Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pencapaian Di Masa Pandemi

Masa pandemi Covid-19 masih terus berlangsung, tak terasa sudah lebih dari 1,5 tahun kita hidup dalam suasana yang tidak senyaman dahulu. Apalagi ada perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 16 Agustus 2021. 

Demi mendukung upaya pemerintah menurunkan angka korban terpapar maka yang bisa dilakukan adalah mengisi masa PPKM dengan kegiatan-kegiatan yang produktif.

Hal-Hal yang Bisa Dilakukan Selama PPKM

Bagi orang yang punya tekad untuk menghasilkan sesuatu atau biasa disebut produktif, masa PPKM tidak menghentikan kreativitasnya. Baik untuk aktivitas yang menguntungkan secara finansial, maupun untuk memuaskan batinnya sebagai hobi. Ada pilihan yang sangat menyenangkan yaitu melakukan kegiatan sesuai passion dan dibayar pula untuk itu. 

Selama PPKM Kita Bisa...

1. Menonton film-film keren dan menuliskan ulasannya

Yups, kapan lagi kamu bisa menengok kembali watching list yang sudah lama ditambah terus seiring keluarnya film-film recommended di catatan. Namun saat ingin mengeksekusi untuk menikmatinya, kamu keburu mengejar deadline pekerjaan rutin. Saat PPKM inilah kamu bisa merealisasikan. Jangan lupa, sehabis menonton film, tuliskan ulasannya, bisa di blog ataupun di media sosial kamu. 

2. Menuntaskan bacaan yang tertunda

Siapa di antara teman-teman yang seperti saya, ngacung deh, hehe... membaca buku setiap hari, tetapi setelah memperoleh intinya dan menandai bagian yang dibutuhkan, selesai. Mestinya tidak demikian ya, bacalah buku per halaman hingga lembar terakhirnya. 

Selain dapat memahami secara keseluruhan isi buku, menuntaskan bacaan hinnga selesai juga mengapresiasi penulisnya. Sudah menjadi rahasia umum jika proses penulisan buku bukanlah hal yang instan, butuh waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk melahirkan satu judul buku. 

3. Menulis buku dan artikel

Setelah menyelesaikan membaca buku, kamu juga bisa menuliskan ulasan mengenai buku tersebut. Biasanya penulis yang baik adalah pembaca buku yang baik pula. 

Sehingga di masa PPKM ini kamu bisa banyak menuliskan artikel tentang hasil tontonan ataupun bacaan kamu. Jika film atau buku yang kamu buatkan resensinya baru beredar atau belum melebihi 6 bulan, peluang ini bisa kamu gunakan untuk mengirimkannya ke media-media online.

Untuk dimuat di rubrik resensi film/buku platform mereka. Untuk harian lokal maupun nasional, ada honor menulisnya juga, lumayan kan tambahan membeli vitamin di masa pandemi seperti ini.

Buat kamu yang ingin di tahun 2021 ini menelurkan satu buah buku solo atau menambah lagi porfofolio judul buku antologi yang kamu tulis bersama teman-teman penulis lainnya, di masa PPKM ini kamu bisa lebih leluasa melanjutkan naskah yang terbengkalai. Sehingga selesai masa pandemi ini nantinya, terbit pula karya maestro-mu.

Buat kamu yang hobi menulis blog, menuliskan review, resensi, dan postingan sejenis tentang film atau buku menjadikan blogmu update, kan. Siapa tahu beberapa waktu setelah menuliskan ulasan sebuah film kamu memperoleh tawaran kerja sama penulisan dengan jenama aplikasi tontonan di smartphone. Hmm, gurih!

4. Jual beli di marketplace kesayangan

Saya teringat dulu waktu masih aktif berjualan online, rasanya senang sekali menerima banyak orderan. Dan ketika menutup pembukuan bulanan rekening bank lumayan jadi gendut. Di masa itu dagangnya menggunakan ponsel BlackBerry, sampai-sampai PIN BB saya tersebar ke mana-mana karena banyaknya pelanggan toko. 

Nah, karena saya sudah semakin sibuk dengan pekerjaan utama (sebagai pegawai di salah satu instansi pemerintahan), akhirnya dengan berat hati toko fisik maupun toko online, saya dan suami putuskan ditutup. 

Belakangan saya mendapatkan informasi bahwa ada marketplace online yang bisa memfasilitasi para pedagang online untuk berjualan. Jadi seperti dalam mal online, masing-masing pemilik toko memajang barang dagangannya di e-commerce tersebut. 

Wah, peluang emas nih untuk berdagang kembali, pikir saya. Namun melihat padatnya waktu bekerja saya dibarengi mengurusi anak-anak pula, akhirnya hingga kini saya sebagai pelanggan setia marketplace saja. 

Jika butuh barang-barang seperti pakaian, pernak-pernik home decor dan sebagainya, tinggal shopping online saja di e-commerce. Praktis, terpercaya, gratis ongkos kirim lagi. Top of mind-nya para perempuan Indonesia deh untuk urusan belanja online.

5. Crafting bareng anak-anak di rumah

Siapa nih yang di rumahnya suka bikin prakarya? Kebetulan anak nomor dua dan tiga saya suka sekali bebikinan dari bahan bekas. Kardus, kertas yang sudah terpakai. Membuat truk mainan dari kardus beserta building track-nya, rumah-rumahan boneka, buku diari mini, dan masih banyak lagi.

Saya sih kebagian menyediakan bahan-bahannya karena di rumah jadi si penyimpan barang. Menemani anak-anak menyalurkan kreativitasnya sangat menyenangkan, sebab terlihat rona bahagia dan penuh semangat di wajah mereka. Momen crafting bareng anak seperti ini sekaligus menjadi sarana mempererat bonding dengan mereka dan mengasah minat dan bakat anak-anak.

Pencapaian Berkesan Saya Selama Pandemi

Jika pada bagian sebelumnya saya menuliskan tentang hal-hal yang bisa dilakukan selama PPKM di masa pandemi, maka berikut pencapaian atau hal yang berkesan bagi saya yang telah saya lakukan selama dalam kurun waktu Maret 2020 hingga Agustus 2021 saat ini.

Menulis selusin judul buku antologi

Saya memiliki sejumlah proyek penulisan buku sendiri, yaitu sebanyak 2 judul. Berhubung Work From Home mengondisikan saya menyelesaikan urusan pekerjaan terlebih dahulu, maka yang bisa saya selesaikan adalah buku antologi, yaitu buku bersama rekan penulis lainnya.

Oya, sebelum pandemi sejak tahun 2016 saya sudah menulis 2 judul buku solo dan 15 judul buku antologi dari berbagai komunitas kepenulisan dan penerbit.

hal yang mengesankan dilakukan di rumah saja selama pandemi
Karya saya selama pandemi, Maret 2020 sd Agustus 2021

Berikut judul-judul buku antologi karya saya selama pandemi Covid-19 ini:
  1. Menggapai Rida Ilahi Di Pondok Pesantren
  2. Pesona Wisata Nusantara
  3. Catatan Cinta Bunda
  4. Jelajah Indonesia (The Incredible Journey)
  5. Cara Menulis Skenario Cerita Anak
  6. Pengantar Pendidikan Antikorupsi
  7. Sukses Di Saat Sulit
  8. Happy Writing Book: Cara Asyik Jadi Penulis
  9. Perjalanan Pengasuhan Ibu Sejati
  10. Katalog Ramadan
  11. Catatan Hati Wali Santri
  12. Solusi Lambat Bicara Pada Anak

Menjadi narasumber sebanyak 14 kali di berbagai acara

Momen pandemi diisi mayoritas orang dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk menyelenggarakan seminar jarak jauh, webinar, pembelajaran, maupun rapat demi rapat. Saya pun tak ingin ketinggalan memanfaatkan kesempatan ini sebagai rekam jejak menjadi narasumber atau pemateri pada berbagai acara.

Di acara-acara berikut saya bertindak sebagai narasumbernya:
  1. Strategi Ibu Profesional Menyambut The New Normal, disampaikan melalui FB Live di Himpunan Mahasiswa (HIMA) IP Sumatra Utara, 15 Mei 2020 pk. 10 WIB.
  2. Pembelajaran yang Diperoleh dari Covid-19 dan Harapan ke Depan, PKPM LP2M UMSU, diselenggarakan secara luring dengan prokes, 19 Juni 2021, pk. 10.00 WIB.
  3. Peran Pemilih Muda dalam Pilkada di Era New Normal, disampaikan pada acara webinar nasional melalui Zoom Conference Komunitas Peduli Pemilu bekerja sama dengan KPU Sumut, 25 Juli 2020, pk. 14.00 WIB.
  4. Cakap Petang Kampung Komunitas IP Sumut, bersama Yessy Liana Putri, 18 September 2020, GWA Kampung Komunitas, pk. 14.00 WIb.
  5. Dunia Kreatif, Suram, Seram, atau Seru Abis Bagi Generaasi X, disampaikan bersama narasumber lainnya, Youtuber Siska Hasibuan, Blogger Sumut, via Zoom Meeting, 2 Desember 2020, pk. 20.00 WIB.
  6. Belajar Mengedit Naskah Sendiri, Rumbel Literaasi IP Sumut, GWA Kulwap, 11 Desember 2020, pk. 09.30 WIB.
  7. Tips Menulis Buku Ajar, disampaikan pada Hexagon City Virtual Conference, melalui platform Streamyard, 17 Februari 2021, pk. 10.00 WIB.
  8. Memilih Web Hosting, GWA Rumbel Literasi, 5 Maret 2021, pk. 15.00 WIB.
  9. Mendaftarkatn Nama Blog, GWA Rumbel Literasi, 26 Maret 2021, pk. 15.00 WIB.
  10. Longingtor (Blogging Writing Mentor), GWA Rumbel Literasi, setiap Rabu, pk. 15.00 WIB.
  11. Drama Korea Vincenzo dan Mengenal Hukum Properti, disampaikan pada acara Drakor Saranghae Drakorclass.com, IG Live, 10 April 2021, 19.30 WIB sd selesai.
  12. Diklat Penulisan Publikasi Ilmiah Guru, PKM LPPM UMSU, Jumat, 11 Juni 2021, dilaksanakan luring, pk. 09.00 WIB, di SLB Taman Pendidikan Islam, Medan.
  13. Cara Menulis Artikel Ilmiah Populer, Ruang Berbagi KLIP Juli 2021, Zoom Meeting, 15 Juli 2021, pk. 15.00 WIB.
  14. Seminar Nasional Teknologi Edukasi Sosial dan Humanora (SiNTESA) 2021, Universitas Amir Hamzah, 24 Juli 2021, Zoom Conference, 14.00 WIB.
menjadi narsum di banyak event

Setiap sebelum atau sesudah acara tersebut di atas, biasanya saya menuliskan makalah, artikel blog, ataupun kesan pesan setelah mengikuti acara, agar suatu saat bisa saya baca kembali. Teman-teman bisa membaca artikelnya di blog ini.

Selain itu juga memenangkan hibah penelitian dan pengabdian masyarakat di kampus, artikel ilmiah di beberapa jurnal terindeks SINTA dan Google Scholar, beberapa hadiah hiburan lomba blog, juara 2 lomba blog The Asianparent 2020, serta 257artikel blog yang terdiri dari artikel organik, content writing, content placement, ulasan produk, dan sebagainya yang dipublikasikan selama pandemi.

Kesimpulan

Demikian pencapaian saya di masa pandemi Covid-19 ini, dan insyaallah karya demi karya yang akan menyusul berikutnya juga ada. Mungkin karya saya ini masih belum banyak dan tentunya membutuhkan saran dan masukan reflektif untuk kebaikan saya ke depannya. 

Mudah-mudahan saya dan kamu, kita semua, senantiasa dianugerahi kesehatan dan semangat untuk tetap produktif meski masih berada di masa PPKM dan di masa pandemi seperti sekarang ini.

Salam produktif dan sehat selalu ya,
pencapaianku


























21 komentar untuk "Pencapaian Di Masa Pandemi"

  1. Keren. Luar biasa pencapaiannya. Semoga barokah, bermanfaat dan jadi ladang amal yang selalu mengalir pahalanya ya... Aamiin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di atas langit masih ada langit kok Teh... pasti ada yg lebih luar biasa lagi dong pencapaiannya, hihi

      Hapus
  2. produktif kalii kak miaaa, maulah kak kalau diajak sekali2 nulis antologi :") belum tercapai hiks, alhamdulillah ya banyak kali kegiatan kakak, kalau elsa alhamdulillahnya msh fokus ke kerjaan jadi yang lain belum bisa terkerjakan kali jg, padahal pengen jg nuntaskan buku bacaan hehe karena 2021 udh mau berakhir, dan resolusi msh banyak

    BalasHapus
  3. Masya Allah kak keren :) ternyata pandemi ini juga memabawa banyak hikmah ya kalau dijalani dengan ikhlas :) apalagi bisa full di rumah aja, meski kadang yaaa bosen hehe tapi kalau kreatif kita sebenernya bisa ngelakuin banyak hal, apalagi kalau sdh ada internet :)

    BalasHapus
  4. Sebenarnya sih apapun kondisi kita saat ini, berhenti mengeluh dan lakukan apa yang bisa kita lakukan. Itu sih kuncinya. Kalau kita mengeluh terus, ya nggak bakalan lah duit itu terbang ke dompet kita. Kita harus mengusahakannya.

    BalasHapus
  5. MasyaAllah kerennya Mba Mia. Bahkan ada cukup banyak judul buku yang bisa dihasilkan sepanjang kita semua beraktivitas di rumah saja. Aku jadi kagum.

    BalasHapus
  6. bak Mia, ini sih bukan belum banyak namanya...Masya Allah, luar biasa pencapaiannya. Semangata terus berkarya dan berbagi ilmu pada sesama.
    Kalau pencapaian saya selama pandemi jadi makin mahin bebikinan di dapur karena ada 3 di rumah yang PJJ dan WFH uang bentar-bentar ngecek meja makan ada makanan apa di sana kwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaan kita mba Dian.. kerjaan rumah berasa gk ada habisnya ya..
      Daku pun merasakannya. Apalagi sekarang sudah harus bertanggung jawab mengurus warung sendiri karena si mama sudah pindah ke rumah adik.

      Hapus
  7. masyaAllah tabarakAllah.. kereeeeeen kak Mia ♥️
    Karyanya banyak sekali. Sampe bikin awak terperangah dengan produktivitas kak Mia. Memang gak salah sih panutan yang satu ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi memandang diri sendiri... ini time management dirinya bagus ini...
      Ku harus berubah....

      Hapus
  8. Ini namanya pandemi jadi berkah tersendiri ya mba. Aku pun jadi lebih produktif sejak pandemi. Soalnya kalo ga pandemi adaaa aja acaranya di luar rumah. Termasuk menuntaskan buku bacaan yg blm kesentuh hihi

    BalasHapus
  9. Mantapi kali mba Mia ini.
    Buku antologinya udah banyak.
    produktif sekali...
    jadi iri nih sayah....
    saya kurang bisa memanage waktu hiks

    BalasHapus
  10. Masya Allah.
    Sudah banyak banget ya mbak.
    Bener-bener produktif.

    Aamiin.
    Insya Allah semoga senantiasa dilimpahkan kesehatan dan kemudahan agar lebih produktif

    BalasHapus
  11. Banyak nya kebiasaan Mbak Mia keren top markotop btw bisa crafting juga mbak pengen belajar aku tuh dari kapan jaman ga kesampaian hehehe

    BalasHapus
  12. Masyaa Allah, mengispirasi banget nih pencapaian Bu Mia meskipun pada masa pandemi. Next, suatu hari nanti pasti saya bisa seperti Bu Mia. Aamiin ya rabbal alamiin.

    BalasHapus
  13. Duh jadi minder deh liat postingan ini. Mantap banget kak Mia. Bagus dan keren. Ajarin juga dong biar bisa produktif begitu.

    Boleh pinjam buku buku kakak tak? Hahaha

    BalasHapus
  14. Keren banget Uni Mia. Udah nulis selusin antologi. Pencapaian yang benar-benar 'sesuatu' kaya Syahrini.

    Produktif sekali, sampai belasan kali menjadi narasumber di berbagai event online. Stay active n stay healthy ya uni.

    BalasHapus
  15. Mantap sekali pencapaiannya mbak, buku antologi sampai selusin lo. Hebat bener, padahal kesibukan mbak Mia di luar dunia blogging dan menulis juga banyak lo. Aku jadi merasa remahan rempeyek nih, kebanyakan rebahan hihi.

    BalasHapus
  16. Salut banget kak mia tetap produktif walau mas pandemi gini, btw nanti ajak2 yah kalau mau nulis antologi lagi ;)

    BalasHapus
  17. perkara jual beli di marketplace, shopee tuh bikin ketagihan apalagi kalau lg free ongkir kak mia. hingga akhirnya sadar ya diskon gak akan ada abisnya, impulsiflah hehe

    BalasHapus
  18. Wah kok saya minder ya, selama pandemi nol putul nggak ngapa ngapain sama sekali.
    Karya mbaknya banyak banget, bejibun, laris manis semangat, beda sama saya sambat dulu maapken

    BalasHapus

Pesan dimoderasi, terima kasih telah meninggalkan komentar yang santun. Sebab bisa jadi Anda dinilai dari komentar yang Anda ketikkan.