahasiswa, semangat deh mengajukan proposal PKM ini. Bisa sekalian jadi ajang berbagi untuk sesama juga kan. Semangat yaa buat mahasiswa UMSU buat PKMnya

    BalasHapus
  11. Seru ih jadi mahasiswa jaman sekarang. Pas aku masih jadi mahasiswa 20 tahun yang lalu nggak ada kayak begini-begini lho. Jadi pengen kuliah lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ups, ketemu yang seangkatan nih 99, hehe... Btw PKM ini diluncurkan 2001 lohh, Mbak berarti pas kita semester 4 gitu. Tp kok ya gaungnya gak ngehits kayak sekarang² ini

      Hapus
  12. Masyaallah keren banget. Andai semua mahasiswa berfikir kreatif dan unik seperti ini ya, Indonesia bakal jadi keren banget. Ah jadi pengen ngerasain jdi mahasiswa lagi. Semoga program ini tetap berjalan di kabinet baru ini,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Titip pesan ke anak²nya ya Mbak kl ntar jd mhsw n msh ada PKM, jangan lupa ikutan

      Hapus
  13. Kereeen banget. Memang para mahasiswa harus aktif nih. Sayang kalo ga memanfaatkan kesempatan emas begini. Kuinget jaman kiah kurang aktif jadinya kudet. Taunya kuliah-kerja-kuliah-kerja. Ada nyeselnya juga huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gpp Mbak, msh ada kesempatan bs buat anak cucu kl PKM msh ada hehe

      Hapus
  14. kok keren ya! baru tau ini saya soal pkm. btw tadinya saya pikir hanya yg bersifat ilmiah saja. eh ada bahasan komik juga. keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kecerdasan kan ada banyak Mbak, gak cm kognitif aja. So, yg punya kecerdasan spasial, punya gaya belajar visual, pinter deh bikin komik

      Hapus
  15. Wah mahasiswa sekarang dibekali pelatihan PKM begini yak. Menyambut industri 4.0 sudah saatnya mahasiswa berkarya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kl di kampus kami sifatnya sosialisasi aja, mhsw lgsg dibimbing sm dosen pendampingnya masing²

      Hapus
  16. Waktu jadi mahasiswa, saya pernah ikut workshop PKM ini. Kampusku dulu sering ikut acara ini dan beberapa berhasil jadi juara. Apalagi kami sering melakukan riset dan menghasilkan produk...

    BalasHapus
  17. Ternyata hasil dari kelompok PKM ini keren-keren yaaaaa... bisa bikin komik, aplikasi, dll.... emang mahasiswa penting banget sih ikut dan aktif dalam event seperti ini

    BalasHapus
  18. Wah jadi inget dulu pas mahasiswa pernah ikutan juga kegiatan seperti ini. Senengnya selain dapat pendanaan, ikutan workshop, juga bisa networking dengan berbagai kalangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang kesempatan buat mahasiswa untuk belajar banyak hal terbentang luas. Harusnya kesempatan kayak gitu dimanfaatkan ya

      Hapus
    2. Keren Mbak Annisa yaa pernah didanai proposalnya

      Mbak Siti Hairul: kl gak dimanfaatkan ya terlwt begitu aja

      Hapus
  19. Tetiba ngerasa kudet, baru Tau ada program ini. Dulu waktu kuliah kayaknya nggak pernah dengar kak. Memang jaman sekarang makin banyak program yang bisa diikuti mahasiswa ya. Dan hasilnya bisa dimanfaatkan lewat smartphone oleh semua orang, kayak cerita putri hijau itu.

    BalasHapus
  20. Mahasiswa sekarang banyak tantangannya sekaligus banyak juga ya sarana untuk belajar mengembangkan kreativitasnya terlebih tuntutan zaman juga.

    BalasHapus
  21. Aih Bu Dosennya keren gini, mahasiswa pasti juga keren, dulu daku kuliah dan ikut organisasi kampus sekarang mahasiswa lebih sibuk yah hehe

    BalasHapus
  22. Barakallah bu Mia.. Terima kasih sudah menginspirasi..

    BalasHapus
  23. Mahasiswa jaman now gak kenal PKM ya kudet, haha beda banget sama jaman awak yg rata2 cuman cbsa dan nongkrong di koridor kantin atau perpus saja waktu kuliah, pkm dirasa ekslusif saat itu

    BalasHapus
  24. waaaah teringat dulu pas kuliah ikutan PKM GT tp cm terpilih smpai tingkat kampus aja, habis itu sibuk organisasi. lupa lagi semangat PKM nya wkwk

    BalasHapus
  25. Senang sekali rasanya liat mahasiswa aktif dan terlibat. Sekarang ini menjamurnya kafe kadang menimbulkan sisi lain, generasi kita rerata generasi yg amat sangat santai dan hobi kongkow-kongkow saja

    BalasHapus
  26. Artikelnya bagus bangat kk.. betul bangat mahasiswa itu harus aktif dan kreativitas itu adalah wajib

    BalasHapus
  27. Wahhh jadi kangen masa jadi mahasiswa,
    Btw blog buk dosen Mia dikunjungi sama mahasiswa kakak gak sih hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dikunjungi dong,, cm mereka segan kl mau komen, ngeri sm para bloger, wkwk

      Hapus
  28. Keren euy budos nya suppprt banget...ini nih pasti mahasiswa nya jadi pada semanhat 45 🤗

    BalasHapus
  29. pengen balik lg ih jdi mahasiswa s1. pengen berkarya di pkm. dan mengembangkan potensi daerah.

    BalasHapus
  30. numpang promote ya min ^^
    Bosan tidak tahu mau mengerjakan apa pada saat santai, ayo segera uji keberuntungan kalian
    hanya di D*E*W*A*P*K
    dengan hanya minimal deposit 10.000 kalian bisa memenangkan uang jutaan rupiah
    dapatkan juga bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% :)

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel