Memilih Investasi Di Masa Pandemi

Apa itu investasi?

Artikel ini berisikan tentang memilih investasi di masa pandemi. Menurut Reilly & Norton, penulis buku Studyguide of Investments, investasi adalah suatu komitmen untuk menanamkan dana pada periode tertentu guna mendapatkan pembayaran di masa depan sebagai kompensasi bagi investor. Adapun kompensasi itu dimaksudkan untuk: 
  1. Waktu selama dana diinvestasikan
  2. Tingkat inflasi yang diharapkan
  3. Ketidakpastian pembayaran di masa depan
Secara umum, pengertian investasi adalah penanaman aset atau dana yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau perorangan untuk jangka waktu tertentu demi memperoleh imbal balik yang lebih besar di masa depan.

Sederhananya, berinvestasi berarti aktivitas membeli sesuatu yang bisa diharapkan bisa dijual kembali dengan harga tinggi di masa depan.
 
Berbicara tentang ketidakpastian, kondisi pandemi seolah memaksa kita semua harus bisa bertahan di tengah-tengah ketidakpastian (uncertainties). Banyak yang merasa beban hidup semakin bertambah, bahkan ada yang sudah putus harapan. 
 
Hal ini harus segera ditindaklanjuti dengan mencoba bangkit dari keadaan yang tidak menguntungkan seperti sekarang ini, salah satunya dengan berinvestasi.
 
investasi di masa pandemi
Ilustrasi memilih investasi / Freepik
 

Mengapa perlu berinvestasi?

Setelah memahami definisi investasi, membeli aset saat ini yang nilainya berpotensi naik di masa depan, tentukan kita  bertanya-tanya mengenai alasan perlunya berinvestasi, sebagai berikut:
 

1. Dengan berinvestasi bisa memperoleh pendapatan tambahan

Memiliki investasi bisa dikatakan punya passive income yang bisa menjadi pendapatan tambahan bagi kita. Malah sebagian orang justru menjadikan investasinya sebagai penghasilan utama, benar-benar menyandarkan hidup pada jenis investasi tertentu.

2. Karena investasi tidak terpengaruh oleh inflasi, maka nilainya dapat meningkat terus 

Menurut pakar investasi Freddy Tedja dalam Kontan, portal berita tentang investasi, menyimpan sejumlah besat uang tunai memang memiliki sisi positif yaitu mudah dari segi likuiditasnya saat kita membutuhkan apalagi dalam keadaan mendesak.

Sisi lainnya, nilai uang tidak akan  berkembang dan terus tergerus inflasi, sehingga lebih prospektif menginvestasikan harta dalam bentuk lain.

Menukil Kontan, Selasa (7/4/2020), pakar investasi Freddy Tedja mengatakan, memilih untuk memegang uang tunai memang membuat kita bisa dengan mudah menggunakannya jika ada kebutuhan mendesak. Namun demikian, Freddy mengingatkan, nilai uang tidak akan berkembang dan justru tergerus inflasi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Deretan Investasi Laris Manis di Tengah Pandemi", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2020/04/23/130300426/deretan-investasi-laris-manis-di-tengah-pandemi.
Penulis : Hotria Mariana
Editor : Kurniasih Budi

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

3. Menjadi bekal untuk menghadapi masa pensiun

Sebaiknya kita memang punya persiapan finansial untuk masa tua nanti. Tentunya tidak mau kan memosisikan anak-anak kita menjadi sandwich generation. Apa itu sandwich generation? Seperti sandwich yang berlapis-lapis sesuai namanya roti lapis atau roti isi, isinya itu terjepit di tengah-tengah. 

Istilah ini dicetuskan oleh Professor Dorothy A. Miller di Universitas Kentucky, Amerika Serikat. Generasi Sandwich memiliki tekanan hidup yang berat, sebab selain harus menghidupi diri dan keluarganya, mereka juga menanggung biaya sehari-hari orang tuanya, perobatan, rumah sakit, dan lain-lain. 

Meski menurut pandangan saya pribadi hal ini tidak masalah bagi anak saleh yang berbakti pada orang tuanya, hidupnya bakal berlimpah keberkahan, namun di sudut pandang yang lain istilah ini ada benarnya juga. 
 
Berpesan kepada kita yang belum jadi lansia, untuk menyediakan persiapan finansial supaya tidak merepotkan anak dan keluarganya. Salah satu caranya dengan berinvestasi sejak muda.

4. Mengamankan dana pendidikan anak-anak di masa depan

Sebagaimana yang kita maklumi bersama, biaya masuk TK, SD, SMP, SMA, dan sampai perguruan tinggi tak pernah mengalami penurunan, terus meningkat seiring bertambahnya tahun. Hal inilah yang harus dipertimbangkan sejak anak lahir.

Sebagian orang memilih membeli asuransi pendidikan, menabung logam mulis, properti, saham, dan sebagainya. Tentunya harus dipilih investasi yang memberikan return lebih tinggi (high return) dari inflasi pendidikan.

 5. Berinvestasi berarti menambah aset

Melakukan penambahan aset, penting sebagai investasi, terutama di masa yang tidak menentu seperti pandemi seperti sekarang ini. Tentunya sebelum membeli aset idealnya ada evaluasi keuangan untuk menilai posisi keuangan secara menyeluruh.

Keputusan berinvestasi dengan menambah aset diambil setelah yakin bahwa aset baru tidak menambah beban finansial keluarga. Jadi tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan keluarga yang bersangkutan.
 
bijak berinvestasi

Jenis-jenis investasi 

Investasi yang menurut pakar investasi high return low risk adalah investasi yang menguntungkan. Nah, apa saja jenis investasi yang menguntungkan itu? Berikut jenis-jenisnya:

Memilih investasi di masa pandemi

Saat pandemi seperti sekarang ini hendaknya memilih investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan terutama kemampuan keuangan. Kendati demikian disarankan tetaplah berinvestasi sesuai profil risiko untuk mencapai tujuan investasi jangka panjang.

Kesimpulan

Investasi merupakan salah satu solusi keuangan untuk mendapatkan imbal balik yang lebih besar di masa depan, dengan membeli sesuatu yang berpotensi memberikan keuntungan. 
 
Memilih investasi apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Pilihlah yang menjanjikan return lebih tinggi namun low risk seperti berinvestasi di properti, emas, atau saham.
 
Kalau Anda, apa nih investasi yang dibutuhkan dan sesuai dengan kemampuan finansial keluarga? Please share di kolom komentar ya, terima kasih. Selamat berinvestasi, tetap semangat!


Salam,
Fadlimia for investasi masa pandemi


Referensi:

https://www.jstor.org/stable/23712207?seq=1

https://money.kompas.com/read/2020/04/23/130300426/deretan-investasi-laris-manis-di-tengah-pandemi

Berlangganan update artikel terbaru via email:

17 Komentar untuk "Memilih Investasi Di Masa Pandemi"

  1. investasi pertama aku dulu emas mbak mia... karena itu yg paling mudah dan kutahu prtama kali..walaupun smp skrg mmg belum dipakai. namanya juga investasi kan, mudah-mudahan kepakai untuk kebaikan seperti sekolah anak hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyepp, investasi emas emang yang paling umum di antara kita ya Mbak Ina...

      Hapus
  2. Yang aku tahu namanya investasi ya high gain high risk atau low gain low risk, sih.

    BalasHapus
  3. Ulasan tentang investasi yang lengkap dan menarik Mbak Mia. Kalau saya dan suami bertujuan utama investasi untuk mengamankan dana pendidikan anak di masa depan. Mengingat tingginya inflasi pendidikan sehingga mesti diantisipasi biayanya sejak mula.
    Memang mesti teliti memilih investasi, return yang tinggi tapi low risk itu yang dicari!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepaket eh sepakat Mbak Dian... Udah mulai ngeri ya Mbak,, kl liat biaya masuk sekolah anak

      Hapus
  4. Jangan memasukkan semua telur dalam satu keranjang, jadi saya lebih suka membagi ke tiga jenis invest tersebut

    BalasHapus
  5. Mpo investasi karena bosen jajan hanya untuk kenyangin perut . Tapi ini yang bisa bawa bencana, sakit dan biaya mahal. Ya lebih proteksi masa depan

    BalasHapus
  6. Saya bingung kalau mau investasi lewat apa atau kemana. Secara banyak ternyata diberitakan investasi bodong atau penipuan gitu ya...
    Maklum tinggal di kampung, soal investasi, dan financial lainnya gak pernah diuruskan. Tapi kalau ingat masa tua, dan penghasilan dari investasi, kok ya tertarik juga...

    Salam
    Okti

    BalasHapus
  7. Walaupun kondisi pandemi ini putaran uang cenderung lamban, memang harus disisihkan uang untuk investasi sih hehe

    BalasHapus
  8. Argh..lagi pusing sih kadang nyisiin pendapatan, krn byk pengeluaran. Harus tega sih...hiks

    BalasHapus
  9. Investasi tanpa kita sadari memang jadi semacam tabungan masa depan ya, karena nilainya bertambah terus, apalagi bisa naik hitungan hari, bulan, bahkan tahunan juga

    BalasHapus
  10. Investasi itu penting, sama pentingnya dgn proteksi menurutku. Keduanya harus seimbang. Apalagi di masa pandemi gini sih. Harus punya pos keduanya.

    BalasHapus
  11. Menarik, Mbak. Untuk investasi aku safe player (eh di semua bidang juga sih :D). Milih yang aman dan pastinya nggak tergerus inflasi. Cuma ya itu dieeee, masih belum bisa konsisten >.<

    BalasHapus
  12. Investasi memang penting banget. Tabungan untuk masa tua. Jika tak bisa mengandalkan/mempercayai pihak ke-2, menabung emas adalah keputusan terbaik.

    Opsi yg lain adalah membuka tabungan dalam mata uang asing (USD). Saat nilainya melonjak, selisih ratenya bisa kita ambil jadi tambahan tabungan.

    BalasHapus
  13. Saya agak berat kalau berinvestasi di masa pandemi ini. Hasil dan pengeluaran tidak imbang sehingga banyak penyederhanaan. Tapi layak dicoba juga saat ada dana tak terduga seperti hadiah lomba, ya.

    BalasHapus

Pesan dimoderasi, terima kasih telah meninggalkan komentar yang santun. Sebab bisa jadi Anda dinilai dari komentar yang Anda ketikkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel